Artikel Terbaru

Chatting Mesra dengan Istri Orang

Chatting Mesra dengan Istri Orang
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh, suami saya ketahuan chatting dengan istri orang lain. Dia memanggil “sayang” kepada perempuan itu. Ketika membaca SMS-nya, saya sangat sakit hati dan sulit memaafkannya. Sesudah itu, kami jadi jarang bicara. Komunikasi kami buruk, sehingga berujung pada hubungan seksual yang semakin buruk. Bahkan sudah tiga bulan terakhir ini kami tak melakukan hubungan intim lagi. Saya semakin khawatir, jangan-jangan suami saya sudah berhubungan jauh dengan perempuan itu. Apa yang dapat saya lakukan agar hubungan kami kembali normal?

Imelda, Tangerang.

Ibu Imelda yang baik, terima kasih atas sharing Anda. Sayang sekali saya tak tahu berapa lama Anda telah menikah. Barangkali hal ini penting untuk saya jadikan pijakan menangani persoalan Anda berdua. Selama ini yang sering saya tangani adalah persoalan yang sama pada usia perkawinan di bawah sepuluh tahun. Saya ikut prihatin dengan kejadian seperti ini dalam beberapa rumah tangga.

Biasanya, kekeringan hubungan terjadi pada usia-usia awal perkawinan, barangkali juga pada usia senior. Singkatnya, perselingkuhan bisa terjadi pada semua jenjang hidup perkawinan. Paling sering terjadi memang seperti yang Anda sampaikan, yaitu dimulai dari keringnya komunikasi, karena sedikit sekali hal-hal yang dipakai untuk menjadi bahan pembicaraan.

Sebagai suami-istri, seharusnya bahan pembicaraan ada sebanyak pengalaman hidup hari itu. Apa saja boleh dibicarakan dan didiskusikan. Kegembiraan suami-istri adalah jika di antara mereka selalu ada saat saling bicara dengan enak, nyaman, terbuka, dan tanpa prasangka. Sebaliknya, jika hal itu tak terjadi, bahkan hidup seksual pun menjadi kering dan kurang dinikmati oleh kedua belah pihak.

Ingatlah bahwa perselingkuhan itu persoalan seksual. Meskipun dalam hal ini, suami Anda berselingkuh secara virtual, lewat media sosial, tetapi perselingkuhan selalu ingin menggantikan relasi intim di rumah dengan relasi dan pengalaman baru dengan orang lain. Maka mari berbicara lebih dalam soal seksualitas kalian berdua. Ambillah waktu untuk ikut menjadikan diri kita pelaku penyelamatan.

Jangan menuntut suami berubah atau bertobat. Peristiwa ini menyadarkan kalian bahwa perkawinan itu harus “diurusi”, diperhatikan, dan dijaga berdua agar tetap terawat baik dan membawa sukacita dan cinta setiap hari. “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran” (Kol 3:12).

Perhatikan cara bicara kalian berdua. Sekarang ini bukan saatnya saling menyalahkan. Tujuan kita adalah menyelesaikan masalah dalam damai agar dapat hidup normal kembali, maka perlu membuka kemungkinan untuk berdamai. Saling menyalahkan hanya akan memperburuk situasi, meskipun suami melakukan kesalahan. Hal penting sekarang mengubah suasana rumah menjadi semakin nyaman untuk mendukung rekonsiliasi.

Saya mengusulkan, kalian mulai berani membicarakan hal-hal yang paling sensitif tanpa rasa malu atau tabu. Sampaikan apa yang menjadi hambatan; apa yang tak disukai; apa yang disukai; apa yang diimpikan; dan apa yang bisa menghilangkan gairah. Hal-hal itu hanya layak dibicarakan berdua dengan pasangan. Sampaikan dengan kasih; sekali lagi jangan merasa risi atau bersalah jika jujur menyampaikan kebutuhan.

Saya tak ingin membahas apa yang dilakukan suami Anda dengan selingkuhannya. Saya justru ingin memperkuat apa yang seharusnya ada dalam rumah tangga Anda. Jika Anda tergolong pasutri muda, tentu masih banyak waktu untuk menjalin komunikasi terhangat. Seks adalah puncak dari komunikasi dan bukan aktivitas rutin.

Jangan absen terlalu lama. Anda akan benar-benar kehilangan semangat untuk memulainya lagi dengan pasangan Anda, apalagi jika ada kebencian, kecurigaan, dan sakit hati. Sembuhkan relasi Anda dengan iman. Jangan takut mengampuni dan mulailah mengasihi dengan tulus hati. Semoga Tuhan memberkati.

Alexander Erwin Santoso MSF

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 15 Tanggal 9 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*