Artikel Terbaru

Lumen Christi: Berdevosi dan Menyebarkan Kerahiman Ilahi

Siap Diutus: Komunitas Lumen Christi berfoto bersama setelah mendengarkan pengajaran Alkitab.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Lumen Christi: Berdevosi dan Menyebarkan Kerahiman Ilahi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Komunitas ini berdevosi khusus kepada Kerahiman Ilahi. Misinya menyebarkan Kerahiman Ilahi lewat kegiatan komunitas dan kepedulian terhadap sesama.

Semua orang yang hadir di ruangan seluas sekitar 30 meter persegi itu terlihat menundukkan kepala, hening dan larut dalam doa. Namun tidak hanya berdoa, setelah selesai rangkaian doa itu setiap orang membuka Alkitab masing-masing, lalu mulai mendengarkan pengajaran bertema “Pergulatan Tuhan dengan Yakub.”

Orang-orang ini adalah anggota Komunitas Lumen Christi. Komunitas doa ini memiliki devosi kepada Kerahiman Ilahi. Komunitas ini dibentuk pada Oktober 1988, dalam acara reuni Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) di Paroki St Andreas Kedoya Jakarta Barat. Estherina Arianti Djaja, Harimanto, Edison Jingga dan beberapa anggota lain mengajukan ide itu kepada Romo Johanis Mengko MSC, Pastor Paroki Kedoya saat itu. Tanpa berpikir panjang, Romo Mengko mengiyakandan langsung memberkati mereka.

Setelah direstui, mereka sepakat menamai komunitas itu Laskar Kristus. Henricus Haryanto dipilih menjadi ketua.

Romo Mengko mengakhiri tugasnya di Paroki St Andreas setelah reformasi politik tahun 1998 dan digantikan Romo Matheus Yatno Yuwono MSC. Kala itu situasi sosial politik Jakarta sedang bergejolak. Romo Matheus menganggap nama Laskar Kristus terkesan berbahaya. Situasi yang mendorong Haryanto mencari nama baru. Ia mencari dari ensiklopedia nama-nama Latin. Ia menemukan kata Lumen Gentium yang berarti Cahaya Gereja. Dari situ, ia mengambil nama Lumen Christi (Cahaya Kristus). Romo Yatno dengan senang hati menyetujui nama Lumen Christi.

Penyebaran Kerahiman Ilahi
Komunitas Lumen Christi mempunyai ciri khas berdevosi kepada Kerahiman Ilahi dan terdaftar di Pertemuan Mitra Kategorial (Pemikat). Komunitas ingin berdevosi kepada Kerahiman Ilahi. Kecintaan kepada Kerahiman Ilahi semakin bertambah, ketika pada Juni 2002, mendiang Paus Yohanes Paulus II menetapkan dekrit Minggu Kerahiman, yaitu minggu pertama setelah Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*