Artikel Terbaru

Rr. Maria Dian Marliana Srikaton: Tiang Doa Sang Pengawal Samudra

Kapten Laut (P) Arie Henrycus Sembiring Meliala dan Rr. Maria Dian Marliana Srikaton.
[N/Dok.Pribadi]
Rr. Maria Dian Marliana Srikaton: Tiang Doa Sang Pengawal Samudra
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comMenjadi istri anggota TNI Angkatan Laut harus serba bisa dan mandiri. Doa, kepercayaan, dan pengertian merupakan cara merawat cinta, meski samudra kerap memisahkan mereka.

Saat menikahi Kapten Laut (P) Arie Henrycus Sembiring Meliala, Rr. Maria Dian Marliana Srikaton, yang akrab disapa Anna Gusrianto, merupakan penyiar pemberitaan serta English News Service TVRI Surabaya. Ia juga kerap menjadi MC atau pembawa acara off air di instansi pemerintah atau kedutaan asing. Kala itu, ibundanya, RAy. Ismoyowati Poedjiastoeti berpesan agar ia siap hidup prihatin, tabah, dan mandiri jika menikah dengan tentara, sebagaimana dulu ibundanya menikahi ayahandanya yang anggota Korps Marinir, R. Gusrianto.

Tanpa bulan madu, Anna harus mengikhlaskan sang kekasih berangkat kembali meneruskan pelayaran dalam tugas patroli menjaga kedaulatan perairan Nusantara setelah cuti pernikahan usai. Karena Ibu Pertiwi senantiasa membutuhkan putra-putri terbaiknya untuk mengemban tugas mulia tersebut.

Demi Cinta
Pada saat suami berlayar, para istri diharapkan mampu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. Mula-mula, hal itu tentu tak mudah. Seiring perjalanan karier Arie, Anna pun dituntut semakin aktif berpartisipasi dalam organisasi para istri anggota TNI AL “Jalasenastri” yang bertujuan membantu dinas turut serta menyejahterakan anggota beserta keluarganya melalui program kerja di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Ia pun belajar cepat sampai harus “ngantor” lewat tengah malam ketika dipercaya menjadi pembina, kemudian Ketua Pengawas Pusat Yayasan Hang Tuah yang mengelola puluhan sekolah binaan Jalasenastri di seluruh Indonesia.

Tugas-tugas yang memberinya peran dan fungsi dalam organisasi yang terkait dengan jabatan suami ini, ia laksanakan dengan sukacita dan penuh rasa tanggung jawab. Semua itu demi cinta pada sang suami.

Tanpa protes, mantan Ning Surabaya 1998 ini dapat memahami alasan logis sang suami. Sesekali ia masih “ngemsi” tentu dengan seizin suami, menjadi penceramah etiket untuk Paguyuban Cak & Ning Surabaya, atau mengajar bahasa Inggris paruh waktu di ILP Surabaya. Arie bahkan mendorongnya untuk mengambil S2 program Teaching English as a Second Language, karena katanya, “Bahasa Inggris Anna bagus.” Sehingga kadang suaminya meminta tolong dibuatkan naskah pidato atau materi ceramah berbahasa Inggris. Memang Arie menyarankannya untuk tidak bekerja paruh waktu, tetapi tidak melarangnya sekolah. Maka saat mendampingi Arie mengikuti pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) di Jakarta, Anna menyempatkan mengambil Diploma Public Relations di London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dan lulus dengan pujian.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*