Artikel Terbaru

Agama Pembawa Damai

Agama Pembawa Damai
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam pesan perdamaian 2017, Paus Fransiskus menulis, “Damai adalah satu-satunya arah bagi kemajuan manusia” (Nr.1). Paus menegaskan agar umat beragama terus mengusahakan perdamaian, dimulai dari rumah melalui tindakan saling mengasihi (Nr. 4).

Pesan ini hadir ketika dunia diliputi pesimisme akan masa depan kehidupan bersama. Tahun 2017 dibuka dengan bom di Turki yang menewaskan lebih dari 30 orang. Laporan 2016 menampilkan masa depan kawasan Timur Tengah dan Afrika yang dibelenggu konflik etnis. Bentrok antarfaksi karena perbedaan ideologi juga tak kunjung berhenti. Sedihnya, beberapa negara Barat ikut mengompori. Ketika jutaan warga Timur Tengah meminta suaka ke negara-negara Eropa, mereka justru berhadapan dengan menguatnya politik identitas dan gerakan politik kanan yang anti imigran.

Tiga hal dapat disimpulkan dari pesan itu. Pertama, dunia sedang terluka karena perang, konflik, pemujaan kepentingan politik golongan, dan menguatnya ideologi keagamaan kaum fundamentalis. Masalah ketidakadilan dan absennya kasih sayang antarmanusia sedang menghancurkan dunia. Setiap orang cenderung menutup rapat hatinya.

Kedua, menghadapi situasi semacam ini, agama harus tampil sebagai pembawa kabar sukacita dan memelopori perdamaian. Saatnya agama menjadi pembawa damai karena eksistensinya yang bersumber pada hakikat Allah yang menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Keanekaragaman ciptaan justru baik adanya di hadapan Allah, dibiarkan hidup dalam kedamaian dan keharmonisan. Perang justru menegasikan hakikat Allah yang adalah damai.

Ketiga, setiap kita seharusnya menjadi pembawa damai dan itu dapat dimulai dari rumah dan keluarga masing-masing. Rumah dan keluarga harus menjadi tempat anak-anak belajar memperlakukan orang lain sebagai saudara, bersikap solider, serta menerima dan menghargai perbedaan.

Penegakan Hukum
Sejauh mana pesan perdamaian ini relevan bagi situasi di Indonesia? Karena kita sedang menghadapi situasi permusuhan dan segregasi sosial yang cukup masif, pesan perdamaian ini seharusnya dipadukan dengan pendekatan penegakan hukum. Bagi saya, penegakan hukum terhadap kelompok penyebar kebencian harus terus dilakukan sebelum kita menyerukan tindakan “barangsiapa menampar pipi kirimu, berikanlah juga pipi kananmu.” Kita membutuhkan penegakan hukum dalam menangkal segala gerakan yang menghancurkan kehidupan bersama sebagai bangsa. Upaya umat Katolik merealisasikan pesan damai Paus Fransiskus harus beriringan dengan desakan agar pemerintah bersikap tegas terhadap setiap upaya penghancuran negara atas nama agama.

Seruan agar setiap orang menjadi pembawa damai hanya bisa direalisasikan jika telah terjadi “pertobatan kultural”. Artinya, setiap warga negara harus menanggalkan ego kesukuan, tidak memaksakan ajaran agamanya sebagai yang berlaku universal, tidak menganggap agama atau sukunya sebagai yang paling benar, dan semacamnya. Paus Fransiskus menekankan pentingnya kerendahan hati agar bisa merealisasikan pertobatan kultural, dan saya sepakat dengannya. Hanya dengan kerendahan hatilah kita bisa mengerti dan menerima bahwa ternyata kebenaran yang dianut setiap orang beragama bersifat relatif, dan kebenaran itu menjadi penuh dalam relasi dengan orang lain.

Setiap pemeluk agama seharusnya adalah pembawa damai. Seruan moral ini tidak mustahil dilakukan, karena ada banyak sekali tokoh dan contoh gerakan yang bisa menjadi rujukan. Meskipun begitu, lebih efektif lagi jika seruan moral ini diterjemahkan sebagai gerakan sosial yang mampu menekan penguasa supaya bersikap lebih tegas terhadap kelompok tertentu yang ingin menang sendiri. Gerakan moral keagamaan harus berjalan beriringan dengan kebijakan politik dan penegakan hukum. Dalam konteks Indonesia, perdamaian sejati tersemai ketika gerakan moral keagamaan berjalan beriringan dengan upaya politik menegakkan hukum dan keadilan.

Yeremias Jena

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tanggal 30 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*