Artikel Terbaru

Suster CB Rentangkan Sayap Pelayanan

Sr Marisa Nur Trisna CB di zona sayur organik ESC PUSPANITA Bitungsari, Ciawi-Bogor.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Suster CB Rentangkan Sayap Pelayanan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPara suster Carolus Borromeus merayakan 180 tahun di dunia dan tahun depan 100 tahun di Indonesia. Kental dengan karya pelayanan pendidikan dan kesehatan, para suster CB juga memiliki karya sosial-pastoral.

Hujan mengguyur deras. Di sebuah kandang beberapa kelinci tampak memejamkan mata. Di antara rinai hujan, bau semerbak menusuk hidung. Bau ini datang dari beberapa jenis tanaman bunga aroma terapi. Sembari membetulkan payung bermotif bunga pink, Sr Marisa Nur Trisna CB memetik beberapa di antaranya. “Ini bunga Angsiau, wanginya sangat lembut,” kata Sr Marisa seraya menempelkan bunga itu di hidung. Baunya seperti buah nangka yang matang.

Bunga Angsiau tak tebar pesona sendirian. Bunga lain, seperti Melati, Mawar hingga Anggrek juga unjuk semerbak. Bunga-bunga aroma terapi ini menghiasi zona tanaman hias di Eco Spirit Center Pusat Spiritualitas Tarakanita (ESC PUSPANITA). Perpaduan aroma bunga-bunga ini melahirkan semerbak penyejuk jiwa. Zona ini, lanjut Sr Marisa, menjadi favorit pengunjung ESC PUSPANITA. “Ketika tiba, mereka akan mengitari dan memanjakan hidung dengan bunga-bunga ini.”

ESC PUSPANITA ini adalah pusat pembelajaran dan pelatihan ekologi asuhan para suster CB. Tempat yang terletak di Desa Bitungsari, Ciawi Bogor ini bertujuan menyebarkan spiritualitas keadilan dan perdamaian dan keutuhan ciptaanNya. Di tempat ini, para siswa sering mengadakan rekoleksi, retret ekologis, dan live in.

Harmoni Alam
Luas area ESC PUSPANITA berkisar tiga hektar. Bangunan hanya mengisi secuil area itu. Sisanya ruang terbuka dengan aneka tanaman. Selain zona tanaman hias, ada enam zona lain dengan fungsi dan keunikan tersendiri. Hanya sepelempar batu dari zona penyejuk hidung, ada zona sayur organik. Pelbagai jenis sayuran menghampar hijau segar.

Ada pula zona perkebunan buah. Pepaya, pisang hingga semangka jamak dijumpai di zona ini. Ada beberapa kandang hewan seperti kambing, bebek, ayam dan kolam lele di zona ini. Penempatan kandang-kandang ini bukan tanpa alasan. Buah-buahan, kata Sr Marisa membutuhkan phospat (pupuk dari kotoran hewan). “Jadi ini memudahkan distribusi pupuk bagi tanaman buah-buahan ini,” kata jebolan Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor ini.

Dengan latar belakang semacam itu, Sr Marisa mahfum bagaimana menghasilkan tanaman berkualitas tinggi. Zona lainnya adalah zona hutan keluarga, tanaman pangan, tanaman herbal, dan pengelolaan air. Hewan-hewan yang ada di sana, kala dilepas dari kandang akan mengitari tanaman tanpa pertengkaran. Di sana, monyet bergaul karib dengan kalkun. Selain harmoni, ESC PUSPANITA menghasilkan uang dari produksi sayur dan buah berkualitas.

Keberadaan ESC PUSPANITA tak hanya menyumbang keseimbangan ekosistem alam semesta ini, tetapi juga membalur tembok keadilan yang pecah di wilayah Bitungsari. Warga Bitungsari banyak berprofesi sebagai karyawan lepas di pabrik-pabrik. “Di sela-sela pekerjaan mereka di pabrik, mereka bisa bekerja di sini juga.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*