Artikel Terbaru

Arti Ekologis Kebangkitan Kristus

Arti Ekologis Kebangkitan Kristus
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comDalam kaitan dengan tema APP Nasional “Keluarga yang berwawasan ekologis”, apakah ada arti ekologis kebangkitan Kristus? Apa dasar biblisnya?

Yohana Miawati, Malang

Pertama, dosa manusia merusak bukan hanya hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga dengan sesama, diri sendiri dan alam semesta (Reconciliatio et Paenitentia, Art. 4, 8, 17 dan 26). Karena itu dunia materiil dan badan kita adalah juga sasaran penebusan Allah. Maka, penebusan yang dilakukan Kristus diarahkan bukan hanya pada pemulihan hubungan manusia dengan Allah, sesama dan diri sendiri, tetapi juga dengan alam semesta. Dari faktor ini jelas, bahwa kebangkitan Kristus mempunyai arti ekologis yang sangat penting.

Kedua, Kristus diakui sebagai pengantara ciptaan (1 Kor 8:6; Kol 1:16; Ibr 1:2; Yoh 1:3; Why 3:14). Bisa dikatakan bahwa badan Yesus mewakili wujud kelihatan dari kemanusiaan Yesus. Sedangkan, kemanusiaan Yesus adalah perwakilan dari seluruh umat manusia, sekaligus perwakilan dari seluruh alam semesta. Maka, penjelmaan Sabda berarti Anak Allah menyatukan diri dengan alam semesta materiil dan karena penyatuan ini, Sang Sabda “memasukkan ke dalam dunia materi benih transformasi akhir” (Laudato Si’, Art. 235).

Yesus Kristus bukan hanya bagian dari alam semesta, tetapi kehadiran-Nya meresapi dan terkait dengan seluruh alam semesta. Maka, ketika melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya, Kristus memperdamaikan segala sesuatu dengan Allah (2Kor 5:19; Kol 1:20; Ef 1:9-10), berarti seluruh alam semesta didamaikan dengan Allah. Jadi, kebangkitan Yesus Kristus berarti pemuliaan badan insani Yesus, yang berarti juga pemuliaan kemanusiaan kita, sekaligus juga pemuliaan seluruh alam semesta.

Perjanjian Baru jelas menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus tidak sama seperti kebangkitan Lazarus. Yesus yang bangkit memiliki badan yang berbeda, yaitu badan yang dimuliakan, yang tidak terikat ruang dan waktu, yang bisa menembus tembok. Perbedaan itu ditunjukkan secara jelas oleh Rasul Paulus, yaitu untuk badan sebelum kebangkitan digunakan kata “daging” (sarx, Yun) (bdk. 1 Kor 15:39), sedangkan untuk badan Yesus yang bangkit digunakan kata “tubuh” (soma, Yun) yang dikaitkan dengan “kemuliaan” (bdk. 1Kor 15:40-44). “Perubahan” ini diungkapkan Paulus sebagai sebuah transfigurasi dari tubuh yang “duniawi” menjadi tubuh “sorgawi”.

Kodrat perubahan inilah yang sulit kita cerap dengan kemampuan rasional. Tanda-tanda yang kita tahu ialah bahwa kematian tidak berkuasa lagi, tak ada perkabungan, dukacita (Rm. 6:9; Why 21:4-6, 22:1-5). Jadi melalui (tubuh) manusia yang merupakan bagian integral alam semesta, seluruh kosmos diubah dan ikut menikmati rahmat kebangkitan Yesus Kristus (bdk Rm 8:19-23). Inilah dimensi ekologis kebangkitan Kristus.

Paus Fransiskus dalam Laudato Si’, menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah “pemulihan hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan dengan dunia.” Maka, perayaan “hari kebangkitan” adalah perayaan “’hari pertama’ ciptaan baru; buahnya yang pertama adalah kebangkitan kemanusiaan Tuhan, yang menjadi jaminan transfigurasi akhir seluruh realitas ciptaan” (Art. 237).

Ketiga, dimensi ekologis kebangkitan ini membuat kita sadar bahwa “dunia kita ini” tidak disangkal oleh kebangkitan Kristus, tapi malah ditransfigurasikan, dan pada akhirnya akan dijadikan “langit dan bumi yang baru”. Jika demikian, maka tugas Gereja mewartakan “Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15) berarti mengalirkan rahmat kebangkitan Kristus kepada seluruh alam semesta.

Secara praktis juga berarti ikut bertanggung jawab memelihara dan memulihkan keutuhan dan keharmonisan alam sebagai buah kebangkitan Tuhan. Perayaan Kebangkitan Kristus menegaskan tanggung jawab kita dalam kerasulan memelihara dan memulihkan keutuhan dan keharmonisan alam semesta.

Petrus Maria Handoko CM

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 16 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*