Artikel Terbaru

St Ezequiel Moreno y Díaz (1848-1906): Bermisi Sampai Akhir Hayat

Reliqui St Ezequiel Moreno y Díaz.
[agustinosrecoletos.com]
St Ezequiel Moreno y Díaz (1848-1906): Bermisi Sampai Akhir Hayat
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa berangkat ke tanah misi saat umurnya baru 22 tahun. Kecakapan intelektual dan totalitas kasih dalam pelayanan menginspirasi umat di ladang misi. Ia pun menjadi Uskup di tanah misi.

Kapal yang ditumpangi Ezequiel Moreno y Díaz memasuki perairan Filipina. Ezequiel, yang belum lama resmi menjadi anggota Ordo Augustinianorum Recollectorum (OAR), segera menjalankan tugas perutusan sebagai misionaris di Filipina. Pada 10 Februari 1870, saat seluruh penjuru Filipina sedang mengalami musim hujan, misionaris Agustinian Recollect ini menapakkan kaki sebagai misionaris di negeri itu. Meski masih sangat muda, Ezequiel sudah dipercaya untuk mengemban tugas perutusan yang relatif berat.

Ezequiel bergabung dengan OAR di Monteagudo, Navarra, Spanyol, pada 21 September 1864. Kaul pertamanya diucapkan di Marcialla, Navarra, pada 22 September 1868.

Di Filipina, Frater Ezequiel ditugaskan di Visayan, Kota Jaro, Iliolo. Di kota inilah, ia sekaligus memantapkan hati untuk mengikrarkan kaul kekal sebagai anggota penuh OAR. Setahun setelahnya, ia berangkat ke Manila untuk menerima Sakramen Imamat. Fr Ezequiel menerima tahbisan imamat pada 3 Juni 1871 dari tangan Uskup Agung Manila, Mgr Gregorio Melitón Martínez Santa Cruz (1815-1885).

Usai menerima tahbisan imamat, Pastor Ezequiel mendapat tugas perutusan di Calapan, Mindoro bagian timur. Di sana, ia belajar bahasa Tagalog, bahasa lokal Filipina. Saking menguasai Tagalog, Pastor Ezequiel bahkan membuat kamus bahasa Tagalog. Gereja Katolik Filipina masih mengenal karya dan jasanya hingga saat ini.

Dua tahun setelah itu, Pastor Ezequiel berangkat ke Puerto Princesa untuk melayani para tentara. Ia diserahi tugas sebagai pastor kapelan di kawasan koloni Spanyol. Tempat itu sekarang dikenal dengan nama Iwahig Prison dan Penal Farm. Di sana, ia juga menjadi salah satu perintis Kota Aborlan, Palawan, dan Barangay Inagawan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*