Artikel Terbaru

Balitaku Kecanduan Handphone

Balitaku Kecanduan Handphone
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh, anak saya berusia tiga tahun. Rasa-rasanya, dia sudah ketergantungan dengan handphone. Dia gemar sekali membuka Youtube untuk mendengarkan lagu. Tiap hari, hampir selalu dia meminta handphone kepada mamanya. Jika tak diberi, dia menangis. Saya khawatir, dia makin kecanduan dan bisa mengganggu penglihatannya. Bagaimana saya harus menanganinya, meski dia akan menangis jika kami tidak memberi handphone?

Benedictus Romoaldus, Malang

Bapak Benedictus, teknologi modern terkadang memudahkan manusia. Namun, kita kadang juga melupakan efek samping yang harus dibayar lebih dari apa yang kita dapat dari teknologi itu. Kehidupan keluarga muda saat ini memang sangat berbeda dengan masa lalu. Kebutuhan berkomunikasi lewat handphone (HP) menjadi tren gaya hidup masa kini.

Banyak orang berlomba-lomba untuk memiliki HP tercanggih. Ketertarikan dan keingintahuan tentang dunia luar menjadikan banyak orangtua lupa tugas pokok mereka, yakni mengasuh putra-putrinya. Penelitian sejumlah ahli tentang kebiasaan menggunakan HP menjelaskan, akan ada masalah kesehatan dan ketagihan (adiksi) kepada manusia. Demi meminimalisasi masalah, saya hanya membatasi pada kasus penggunaan HP pada balita.

Teori-teori psikologi perkembangan menyebutkan, balita memiliki tugas perkembangan untuk menggunakan kemampuan motorik halus dan kasar, seperti berlari, berjalan, bermain, berinteraksi sosial, dan kemampuan komunikasi anak. Dari informasi ini, kita tahu, bermain HP akan menghambat tugas perkembangan anak, maka penggunaannya harus dibatasi. Hasil penelitian juga menunjukkan, karena tulang tengkorak anak-anak belum sempurna, maka bahaya radiasi, paparan (exposure) gelombang dari HP dapat membuat kerusakan otak, yang memicu kanker pada anak yang gemar bermain HP secara berlebihan semakin tinggi.

Dari risiko itu, Anda bersama pasangan harus mengatur strategi agar anak Anda tak kecanduan bermain HP. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan. Pertama, kadang anak kecanduan bermain HP disebabkan kelakuan orangtuanya sendiri. Orangtua menjadi model bagi anak untuk meniru (modeling). Karena itu, kurangi kebiasaan Anda dan istri menggunakan HP di rumah dan saat bersama anak.

Kedua, kesibukan orangtua seringkali membuat kita mencari langkah mudah untuk menenangkan anak. Salah satunya adalah memberikan HP kepada anak agar dia asyik bermain, sehingga tak menggangu orangtuanya. Perilaku orangtua seperti ini jelas salah. Buatlah kesepakatan dengan istri soal jam membuka HP di rumah, sebaiknya saat anak tidur.

Ketiga, gunakan waktu luang Anda dengan mengajak anak bermain dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Anak merasa lebih bahagia ketika orangtuanya memperhatikan dirinya ketimbang bermain HP. Cara ini meningkatkan kelekatan emosi orangtua dengan anak yang berdampak bagi pertumbuhan mentalnya.

Keempat, jika anak Anda tinggal dengan asisten rumah tangga atau saudara, bila Anda bekerja, sebaiknya Anda memberitahu mereka agar tak bermain HP di depan balita. Sebab, mereka juga bisa membuat balita Anda kecanduan bermain HP. Bila kondisi keuangan Anda baik, menitipkan anak di Tempat Penitipan Anak atau Day Care yang bagus pendidikannya akan lebih menguntungkan, karena anak akan bertemu dan bermain dengan teman sebayanya. Tentu saja dengan didampingi pengasuh yang memahami pendidikan dan perkembangan anak. Pada awal membiasakan anak tak bermain HP, tentu mereka akan marah, menangis, dan ngambek. Anda sebaiknya jangan terpengaruh dan perlu bersikap “tega” untuk menghadapinya. Alihkan perhatian anak dengan melakukan aktivitas yang lebih menarik. Jika Anda teguh memegang prinsip, anak Anda lama-kelamaan akan terbiasa tak bermain HP. Selamat menikmati masa-masa bahagia bermain dengan anak. Jangan sampai Anda dan istri menyesal karena kehilangan masa-masa indah bermain dengan anak Anda.

Dr Kristiana Haryanti M.Si, Psikolog

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 16 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*