Artikel Terbaru

Bambang Winariyo: Pesan Pluralitas Sang Seniman

Bambang Winariyo.
[HIDUP/Edward Wirawan]
Bambang Winariyo: Pesan Pluralitas Sang Seniman
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.comIa banyak membuat patung para tokoh dunia, seperti Mahatma Gandhi dan Paus Yohanes Paulus II. Patung para tokoh ini adalah pengingat generasi saat ini tentang kemanusiaan, peradaban, dan keberagaman.

Pelataran, seringkali menjelaskan tentang siapa tuan dari sebuah rumah. Ungkapan ini klise, tetapi seringkali benar. Bambang Winariyo misalnya. Di pelataran rumahnya ada patung Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela. Bambang adalah seniman patung. “Saya mengagumi pandangan mereka soal kemanusiaan,” kata Bambang sambil menunjuk beberapa patung lain yang terletak di antara dua tokoh itu.

Masuk ke ruang tamu, kesan rumah seniman semakin terasa. Pelbagai miniatur patung tokoh dunia mulai dari Fidel Castro, Mike Tyson, hingga mendiang Paus Yohanes Paulus II terpampang di sana-sini.

Bambang mengaku ngefans berat kepada Paus Yohanes Paulus II, meskipun ia seorang penganut Kristen Protestan. “Ia sosok yang luar biasa, memiliki pengaruh kuat pada sejarah kemanusiaan dan peradaban,” katanya sembari mengusap miniatur patung Paus Yohanes Paulus II.

Bambang kagum dengan pengampunan Paus Yohanes Paulus II pada Mahmet Ali Agca, yang menembaknya. Lantas kekaguman itu ia tuangkan dalam bentuk patung. “Patung Paus berukuran sekitar dua meter dan hanya setengah badan, kini dikoleksi oleh David Alexander, seorang kolektor ternama.”

Di lantai tiga rumah Bambang, yang dibiarkan terbuka tanpa atap, juga ada
berbagai patung, misal Chairil Anwar yang sedang murung dan karya lain. Di sebuah dinding, ada sebuah relief Roh Kudus dalam bentuk burung merpati. Relief itu, kata Bambang, sebagai penegas unsur religi karyanya. Di dinding lain ada relief Perjamuan Terakhir.

Via Dolorosa
Karya ayah lima anak ini juga ada di Gereja St Kristoforus Grogol, Jakarta
Barat. Itu tampak dalam rangkaian patung Via Dolorosa; jalan salib Yesus yang mengitari gereja. Melalui patung-patung itu, jelas Bambang, umat bisa melihat dan menghayati jalan penderitaan Tuhan yang menebus dosa manusia.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*