Artikel Terbaru

Roti dan Anggur

Roti dan Anggur
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Ekaristi menjadi jantung dan pusat kehidupan iman Katolik. Ekaristi adalah “sumber dan puncak kehidupan Kristiani” (KGK no.1324) serta “hakikat dan rangkuman iman kita” (KGK no.1327). Selama lebih dari 2000 tahun, Gereja mengajarkan bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh hadir, nyata, dan substansial dalam Ekaristi, yaitu Tubuh, Darah, Jiwa, dan ke-Allahan-Nya di dalam rupa roti dan anggur (KGK no.1374).

Saat imam pemimpin perayaan Ekaristi selesai mengucapkan doa konsekrasi,
“Inilah Tubuh-Ku” dan “Inilah darah-Ku”, Tuhan secara ajaib mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya. Kejadian transubstansiasi mengakibatkan substansi roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus (lih. KGK no.1376). Jadi, yang tinggal hanyalah rupa roti dan anggur, tetapi substansi roti dan anggur sudah lenyap, digantikan dengan kehadiran Yesus. Yesus hadir dalam setiap partikel yang terkecil dari roti dan dalam setiap tetes anggur.

Lantaran Yesus sungguh-sungguh hadir dalam perayaan Ekaristi, maka kita pun memberi hormat terhadap kehadiran-Nya. Gereja mengajarkan agar kita memperlakukan Hosti Suci dengan hormat, serta melakukan prosesi untuk menghormati Hosti Suci yang disebut Sakramen Mahakudus, dan mengadakan adorasi di hadapan-Nya dengan meriah (lih. KGK no.1378).

Kehadiran Yesus dalam rupa roti dan anggur itu mestinya “mengenyangkan” kita dari rasa lapar dan “melegakan” dari rasa dahaga. Ekaristi memberikan buah-buah nyata dalam hidup harian kita. Melalui Ekaristi, kita semakin memperdalam persatuan dengan Yesus. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku di dalam Dia”. Ekaristi juga memisahkan kita dari belenggu dosa. Dengan persatuan dengan Yesus Kristus, kita dibersihkan dari noda-noda dosa yang telah kita lakukan, serta melindungi kita dari dosa-dosa baru (lih. KGK no.1393).

Ekaristi pun membangun semua umat beriman menjadi satu Tubuh, yakni Gereja. Ekaristi memperkuat tali ikatan persaudaraan antaranggota Gereja. Dalam Ekaristi, kita juga diutus untuk senantiasa mendorong persatuan umat beriman. St Agustinus pernah berkata, Ekaristi adalah “sakramen kasih sayang, tanda kesatuan dan ikatan cinta,” yang seharusnya secara penuh dialami bersama oleh semua orang yang mengimani Kristus.

Roti dan anggur yang kita santap juga mewajibkan kita memiliki perhatian lebih terhadap mereka yang miskin, tersingkir, menderita, dan lemah. Dengan bersatu dengan Kristus, kita mengakui kehadiran Kristus dalam rupa orang-orang miskin yang berada di sekitar kita. Orang-orang miskin yang menjadi saudara-saudara-Nya, yang di dalam Dia, menjadi saudara-saudara kita.

Percaya penuh akan kehadiran Yesus Kristus dalam Ekaristi serta menerima Sakramen Ekaristi dengan sikap penuh hormat merupakan perwujudan iman dan kasih kita kepada Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita hingga menderita dan wafat di salib. Mari kita menerima-Nya dengan hati terbuka dalam rupa roti dan anggur. Dengan terbuka juga, kita bagikan kasih dan harapan kepada sesama, terutama mereka yang miskin, tersingkir, menderita, dan lemah.

Redaksi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 24 Tanggal 11 Juni 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*