Artikel Terbaru

Theresia Evy Christina: Dahsyat, Cinta Tuhan

Evy bersama keluarganya.
[NN/Dok.Pribadi]
Theresia Evy Christina: Dahsyat, Cinta Tuhan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa dianggap tak berguna dan dicampakkan, lantaran tak bisa memberikan anak. Siapa sangka, pada usia 43 tahun, ia melahirkan.

Litani pekerjaan, tanggung jawab, dan pelayanan mewarnai hari-hari Theresia Evy Christina. Tiap pagi hingga siang, bersama sang suami Henry Setiawan, Evy mengelola toko hewan. Di sela-sela waktunya mengurus bisnis keluarga, Evy merawat Gregorius Evan Reinhart Hartono, tanpa bantuan asisten rumah tangga (ART). Buah hati pertamanya itu lahir ketika ia berusia 43 tahun. Saat sang surya perlahan-lahan mulai tenggelam di ufuk barat, Evy bersama suami dan putranya menyelam dalam kegiatan Persekutuan Doa (PD). Di sana, selain menjadi pewarta, Evy juga menjadi konselor saat seminar penyembuhan luka batin yang kerap diadakan komunitasnya.

Tak melulu pengetahuan soal luka batin yang menjadi bekal pendampingannya, Evy juga salah seorang penyintas. Di balik keceriaan, Evy ternyata pernah merasa getir dalam membangun rumah tangga. Ia sempat terluka amat dalam. Namun ia mampu bertahan hidup dan mengolah bilur-bilur yang menderanya, hingga menjadi pendamping korban luka batin.

Tak Mengandung
Evy tak kesulitan mendapatkan pekerjaan. Begitu lulus dari Program Studi Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, ia langsung mendapat pinangan dari Universitas Kristen Maranatha Bandung. Perempuan kelahiran Kota Gudeg itu menjadi dosen honorer di sana.

Mocer di dunia pekerjaan, ternyata tak sejalan dengan perjuangannya mempertahankan biduk rumah tangganya. Pada 2000, ia pulang ke kota kelahirannya. Di sana ia menikah dengan pria Katolik. Evy juga banting setir profesi, semula mengajar, kemudian mengurus toko hewan milik orangtuanya.

Lama menikah, Evy tak kunjung mengandung. Lantaran persoalan itu, ia kerap mendapat tekanan psikis dari suami dan keluarganya selama bertahun-tahun. Suaminya merupakan anak tunggal dalam keluarga. Ia tetap bertahan dan berjuang menyelamatkan bahtera rumah tangga.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*