Artikel Terbaru

Paulus Januar: Mewariskan Nilai Dokter Gigi

Paulus Januar (paling kiri) tengah berdiskusi dengan rekan dosen dan mahasiswa.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Paulus Januar: Mewariskan Nilai Dokter Gigi
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comBermodalkan rekam jejak di organisasi selama menjadi mahasiswa, Dokter Paulus mengayuh biduk Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Moestopo Jakarta. Rekan dosen dan mahasiswa menganggap dia sebagai pemimpin teladan.

Pukul 07:56, Paulus Januar mengirimkan pesan melalui Whatsapp, ia sudah ada di kampus. Paulus adalah Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama yang terletak di Bintaro Raya, Tangerang. Ia selalu datang pagi, meski jarak kampus dengan rumahnya di Condet, Jakarta Timur, terbilang jauh. “Datang lebih awal selalu lebih baik,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya pekan lalu.

“Pukul 10:00, saya ada rapat bersama para dosen,” lanjut Paulus sembari duduk di sofa. Rapat, lanjutnya, merupakan agenda tetap para dosen untuk mengetahui perkembangan dan informasi terbaru seputar FKG Universitas Moestopo.

Mewarisi Nilai
Paulus mulai menduduki kursi dekan pada Mei 2013. Dalam sambutan pelantikan, Paulus menekankan tentang nilai kehadiran profesi dokter gigi dalam masyarakat. Para dokter gigi jebolan Moestopo, lanjutnya, secara umum diharapkan menjadi dokter gigi yang profesional, memiliki wawasan ilmu dan teknologi, serta menjunjung tinggi etika profesi.

Kata Paulus, profesi dokter gigi sebagaimana profesi kesehatan yang lain mengalami metamorfosis paradigma. “Paradigma lama, dokter menunggu orang sakit datang. Sementara paradigma baru adalah menjaga orang sehat agar tetap sehat dan sedapat mungkin meningkatkan taraf kesehatan yang disebut promotif dan preventif.” Paradigma semacam itu, lanjut ayah dua anak ini, sudah mulai berkembang dan semakin meningkat.

Hal lain yang menjadi sasarannya, lulusan FKG Universitas Moestopo mesti memiliki semangat juang bagi negara dan bangsa, sebagaimana cerminan Prof. Dr. Moestopo, sang pendiri yang merupakan salah seorang pahlawan nasional. Paulus menyebut, kata “beragama” dalam nama lengkap Universitas Moestopo kerap menjadi pertanyaan bagi masyarakat. “Identitas beragama pada nama universitas ini merupakan pencerminan penghayatan dan pengamalan Pancasila dengan aksentuasi pada pengembangan kehidupan beragama.”

Pengembangan kehidupan beragama itu tercermin dalam pelbagai potret kegiatan keagamaan yang dijalankan. Misal pada April ini, FKG Universitas Moestopo menjadi tuan rumah Forum Ukuha Lembaga Dakwah Mahasiswa Kedokteran Gigi se-Indonesia. Pun begitu kegiatan keagamaan mahasiswa lainnya. Fasilitas beribadat, seperti mushola bagi yang berama Islam, kapel bagi umat Katolik, kapel bagi umat Protesan, dan tempat ibadat bagi yang beragama Budha dan Hindu, tersedia. “Dengan demikian yang sekarang disebut sebagai pluralisme dalam kehidupan beragama telah menjadi identitas universitas ini sejak didirikan 56 tahun lalu,” urainya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*