Artikel Terbaru

Ketua ISKA, Pelayan Pancasila

V. Hargo Mandirahardjo dan Adrianus A. Sidot.
[HIDUP/Yusti H. Wuarmanuk]
Ketua ISKA, Pelayan Pancasila
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comAncaman perpecahan bangsa menjadi isu sentral Indonesia saat ini. ISKA diharapkan menjadi garda terdepan dalam merawat Pancasila.

Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) 2017 mengambil tema, “Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia”. Tema ini berangkat dari kesadaran kolektif bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan.

Nilai-nilai luhur ini digali dari budaya bangsa yang bersifat universal dan tak akan usang dimakan waktu. Nilai-nilai luhur ini sejalan dengan program ISKA dalam merawat Pancasila. Mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat ISKA “Sanctus Albertus Magnus” Muliawan Margadana mengatakan, revitalisasi Pancasila dihidupkan ISKA untuk menyikapi suasana kebatinan di Indonesia. Kita sedang menghadapi bahaya laten radikalisme. “Ada berbagai upaya untuk membenturkan sesama putra-putri bangsa menuju ruang perpecahan,” kata lulusan Master Manajemen dari American Western University ini.

Pelayan Pancasila
Sejak menjabat Ketua Presidium ISKA pada 2010, Muliawan terus mendengungkan “solidaritas tanpa sekat”. Muliawan yang selalu mengedepankan semangat pluralitas ini mengatakan, sebagai organisasi cendekiawan Katolik, ISKA jelas posisinya sebagai front Pancasila. “ISKA akan mempertaruhkan segalanya untuk mempertahankan dasar negara Indonesia dari ‘westernisasi’ maupun ‘Timur Tengahisasi’ yang merongrong berbagai aspek kehidupan,” tegasnya.

Eksekutif di PT BHP Billiton Indonesia, sebuah perusahaan pertambangan, ini mengharapkan agar Indonesia tidak memasuki “Perang Generasi Keempat” yang mengandalkan soft and smart power dibandingkan hard power seperti pada masa lalu. Agar semua ini teratasi, ISKA harus berdiri menjaga benteng ideologi dan napas kehidupan yang bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menguraikan, sebagai ideologi, Pancasila akan hilang ketika bangsa Indonesia tidak lagi memeliharanya. Tetapi kenyataan membuktikan bahwa sejauh ini Pancasila tetap kokoh. Dalam perjalanan bangsa Indonesia, Pancasila menghancurkan ideologi lain yang tidak sepadan. Hal itu bisa terjadi karena Pancasila memang sakti. “Pancasila akan tetap memiliki kesaktian jika bangsa Indonesia memelihara dan melaksanakan sila-sila yang terkadung di dalamnya,” tandas pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 13 Maret 1964 ini.

Kendati begitu, Muliawan mengakui bahwa mengejawantahkan ideologi bangsa dalam suasana kekinian cukup sulit, apalagi berhadapan dengan era teknologi informasi dan “Generasi Y”. Tetapi ISKA tidak akan terusik oleh tantangan zaman ini. ISKA akan bersama seluruh komponen bangsa terus merawat Pancasila. Hal ini tak lain sesuai dengan amanat Mgr Albertus Soegijapranata SJ bahwa orang Katolik harus menjadi “Katolik 100 persen dan Indonesia 100 persen”.

Segendang sepenarian dengan Muliawan, Ketua ISKA terpilih periode 2017-2021 Vincentius Hargo Mandirahardjo mengutarakan, ISKA adalah organisasi keteladanan. Semua anggota ISKA harus mampu menggarami banyak orang untuk taat pada Pancasila. Karena itu, pemilihan Ketua Presidium ISKA, bukan mencari pemenang tetapi mencari pelayan Pancasila. “Siapapun yang melayani Pancasila, harus terikat pada aturan yang termaktub dalam sila-sila Pancasila,” tandas Hargo.

Dalam sambutan perdana, Hargo menyatakan siap mendukung ISKA sebagai garda Pancasila sekaligus rumah bersama bagi Kristianitas, intelektualitas, moralitas, dan profesionalitas. “Lima fondasi ini akan memberi rasa hormat kepada semua orang akan saktinya Pancasila,” cetusnya.

Hargo terpilih menjadi ketua baru ISKA setelah terjadi musyawarah untuk mufakat dengan dua kompetitornya yaitu Adrianus Asia Sidot dan Christian Arie Sulistiono. Tapi, Arie memutuskan mengundurkan diri dalam pemilihan ketua ISKA baru. Lewat musyawarah dan “negosiasi” penuh persaudaraan, Hargo terpilih sebagai Ketua Presidium ISKA.

Yusti H. Wuarmanuk (Medan)

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 15 Tanggal 9 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*