Artikel Terbaru

Asyik Arahkan Talenta Anak

Asyik Arahkan Talenta Anak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comPengasuh yang baik, saya memiliki bayi berusia dua tahun. Dia sangat suka musik. Bahkan beberapa lagu sudah bisa dia lantunkan. Bagaimana saya menjaga dan mengarahkan ketertarikannya di bidang musik, sehingga kelak ia mahir dalam berkesenian. Dan, bagaimana cara agar pendampingan orangtua tak sampai membuat bayi kami tertekan. Mohon bantuan.

Dominica Iriana, Magelang

Ibu Iriana terkasih, kami turut merasa senang, karena pada usia anak Anda yang masih sangat belia, Anda sudah bisa melihat talentanya. Tentu tak semua orangtua seberuntung Anda. Sebagai orangtua, tugas kita adalah mendampingi dan membimbing anak. Sehingga talenta anak dapat menjadi keterampilan yang mumpuni dan kelak membawa kebaikan untuk pribadinya maupun orang-orang di sekitarnya.

Ada beberapa hal yang sebaiknya kita ingat saat membimbing anak untuk perkembangan talentanya, tanpa membuat dia tertekan. Pertama, beri anak kesempatan mengasah talentanya melalui permainan dan dalam suasana gembira. Sebagai bentuk dukungan kita, tunjukkan kegembiraan dan kesediaan bermain bersama buah hati.

Kita tak perlu menetapkan target frekuensi latihan dan seberapa besar perbaikan yang ditunjukkan. Cukup bahwa ia dengan senang hati melakukan dan bersedia memperbaiki diri sesuai kemampuannya. Misal untuk anak Anda yang memiliki talenta dalam kesenian, Anda dapat bernyanyi bersama dia dengan gembira. Anda bisa membimbing dia melalui permainan, sehingga ia menunjukkan perbaikan dalam melantunkan lagu. Dengan cara ini, anak tetap memiliki hak untuk melakukan permainan lain yang ia inginkan.

Kedua, beri kesempatan anak mengeksplorasi talenta dan memilih kegiatan sesuai minatnya. Sementara orangtua menyediakan sarana lingkungan yang membuat dia berminat mencoba variasi kegiatan dan mendapat kesempatan untuk memilih sendiri. Misal jika sebelumnya Andalah yang sering memilih dan mendengarkan lagu, kali ini beri kesempatan anak untuk memilih lagu yang ingin didengar dan dilantunkannya. Dengan begitu, Anda tak hanya mengembangkan talenta, tapi juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri, karena ia mendapat dukungan atas pilihannya itu.

Eksplorasi talenta juga dapat dilakukan ke bidang lain, karena mungkin saja seorang anak memiliki lebih dari satu talenta. Variasi kegiatan pun perlu dimilikinya sehingga anak tetap memiliki pilihan. Misal, memainkan alat musik, menggambar, atau olahraga. Anda dapat mengajaknya untuk sering memperhatikan hasil karya orang lain, mengamati orang yang sedang berkarya, dan memberinya kesempatan untuk mencoba melakukan kegiatan itu saat ia menginginkannya.

Ketiga, saat usia anak di bawah lima tahun, pembimbing terbaik adalah orangtua sendiri. Anda dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan diri untuk dapat membimbing anak. Dengan demikian, Anda dapat membimbingnya kapan pun ia butuhkan, tanpa menunggu pengajar datang ke rumah atau mengajaknya pergi ke tempat kursus.

Seringkali talenta anak berbeda dengan orangtuanya. Anda boleh memberinya kesempatan untuk diajar oleh seorang yang ahli di bidangnya. Pilihlah pengajar yang sudah biasa mengajar anak-anak. Anak dan Anda tetap pembuat keputusan, kapan dan bagaimana sebaiknya anak belajar.

Keempat, amati dan rasakan pendapat dan keinginan mereka, untuk mengetahui kegiatan dilanjutkan atau berhenti. Umumnya anak-anak mengungkapkan rasa bosan dengan cara memberi alasan untuk menghindari kegiatan itu, misal sakit, ingin melakukan kegiatan lain, meneruskan tidur, dan sebagainya, agar bisa menghindari latihan. Penting adalah bukan yang menurut pandangan kita membuatnya senang, namun apakah menurutnya, ia senang atau tidak untuk melakukannya. Kepekaan kita diperlukan untuk mengetahui hal ini.

Kelima, dalam mendampingi anak untuk mengembangkan talenta, kita harus menjaga agar tetap menjadi figur yang dipercaya bahwa kita mendengarkan keluh kesahnya dan dapat memenuhi kebutuhannya saat itu. Dengan demikian, anak tetap lekat dengan kita. Selamat mendampingi anak Anda.

Theresia I. Shanti

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tanggal 30 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*