Artikel Terbaru

Gereja Hadir dalam Keluarga Buruh

Kegiatan BPB-LDD memberikan pelatihan bagi buruh perempuan.
[NN/Dok.LDD]
Gereja Hadir dalam Keluarga Buruh
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comTuntutan kebutuhan keluarga memaksa perempuan untuk terjun ke pasar kerja. Beban mereka bertambah, bekerja dan mendampingi anak. Gereja terlibat menawarkan solusi.

Banyak yang berpendapat, kaum perempuan sering dipandang sebagai elemen terbelakang dalam gerakan revolusioner. Kaum perempuan dianggap penghalang aktivitas revolusioner. Kata mereka, tidak seharusnya perempuan terlibat dalam aktivitas revolusioner dan mengarahkan perempuan pada aktivitas politik berbasis “gender” yang anti perjuangan kelas.

Dewasa ini, banyak kaum perempuan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga akibat penghasilan suami tidak mencukupi. Tak jarang, kita menemukan perempuan mengambil peran sebagai “kepala keluarga”. Ini adalah salah satu faktor masuknya perempuan ke pasar tenaga kerja.

Lantas, aneka soal yang dihadapi buruh perempuan pun bermunculan. Bagi yang sudah menikah, tanggung jawab menjadi dobel, yakni tetap bekerja dan mengurus anak di rumah. Seringkali lilitan kebutuhan hidup tak memberi pilihan lain selain tetap bekerja sekaligus membesarkan buah hati. Alhasil, saat jam kerja, para keluarga harus menitipkan anak mereka kepada sanak saudara atau tetangga.

Perhatian Gereja
Gereja memandang bahwa karya pelayanan bagi kaum buruh adalah medan pelayanan yang perlu digarap maksimal. Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) melalui Biro Pelayanan Buruh Lembaga Daya Dharma (BPB-LDD), mencoba turun mendampingi, menganimasi, dan mencari solusi. LDD mengusahakan solusi atas ribuan persoalan yang dihadapi para buruh di wilayah KAJ.

Pelayanan ini merupakan implementasi mandat Sinode I KAJ. Implementasi sinode ini menghendaki agar Gereja KAJ memberikan pelayanan khusus kepada buruh industri di kawasan industri Jakarta dan sekitarnya. Usaha ini berjalan seiring dengan industrialisasi dan urbanisasi yang terjadi di Jakarta.

BPB-LDD berdiri pada 1991 dengan konsentrasi pada pendampingan buruh Katolik yang datang ke Jakarta. Bentuk pelayanan lembaga ini mulai dari tim kesehatan, tim kewirausahaan, bahkan katekis yang disebar di beberapa gereja yang dekat dengan kawasan industri. Seiring berlalunya waktu, pelayanan ini juga fokus pada isu hak-hak kaum buruh perempuan.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*