Artikel Terbaru

Hayati Kekatolikan, Rajut Keindonesiaan

Hayati Kekatolikan, Rajut Keindonesiaan
1 (20%) 1 vote

Sementara itu, ada sapaan pastoral yang selalu diserukan Bapa Uskup OCI, Mgr Ignatius Suharyo. Sapaan pastoral itu berupa Surat Gembala maupun pesan dan khotbah yang disampaikan ketika Bapa Uskup diundang atau sedang mengunjungi umat OCI. Bapa Uskup juga selalu menitipkan pesan kepada Pasbanmilpol untuk mewakili jika Bapa Uskup berhalangan.

Bagaimana relasi OCI dengan pemerintah?

Kami terus menjaga komunikasi dan jejaring kemitraan dengan Panglima, KASAD, KASAL, KASAU, Kapolri, Menhan, dan segenap jajarannya. Peran kemitraan ini sangat strategis untuk membantu reksa pastoral Gereja di lingkungan TNI-POLRI. Meskipun harus diakui, relasi ini masih bisa ditingkatkan lagi sehingga perhatian pemerintah untuk kebutuhan rohani dan mental para prajurit Katolik semakin lebih baik. Misalnya, masih banyak jabatan kosong untuk Parohkat. Dalam bermitra ini, saya juga hadir dan memberi warna dengan mengajar di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan), PTIK, Lemdikpol, dan Lemhannas.

Bagaimana membangun komunitas dalam tubuh OCI?

OCI sangat bersyukur karena dibantu 27 pastor yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka melayani kebutuhan rohani prajurit, bahkan dengan konsultasi pastoral. Artinya, kegiatan kerohanian rutin bisa tetap berjalan. Bapa Uskup juga rajin berkunjung ke Kodam, Lanal, Lanud, dan Polda. Ini bukti keseriusan Gembala Utama OCI.

Kami juga memiliki grup Whatsapp sebagai wadah saling berbagi pengalaman iman, menguatkan dan membantu satu sama lain. Pada momen tertentu, kami mengadakan “kopi darat”. Inilah komunitas OCI, Gereja yang berziarah menuju keselamatan dan tentu juga demi kemaslahatan bangsa dan negara. Maka setiap prajurit Katolik terpanggil untuk menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Catur Brata, yang diresapi nilai-nilai kekatolikan untuk merajut keindonesiaan.

R.B.E. Agung Nugroho
Laporan: Robertus Fajar R.

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 14 Tanggal 2 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*