Artikel Terbaru

Sejarah Kelam Keluargaku

Sejarah Kelam Keluargaku
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pengasuh budiman, saya dan istri punya rahasia yang telah kami simpan selama hampir 12 tahun. Anak tunggal kami, bukan berasal dari rahim istri saya. Kami mengangkat dia sebagai anak baru beberapa hari setelah dilahirkan. Namun demikian, kami amat mencintai dia seperti anak kandung kami. Bahkan kami mengatakan, dia anak kami. Belakangan ini kami khawatir seiring pertumbuhan usianya dan semakin luas pergaulan, bagaimana seandainya dia tahu indentitas dirinya? Bagaimana kami harus mengatakan?

Robertus Pambudi, Jakarta

Bapak Robertus yang baik, kami sangat mengapresiasi Anda dan istri yang telah merawat, membesarkan, dan mencintai anak yang bukan berasal dari rahim istri Anda. Sesungguhnya, Anda dan istri telah menyelamatkan sebuah kehidupan.

Anak yang diadopsi memang akan mengalami beberapa persoalan psikologis, ketika ia mulai menyadari bahwa orangtua yang mengasuhnya bukan orangtua kandung. Persoalan psikologis pertama adalah perasaan sedih, karena hubungan dengan orangtua biologisnya terputus. Kesedihan kian dalam, ketika ia tak mempunyai informasi sama sekali mengenai orangtua kandungnya. Anak ingin tahu alasan mengapa ia diadopsi, bagaimana keadaan orangtua kandungnya, apa pekerjaan mereka, berasal dari mana, berapa saudara kandungnya, dan di mana mereka semua berada. Informasi mengenai keadaan orangtua kandungnya sangat penting, dan menjadi dasar pembentukan identitas dirinya.

Persoalan psikologis kedua adalah, perasaan dirinya adalah orang buruk, sehingga ditolak orangtua kandungnya. Perasaan ditolak ini merupakan dasar dari pembentukan penerimaan diri (self-acceptance) yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri (self-concept). Bila seseorang mempunyai penerimaan diri yang negatif, maka ia akan membentuk konsep diri negatif, yang selanjutnya akan mempengaruhi pembentukan keseluruhan kepribadiannya. Perasan ditolak ini seringkali tampak dalam perilaku sehari-hari, di mana anak menjadi lebih suka berdiam diri, menarik diri, dan tak mau berinteraksi dengan orang lain.

Persoalan psikologis ketiga adalah, perasaan bersalah kepada orangtua atau keluarga yang telah mengadopsi. Ia merasa, telah menjadi beban dan mengganggu kehidupan orangtua atau keluarga yang telah mengadopsinya. Ia merasa, kehadirannya membuat orangtua dan keluarga yang telah mengadopsinya mengalami hidup yang lebih berat dan sulit.

Pada umumnya, anak adopsi mulai menyadari bahwa ia adalah anak adopsi ketika orang-orang di sekitarnya mulai mempertanyakan, mengapa secara fisik ia berbeda dari orangtuanya atau anggota keluarga yang lain, atau kemungkinan ia memang diberitahu secara langsung oleh anggota keluarga yang mengetahui sejarah kehadiran dirinya di keluarga yang mengadopsinya. Kemungkinan lain, anak adopsi tanpa disengaja menemukan sendiri sebuah catatan mengenai dirinya sebagai anak adopsi. Jadi, rahasia yang telah Anda dan istri simpan dengan rapi selama 12 tahun, cepat atau lambat akan terbongkar.

Hal penting yang perlu Anda dan istri ketahui adalah, setiap anak mempunyai hak untuk mengetahui identitasnya. Selanjutnya, akan lebih baik apabila informasi yang sangat penting ini disampaikan sendiri oleh Anda dan istri sebelum anak Anda tahu dari pihak lain, atau ia mencari informasi sendiri karena merasa berbeda dari Anda atau istri. Mengapa? Karena informasi yang berasal dari Anda dan istri adalah informasi yang paling benar.

Anda dan istri sungguh mencintai anak Anda dan tak ingin hatinya terluka dengan informasi yang tak benar. Sebagai orangtua, Anda juga adalah pihak yang paling paham dengan karakteristik anak Anda. Jadi, Anda tahu dengan pasti kapan dan bagaimana anak Anda siap menerima kenyataan bahwa ia adalah anak adopsi.

Anak Anda pada saat ini berusia 12 tahun, yang secara sosial emosional mempunyai karakteristik ingin tahu segala, ingin bertanggung jawab, bangga dengan dirinya, ingin memperoleh pengakuan dari teman sebaya, lebih perhatian kepada teman kelompoknya, dan cenderung mengkritik orang dewasa. Bapak Robertus, kiranya Anda dan istri harus mulai menyiapkan diri dan anak Anda untuk mengungkap rahasia yang selama ini tersimpan, sebelum ia mengetahui dari orang lain. Salam dan sukses selalu untuk Anda dan keluarga.

Clara Ajisuksmo

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*