Artikel Terbaru

Gereja Meng–Indonesia

Gereja Meng–Indonesia
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dari sejarah, nampak bahwa Gereja di Jakarta menjadi cikal bakal perkembangan Gereja Katolik Indonesia. Dari sinilah lahir Gereja-gereja Lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. Pantas pula jika kita mengingat kembali sebagian Pendahuluan Kesepakatan Bersama para peserta Pertemuan Nasional Umat Katolik Indonesia (PNUKI) 1984: “Kristus yang datang di Kepulauan Nusantara sebagai Gereja, selama 450 tahun ini tetap ikut mengalami apa yang dialami oleh penduduk kepulauan tersebut. Dalam dan melalui Gereja-Nya, Dia ikut merasakan semua yang dirasakan oleh mereka: ikut bergembira dengan kegembiraan mereka dan juga ikut memikul derita yang ditanggung oleh penghuni kepulauan ini. Menurut kepercayaan Kristiani, Kristus hadir dalam suka dan duka mereka yang tinggal di dusun-dusun, mereka yang bermukim di kota-kota, mereka yang menghuni gunung-gunung dan mereka yang mendiami pantai-pantai: semua saja tanpa kecuali (bdk. Mat 9:35-38). Dia juga diimani sebagai Tuhan yang hadir bersama bangsa ini membentuk kehidupan bersama di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.”

Begitulah, Gereja kian merasuk ke dalam kehidupan bangsa ini. Ia hadir bukan sebagai “Gereja asing” di Indonesia. Ia hadir sebagai Gereja Katolik Indonesia yang mau melibatkan diri dalam suka dan duka, kegembiraan dan kecemasan bangsa ini. Bagi umat Katolik, Kristus yang diimani sekaligus diwujud-nyatakan sebagai daya juang dalam hidup keseharian. Sudah sejak lama, umat Katolik bersama hierarki dan kaum religius bercita-cita menghadirkan wajah Gereja yang sungguh-sungguh Indonesia, yang mau terlibat dalam dialog dengan aneka budaya, beragam agama, dan pelbagai macam bentuk kemiskinan.

Sepuluh tahun silam, pada perayaan 200 tahun Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Uskup Agung Jakarta Kardinal Julius Riyadi Darmaatmadja SJ menulis dalam Surat Gembala bahwa Gereja KAJ terpanggil untuk menjadi tanda Allah yang berkarya di antara rakyat Jakarta-Tangerang-Bekasi, mau semakin lama semakin setia kepada Yesus Kristus dengan terus-menerus mencari jalan untuk membaktikan diri kepada sesama rakyat, dalam semangat persaudaraan sejati.

Semangat ini kian dipertegaskan dengan Arah Dasar KAJ 2016-2020, “Gereja Keuskupan Agung Jakarta sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maharahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan. Atas dorongan Roh Kudus, berlandaskan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus, serta semangat Gembala Baik dan Murah Hati, umat Keuskupan Agung Jakarta berupaya menyelenggarakan tata pelayanan pastoral-evangelisasi agar semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persaudaraan inklusif, dan berbelarasa terhadap sesama dan lingkungan hidup.”

Rumusan-rumusan ini tentu mengajak kita untuk turut serta menghadirkan Gereja yang tak lagi “asing” bagi masyarakat. Bukan lagi Gereja di Jakarta, tapi Gereja Jakarta; bukan Gereja di Bekasi, melainkan Gereja Bekasi; bukan Gereja di Tangerang, tetapi Gereja Tangerang. Gereja yang sungguh meng-Indonesia.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 20 Tanggal 14 Mei 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*