Artikel Terbaru

Habitus Peduli Lingkungan Hidup

Habitus Peduli Lingkungan Hidup
1 (20%) 1 vote

Seksi PSE Paroki PIK juga membuat pelatihan pertanian hidroponik di Aula Pastoral Gereja PIK, Minggu, 18/10. “Kami memilih hidroponik, karena masyarakat kota lahan pertaniannya terbatas. Mereka bisa memanfaatkan atap rumah untuk hidroponik. Dengan pelatihan ini, semoga yang ikut bisa menularkan kepada umat lain dan orang-orang di sekitar rumahnya,” ujar Ketua Seksi PSE Paroki PIK, Leonardo Effendy Kho.

Sementara itu, umat Paroki St Bernadet Ciledug, Tangerang, khususnya yang tinggal di Perumahan Kunciran Indah Ciledug bergerak bersama warga membuat biopori. Sekitar setengah tahun lalu, sebanyak 175 lubang biopori dibuat warga RT 03 di sepanjang Jl. Perkutut dan Jl. Puter secara swadana. Ide ini muncul dari Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki St Bernadet Ciledug, Fransiskus Bambang Budiyono yang tinggal di kompleks perumahan itu.

Ketika ide itu muncul, Bambang mendiskusikannya dengan dua umat Katolik yang tinggal di perumahan itu. Mereka menawarkan ide tersebut kepada pengurus RT dan RW. Mendapat tanggapan positif, ide itu berkembang menjadi gerakan umat Katolik bersama warga RT 03/RW 07. “Sebelum mengajak warga membuat biopori, saya mem buatnya di rumah sendiri. Dengan adanya biopori ini, kita bisa mengurangi bahaya banjir,” ungkap Bambang.

Selain di Perumahan Kunciran Indah, Seksi PSE Paroki Ciledug juga membuat pelatihan hidroponik di kom pleks Tarakanita pada Minggu, 18/10. Pelatihan ini melibatkan masyarakat sekitar yang non Katolik. “Kegiatan peduli lingkungan hidup di Paroki Ciledug menjadi sarana untuk menjalin relasi baik dengan masyarakat sekitar,” ujar Bambang.

Terus Berusaha
Paroki St Fransiskus Asisi Tebet, Jakarta sudah mempunyai Seksi Lingkungan Hidup. Menurut Kepala Paroki Tebet, Romo Samuel Oton Sidin OFMCap, kegiatan seksi ini adalah membuat biopori di taman doa, memilah sampah, mengumpulkan koran bekas dan jelantah. Selain membuat gerakan sendiri, mereka juga ikut gerakan KAJ seperti membuat Gua dan Pohon Natal dari barang bekas.

Paroki Tebet juga memperbanyak penanaman pohon di pot untuk hiasan altar. Mereka menjaga kelestarian pohon-pohon besar di kompleks Gereja dan Sekolah St Fransiskus Assisi. Di SMA St Fransiskus Assisi juga dilakukan penanaman pohon pucuk merah dalam pot di depan kelas, penyadaran cara membuang sampah, mengurangi penggunaan styrofoam untuk bungkus makanan dan membudayakan membawa tempat makan serta minum sendiri.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*