Artikel Terbaru

Pesan Ratu Rosario

Pesan Ratu Rosario
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pada musim semi tahun 1915, seperti biasa tiga bocah menggembalakan domba-domba mereka di Bukit Cabeco. Pagi itu, hujan cukup lebat, membuat Lucia dos Santos, Fransisco Marto, dan Jacinta Marto masuk sebuah gua untuk mendaraskan Rosario. Tiba-tiba, seorang malaikat menampakkan diri kepada mereka, tanpa mengatakan sepatah katapun.

Malaikat kembali menyapa tiga bocah itu pada musim semi 1916, dengan pesan, “Jangan takut, aku adalah Malaikat Perdamaian. Berdoalah bersamaku!” Malaikat pun meminta ketiganya untuk terus berdoa, karena Hati Yesus dan Maria akan mendengarkan. Pada musim panas tahun itu, malaikat datang lagi. Ia berkata, “Apa yang kamu lakukan? Berdoalah, Hati Kudus Yesus dan Maria berbelaskasih kepadamu.” Lalu pada musim gugur 1916, malaikat itu datang lagi. Di tangannya, tampak sebuah piala dengan darah menetes dari sebuah hosti yang tergantung di atasnya.

Usai penampakan malaikat, pada 13 Juni 1917, di Padang Cova da Iria, sebuah
gulungan cahaya menerangi langit. Tampak seorang Perempuan berdiri di atas Pohon Elk di hadapan mereka dan berkata, “Jangan takut!” Perempuan itu meminta mereka untuk selama enam bulan berturut-turut, setiap hari ke-13 pada jam yang sama, datang ke tempat itu.

Penampakan kedua terjadi pada 13 Juli 1917. Bunda Maria berpesan, “Berkurbanlah untuk orang berdosa. Bila kalian membawa suatu persembahan, ucapkanlah doa: ‘Ya Yesus, aku mempersembahkannya karena cintaku kepada-Mu dan bagi pertobatan orang-orang berdosa, serta bagi pemulihan atas segala penghinaan yang diderita Hati Maria yang Tak Bernoda’; dan bila berdoa Rosario, ucapkanlah pada akhir setiap peristiwa: ‘Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, teristimewa jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu.”

Pada 13 Agustus 1917, ketiganya tidak bisa ke Cova karena mereka dijebloskan
dalam penjara oleh penguasa Qurem. Tapi pada 19 Agustus 1917, Bunda Maria menampakkan diri lagi dengan berpesan, “Berdoalah dan bawalah banyak kurban bagi orang berdosa. Sebab betapa banyak yang masuk api neraka karena tidak ada yang berdoa dan berkurban bagi mereka.”

Lalu 13 September 1917, Bunda Maria mendesak lagi, betapa pentingnya doa dan kurban. “Dalam bulan Oktober, aku akan membuat suatu tanda heran agar semua orang percaya.” Tepat 13 Oktober 1917, mereka menyaksikan mukjizat yang dijanjikan Bunda Maria. Saat Bunda Maria datang, Lucia bertanya, “Siapakah engkau dan apakah yang kau kehendaki dariku?” Jawab Bunda, “Akulah Ratu Rosario.” Ia minta agar di tempat tersebut didirikan sebuah kapel untuk menghormatinya. Ia berpesan, orang harus mulai berdoa Rosario setiap hari. “Mereka tak boleh lagi menghina Tuhan yang sudah begitu banyak dihinakan.”

Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 19 Tanggal 7 Mei 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*