Artikel Terbaru

Hayati Kekatolikan, Rajut Keindonesiaan

Romo Roni bersama beberapa perwira tinggi TNI–POLRI.
[NN/Dok.HIDUP]
Hayati Kekatolikan, Rajut Keindonesiaan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comSeluruh anggota TNI-POLRI dipanggil secara khusus untuk berjuang merajut keindonesiaan yang diresapi penghayatan nilai-nilai kekatolikan.

Keuskupan umat Katolik di lingkungan TNI-POLRI (Ordinariatus Castrensis Indonesia/ OCI). Inilah reksa penggembalaan Gereja bagi para anggota TNI-POLRI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan TNI-POLRI. Di Indonesia, OCI didirikan pada 25 Desember 1949, berdasarkan Dekrit no.102/50 dari Kongregasi Propaganda Fidei (kini Kongregasi Evangelisasi Bangsa-bangsa).

Sejak itulah Gereja secara resmi berpastoral di kalangan militer. Terkait reksa pastoral OCI itu, HIDUP mewawancarai Pastor Bantuan Militer dan Polisi (Pasbanmilpol), Romo Rufinus Neto Wuli. Berikut petikannya:

Apa tujuan OCI dibentuk?

OCI dibentuk untuk mendampingi dan memenuhi kebutuhan rohani anggota TNI-POLRI, PNS di lingkungan TNI-POLRI, serta purnawirawan, dan keluarga mereka. Kami secara terus-menerus mengusahakan sapaan dan perjumpaan iman dalam pelayanan pastoral di lingkungan TNI-POLRI. Inilah Keuskupan kategorial satu-satunya di Indonesia, di samping ada 37 Keuskupan teritorial. Visi yang diemban, para abdi negara ini memiliki kehidupan mental dan spiritual yang mantap, seutuhnya menjadi warga negara sekaligus warga Gereja. Harapannya, kita bisa menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.

Sebagai Pasbanmilpol, apa saja yang secara rutin diadakan?

Banyak kegiatan rutin diadakan, seperti Misa dan Adorasi, pelayanan Sakramen, devosi dan ziarah. Selain itu ada sosialisasi Rosario Merah Putih, rekoleksi, retret, mengajar agama, dan katekese sebagai guru militer (gumil). Ada juga diklat pastoral dan penataran, perayaan hari-hari besar Katolik di tingkat Mabes maupun nasional (Natal dan Paskah bersama). Kami juga mendampingi secara rohani para peacekeeper yang akan dikirim untuk misi perdamaian PBB, dll. Bekerja sama dengan bagian Pembinaan Rohani (Binroh) dan Pembinaan Mental (Bintal) di setiap matra, lalu mengadakan pembekalan pastoral kepada Perwira Rohani Katolik (Parohkat) untuk mengisi keterbatasan tenaga. Selain itu, saya juga diminta mengisi majalah atau buletin Rohkat dan Bintal TNI-POLRI.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*