Artikel Terbaru

Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Isu SARA Menyangkal Pancasila

Muliawan Margadana memberi cendramata kepada Ignasius Jonan.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Isu SARA Menyangkal Pancasila
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam sejarah Munas ISKA, belum pernah ada dua menteri yang hadir. Munas ISKA kali ini menjadi istimewa karena dihadiri dua menteri sekaligus, yaitu Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Yasonna membuka Munas, sementara Jonan memberikan materi yang membahas tema “Isu SARA dan Kebhinnekaan”. Dalam pemaparan, Jonan mengimbau anggota ISKA untuk terus mendukung kebhinnekaan. Menurutnya, sebagai orang Indonesia kita perlu bersyukur bahwa bangsa ini didirikan bukan berdasarkan jargon mayoritas dan minoritas. Sebaliknya, negara menjamin kesempatan sederajat kepada warganya.

Karena itu, Jonan mengajak ISKA melupakan konflik suku, agama, dan ras (SARA). “Kalau mau Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote damai, hentikan isu SARA!” ujarnya.

Jonan menceritakan pengalamannya menjadi Menteri ESDM. Setiap menteri punya kesempatan memilih tiga staf khusus. Ia memilih bukan orang Katolik, tetapi dari agama lain. “Meskipun saya orang Katolik, tetapi saya tetap memilih berdasarkan kualitas. Karena itu tidak ada isu SARA, apalagi bawa-bawa agama dalam ranah publik.”

Jonan pun mengharapkan agar hal ini menjadi spirit bagi ISKA. Untuk bisa
menghidupi Pancasila, ISKA harus lebih banyak melayani. Pengabdian lewat pekerjaan, hobi, profesi yang berguna untuk orang lain adalah salah satu cara menanamkan nilai-nilai Pancasila. Dengan semakin banyak melayani, ISKA akan menjadi pionir Pancasila di Indonesia. “Untuk itu, ISKA jangan banyak-banyak belajar karena tidak ada manfaatnya. Lebih bagus sedikit punya pengetahuan, tetapi banyak melayani,” tegas Jonan.

Yusti H. Wuarmanuk (Medan)

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 15 Tanggal 9 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*