Artikel Terbaru

St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka

St Caterina Volpicelli.
[volpidelli.com]
St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comHidupnya dimulai sebagai penari balet, dan berakhir sebagai penghibur kaum miskin. Spiritualitas Hati Kudus Yesus menggerakkannya menjadi ibu bagi kaum terluka.

Suara merdu musik orkestra mendayu-dayu mengiringi seorang dara yang menari balet di atas panggung. Sesekali ia memperagakan balet dengan teknik virtuoso, berjinjit hingga berdiri dengan ujung jari kaki. Ia juga menggunakan teknik grand pas de deux, mengangkat kaki tinggi-tinggi. Semua mata yang memandang tarian sang dara berusia 15 tahun itu penuh kekaguman.

Tarian yang disuguhkan dalam pertemuan para ningrat Italia ini dimainkan oleh seorang putri bangsawan bernama Caterina Volpicelli dari Napoli, Italia.
Caterina menari balet dengan koreografi mumpuni. Sejak kecil, ia digadang-gadang akan menjadi balerina atau penari balet. Namun, Tuhan memanggilnya untuk “menari” dan menghibur kaum miskin. Ia justru mendirikan Institut Sekulir Abdi Hati Kudus Yesus.

Mengejar Polularitas
Caterina lahir dan besar dalam keluarga borjuis Neapolitan dari Regno delle Due Sucilia, Napoli, 21 Januari 1839. Sebagai anak borjuis, Caterina menjalani masa kanak-kanak dalam kelimpahan harta. Dalam hal pendidikan, putri pasangan Petrus dan Teresa de Micheroux ini tergila-gila pada tari dan musik. Semenjak remaja, ia menghabiskan hari dengan bermain teater, bermusik, dan berpuisi.

Sang ayah sadar betul bahwa sedari kecil buah hatinya sudah berangan ingin
menjadi artis beken. Maka segala dukungan dikerahkan sang ayah bagi putrinya itu. Lain halnya dengan sang ibu. Teresa merasa bahwa panggilan Caterina bukan menjadi orang terkenal, tapi menjadi “artis rohani”. Keyakinan ibu beranak tiga ini didasarkan atas pengalaman bersama Caterina. “Dalam setiap kesibukan, Caterina tak lupa berdoa,” tulis pengarang biografi Caterina, Peter Castinova mengutip kata-kata sang ibu.

Ketika tamat sekolah menengah, Caterina bersekolah di Royal Institut of St Marcellino, Napoli. Di bawah bimbingan Margherita Salatino dan Pastor Ludovico da Casoria OFM (1814-1885), Caterina mengenal spiritualitas St Fransiskus Assisi.

Margherita dan Ludovico juga mendirikan Ordo Fransiskan Sekuler Persaudaraan Kasih (Frati Bigi della Carità/IC), dan Ordo Suster Fransiskanes St Elizabeth (Le Suore Francescane Elisabettine, dette Bigie/SFEB). Ludovico kemudian dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada 2014.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*