Artikel Terbaru

St Aegidius dari Athena (650–710): Menemukan Logos Sejati dalam Sunyi

St Aegidius Dari Athena bertemu raja di tengah hutan.
[kosciol.wiara.pl.com]
St Aegidius dari Athena (650–710): Menemukan Logos Sejati dalam Sunyi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPerjumpaan budaya hellenis dan mitologi Yunani abad VI membuatnya menjadi pertapa seumur hidup. Doa dan matiraga menjadi kekuatan baginya di tengah hutan Perancis.

Cuaca cukup bersahabat untuk berburu. Dengan seekor kuda, Raja Perancis Childebert III (695-711), Putera Raja Theuderic II, berangkat berburu ke hutan. Dengan beberapa pengawal, Raja yang dijuluki Le Juste (Yang Adil) ini pun berangkat. Ketika memasuki Hutan Rhône, yang berada dekat Sungai Gard, Septimania, Perancis Selatan, mereka melihat seekor kijang jantan. Tanpa menunggu, mereka langsung membidik kijang tersebut. Tapi dalam sekejap, binatang mamalia itu menghilang di balik semak belukar. Yakin bahwa kijang itu bersembunyi di dalam semak, seorang pengawal langsung membidik anak panah ke semak itu.

Sesaat kemudian, raja dan para pengawal terkejut. Di dalam semak itu, seorang pertapa menyeringai kesakitan akibat anak panah yang menembus dadanya. “Siapakah engkau dan apa yang engkau lakukan di sini?” tanya sang raja. Orang tersebut lalu menceritakan kisah hidupnya. Dari cerita itu, raja pun mengenalnya sebagai Aegidius, Pangeran Athena. Setelah itu, raja mohon ampun dan meminta para tabib untuk merawat luka sobekan panah tersebut.

Raja sungguh kagum kepada Aegidius. Raja memaksanya untuk tinggal di kerajaan. Tapi Aegidius menolak. Sebagai gantinya, ia meminta raja mendirikan sebuah biara, yang kemudian dikenal dengan Biara St Giles du Gard, Perancis. Kisah hidup sang pertapa ini membuat Gereja mengakuinya sebagai orang kudus, pelindung kaum difabel.

Mitologi Yunani
Aegidius atau Giles (Perancis) adalah pangeran Kerajaan Athena, Yunani. Namanya tercatat dalam historiografi Yunani. Aegidius lahir sekitar tahun 650. Orangtuanya, Raja Theodore dan Ratu Pelagia memerintah Athena sekitar abad VI.

Kehidupan istana membuat Aegidius bertumbuh di tengah peradaban Yunani yang kental. Sejak kecil, ia menghormati dewa-dewi Yunani. Ajaran mitologi Yunani membuatnya jauh dari ajaran Kristen. Karya-karya Hesiodos-Theogonia menjadi literatur utama yang memenuhi hati dan budinya di masa kecil.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*