Artikel Terbaru

Beato Justo Takayama Ukon (1552–1587): Samurai Sejati Pembela Kristus

Beato Justo Takayama Ukon bersama para imam dan umat menuju Filipina.
[takayamaukon.id]
Beato Justo Takayama Ukon (1552–1587): Samurai Sejati Pembela Kristus
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comIa menjadi samurai Jepang pertama yang dimakamkan di Filipina. Kini, banyak keturunannya menjadi Katolik dan tinggal menetap di Filipina.

Sebuah pemandangan berbeda menyeruak ketika orang berjalan-jalan di sekitar Manila, Filipina. Di dekat Paco Market, ada Plaza Dilao (Tagalog:
diláw berarti kuningan). Di situ banyak bangunan dan kuliner khas Jepang. Di sepanjang jalan menuju alun-alun Quirino Avenue, banyak pula toko yang menjajakan berbagai pakaian, kosmetik, dan obat-obatan tradisional dari Negeri Samurai.

Di tengah alun-alun itu, sebuah patung berukuran 10 meter berdiri tegak dengan katana (pedang samurai) berbentuk salib lengkap dengan korpusnya. Inilah patung Beato Justo Takayama Ukon, martir Jepang yang melarikan diri ke Filipina. Keturunan Takayama berhasil mengawinkan dua tradisi, Jepang-Filipina.

Tradisi Samurai
Ukon lahir tahun 1552, dengan nama Hikogoro Shigetomo, yang lebih dikenal dengan nama Justo Takayama Ukon. Ia berasal dari keluarga pejuang samurai di Haibara-cho, Nara, Jepang. Periode Nara (710-794) menandai sebuah negeri Jepang yang kuat dan berpusat pada sebuah istana kekaisaran di Heijokyo (kini: Nara). Istana kekaisaran ini kemudian pindah ke Nagaoka-kyo, lalu ke Heian-kyo (kini: Kyoto) yang menjadi masa keemasan kebudayaan klasik Jepang.

Pada zaman pertengahan ini, Jepang dicirikan dengan bangkitnya kelompok penguasa yang terdiri dari para ksatria yang disebut samurai. Tahun 1184, Jenderal Minamoto no Yoritomo menjadi penguasa di Kamakura, sebelah selatan Yokohama masa kini. Setelah ia wafat, muncul Ksatria Hojo sebagai shogun (panglima tertinggi) yang memimpin para jenderal.

Meski zaman shogun ini cukup solid, tetapi kemudian pecah karena faksi-faksi yang saling berperang yang dikenal periode Sengoku (zaman perang, 1568-1600). Pada periode ini, sang ayah, Takayama Tomoteru menjadi bushi (ksatria samurai) yang terkenal.

Pada 1564, sang ayah menjadi Kristen. Setahun kemudian, Ukon dibaptis dengan nama permandian Justo. Setelah menjadi Kristen, ia tetap mempraktikkan tradisi keluarga pejuang samurai. Pembaptisan ini diawali dari pertemuan keluarga Takayama dengan para misionaris Jesuit di Jepang.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*