Artikel Terbaru

Memihak Kebenaran dan Keadilan Injil

Paulus Dwiyaminarta CSsR.
[NN/Dok.Pribadi]
Memihak Kebenaran dan Keadilan Injil
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comBerpihak kepada kebenaran dan keadilan menurut Injil merupakan nilai tertinggi yang harus dijunjung. Karena itu, hati nurani harus selalu diasah.

Gereja dan lembaga Katolik harus bersih untuk lebih lantang menyuarakan kebenaran dan keadilan kepada dunia. Tragis jika pelanggar hukum justru institusi Katolik. Berikut nukilan wawancara dengan Ketua Yayasan Kajian dan Bantuan Hukum Sarnelli, Romo Paulus Dwiyaminarta CSsR yang sedang berada di Filipina, melalui surat elektronik, Jumat, 7/4.

Sebagai imam sekaligus advokat, bagaimana Romo melihat praktik hukum di negara kita?

Pertama, saya ingin menanggapi mengenai imamat dan profesi advokat. Advokat adalah profesi yang disebut sebagai officium nobile, profesi luhur dalam kehidupan. Sebagai profesi luhur dalam kehidupan tak ada yang bertentangan dengan iman dan moral. Keduanya dapat saling menunjang kehidupan dan pelayanan kepada umat dan masyarakat.

Saya ingat kata-kata mgr Valentinus Winardi Kartasiswoyo (1935-2014), ketika saya akan mengikuti ujian advokat. Menurut mgr Kartasiswoyo, “Tugas seorang imam adalah mempersatukan umat. Advokat pasti memihak.” Saya sependapat dengannya, tapi ada tambahan, memihak kebenaran dan keadilan menurut Injil. Saya yakin, perutusan seorang imam berpihak kepada mereka yang hidup seturut Injil dan mewartakan Kabar Sukacita yang membebaskan untuk mereka yang tertindas dan terabaikan.

Kedua, praktik hukum di negara kita masih butuh perjuangan dan usaha keras agar semakin memihak kepada kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai Injil. Singkatnya, belum sepenuhnya mencapai nilai-nilai ideal, seperti dalam Pancasila. Mungkin kita mengatakan, takkan mencapai ideal. Tapi saya yakin, kita harus berjuang dan mengarah ke sana.

Praktik hukum di negara kita bisa dilihat dari proses hukum yang sedang
berlangsung dalam berbagai kasus yang menyerap perhatian publik. Tentu itu
merupakan fenomena gunung es. Apakah yang terjadi di daerah terpencil, juga mendapatkan perhatian yang selayaknya? Saya sering frustasi, bila mendapat keluhan hukum dari daerah terpencil. Merasa tak berdaya meski hanya untuk memberi pengharapan akan kebenaran dan keadilan dari Tuhan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*