Artikel Terbaru

F X Siswo Murdwiyono: Penganjur Hidroponik dari Cibubur

Hijau dan sehat: F.X. Siswo Murdwiyono di antara kehijauan dan kesegaran tanaman hidroponik di kebun mininya.
[NN/Dok.Pribadi]
F X Siswo Murdwiyono: Penganjur Hidroponik dari Cibubur
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Sepertinya tidak masuk akal, bertanam tanpa tanah. Tapi itu nyata dilakukan F.X. Siswo Murdwiyono di kebun mininya.

Staf Yayasan Asti Darma Cabang Bogor ini menanam beragam tanaman sayuran dan buah di lantai dua rumahnya, di kompleks Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aneka tanaman sayuran dan buah yang ditanam di media berair dalam pipa pralon itu mampu tumbuh subur, berdaun hijau, serta memunculkan kesan segar dan sehat. Siswo menanam beragam sayuran kangkung, bayam, pare, timun, beragam jenis cabe, terong, sawi kriting, dll. Ada lagi tanaman langka yang didapat dari luar negeri seperti weat grass atau rumput gandum, mint, aneka lettuce, dan pagoda.

Ayah tiga anak kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 16 April 1968 ini, mengaku berburu bibit dengan berbagai cara. Ia membeli di petani hidroponik yang sudah sukses lebih dulu, secara online, dan titip teman yang ke luar negeri. Hasilnya, hampir semua jenis tanaman sayuran ada di kebun mininya.

Pengalaman gagal
Siswo memulai berkebun hidroponik pada 2012. Niatnya muncul setelah membaca kisah sukses petani hidroponik di facebook. Saat ada pameran bertanam hidroponik di Jakarta, ia pun datang melihat. Setelah itu, ia mengikuti kursus di Kota Wisata, dekat tempat tinggalnya. Selesai kursus ia mencoba bertanam di halaman depan rumah. Tanaman tumbuh tinggi tetapi kurus, tidak menghasilkan daun yang bagus. “Saya gagal. Saya hampir putus asa,” akunya.

Pangkal kegagalan, Siswo telah melakukan satu kesalahan. Seharusnya, setelah benih itu tumbuh dan muncul daun harus segera mendapat sinar matahari langsung. “Tidak boleh terlambat!” katanya.

Siswo mencoba lagi dan langsung berhasil. Kurang dari enam bulan bertanam, ia menikmati panen pertama. Hasil panen sayuran melimpah hingga cukup untuk 10 keluarga. “Banyak orang merasakan. Kata mereka sayurannya bagus.”

Di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata Cibubur ada bazaar dalam rangka ulang tahun paroki. Siswo membuka stand. Ia pamerkan hasil-hasil tanaman hidroponiknya. “Animo umat bagus. Banyak yang berminat ikut berkebun. Ini mendorong saya lebih mengembangkan tanaman hidroponik,” kisah Siswo.

Siswo lalu membuat lantai dua di atas garasi rumah. Ia memasang atap dari plastik dengan sistem buka tutup. Ruangnya terbuka tanpa dinding. Sinar matahari pun leluasa menerpa berbagai jenis tanaman sepanjang hari.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*