Artikel Terbaru

Wajah Tuhan di Lingkungan Hijau

Biopori: WKRI Paroki BMV Bogor sedang bersiap membuat lubang Biopori di perumahan Bantar Jati Bogor.
[NN/Dok.WKRI]
Wajah Tuhan di Lingkungan Hijau
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Keuskupan Bogor berpastoral cinta lingkungan, melalui gerakan penanaman pohon, biopori dan pertanian organik. Melibatkan umat, pemerintah dan masyarakat.

Beberapa ulama, tokoh agama dan masyarakat datang ke Gereja Katedral Bogor. Begitu masuk halaman Gereja, semua bersalaman dengan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM. Kedatangan para tamu ini memenuhi undangan Pastor Rekan Paroki Beatae Mariae Virginis (BMV) Katedral Bogor, Romo Mikail Endro Susanto, menindaklanjuti rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuat lima juta biopori di Kota Bogor pada Maret 2015 lalu. Hari itu Paroki Katedral Bogor membuat biopori di sekitar Gereja. Pembuatan biopori itu menjadi awal gerakan biopori di Keuskupan Bogor.

Jauh sebelum itu, Keuskupan Bogor sudah memiliki konsep peduli lingkungan dengan tajuk “go green”. Wacana itu sudah ada sejak era Mgr Mikael Cosmas Angkur OFM. Go green muncul dalam Aksi Puasa Pembangunan dengan kegiatan penanaman pohon, bebas sampah dan semacamnya. Ketika Mgr Paskalis menjadi Uskup Bogor, gerakan ini kemudian menjadi salah satu prioritas pastoral. Walaupun masih dalam tahap awal pelaksanaan, gerakan peduli lingkungan hidup mulai muncul dalam tajuk “Go Green Parish” dan “Go Green School”.

Lima Juta Biopori
Romo Mikail Endro Susanto yang ditunjuk Mgr Paskalis mewakili Gereja di Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) menjelaskan bahwa rencana Pemkot Bogor dalam lingkungan hidup rupanya sesuai dengan tujuan pastoral Keuskupan Bogor. Basolia menjadi salah satu tulang punggung pelaksanaan lima juta biopori. Di Basolia, tokoh-tokoh lintas agama, masyarakat, lembaga sosial seperti Lions Club dan pengusaha bergabung.

Beberapa lembaga Katolik tak tinggal diam, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Paroki BMV Bogor misalnya, pada September silam membuat sekitar seratus lubang biopori. Menurut salah seorang anggota WKRI Paroki BMV Bogor, Listianti Soebijanto, pembuatan biopori terus mereka lakukan. “Selain rumah anggota, kami juga mencari tempat lain yang perlu memiliki biopori.”

Langkah WKRI Paroki BMV Bogor perlahan mulai diikuti oleh WKRI di paroki dan kelompok-kelompok lain. Sekolah Regina Pacis, Bogor misalnya, beberapa bulan lalu, para alumni sekolah ini membuat biopori di lingkungan Sekolah.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*