Artikel Terbaru

Jangan Takut dan Malu Bikin Banyak Anak

Jangan Takut dan Malu Bikin Banyak Anak
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Romo Erwin yang baik, kami menikah 18 tahun yang lalu. Usia saya 42 tahun. Kami dikaruniai lima anak. Saya bahagia dengan kehadiran anugerah Tuhan. Setiap anak punya sifat dan kisah hidup masing-masing. Anak bungsu kami mempunyai kelainan otak, sehingga mengalami masalah pergaulan. Kami tak mengingkari ada kekhawatiran, karena kami tak menerapkan KB. Banyak orang sering memperingatkan kami untuk membuat pembatasan kelahiran agar tak mendapat anak yang berkebutuhan khusus lagi. Sejak dulu, kami percaya kepada Tuhan, karena kami tak berasal dari keluarga yang membawa sifat kebutuhan khusus itu. Apakah kami memang boleh ber-KB dengan alasan itu?

Andrea, Yogyakarta

Ibu Andrea yang baik, saya amat memuji sikap dan iman Ibu atas masalah ini. Saya senang, karena itu memang cara beriman yang paling Katolik: membiarkan Tuhan merencanakan keturunan dan menganugerahkan berkat melalui kelahiran anak-anak itu. Di Jakarta, saya selalu memotivasi keluarga-keluarga, agar mengikuti ajaran Gereja untuk menolak segala bentuk aborsi dan kontrasepsi yang bertentangan dengan ajaran Gereja tentang penghargaan kepada kehidupan.

Dulu, ketika orang tak dikhawatirkan dengan banyak hal, mereka bisa mempunyai anak lebih banyak. Sekarang pun di daerah-daerah, masih banyak orang yang mempunyai anak lebih dari dua. Mereka bukan melakukan kesalahan. Mereka diperhitungkan sebagai orang-orang yang beriman, karena anak adalah pemberian Tuhan. Di kota, sebaliknya, banyak orang takut punya anak dan menempuh jalan pengaturan non-alamiah.

Berbagai alat kontrasepsi dan aborsi bukanlah cara yang disetujui Gereja. Gereja amat melindungi dan menghargai martabat hidup manusia sejak pertemuan sel telur dan sel sperma. Sebagai awam, kita perlu punya banyak pengetahuan dan bimbingan Gereja, agar tak salah melangkah untuk menempuh jalur cepat, tetapi bertentangan dengan iman.

Jangan malu punya anak lebih dari dua atau tiga, karena anak itu anugerah Tuhan. Justru Anda dan suami harus merasa bangga karena berani memenuhi tugas panggilan menjadi orangtua dengan iman. Meskipun ada anak yang berkebutuhan khusus, tetapi rencana Tuhan adalah baik dengan mempercayakan perawatan khusus untuknya kepada Anda. Ingatlah, anak berkebutuhan khusus bukanlah hukuman atau peringatan dari Tuhan.

Yohanes 9:1-3 mengatakan, ketika ada pertanyaan mengenai orang yang lahir buta, “Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia”. Pekerjaan-pekerjaan apa itu yang bisa diperlihatkan kepada dunia? Kita bisa memperlihatkan penerimaan dan kasih kepada anak tercinta. Tunjukkanlah kesabaran dan ketabahan menanggung pekerjaan mulia menjadi orangtua anak berkebutuhan khusus dan tidak perlu mengkaitkan kasus ini dengan jumlah anak yang dilahirkan.

Segala spekulasi bisa dibuat orang lain untuk menafsirkan kejadian dalam keluarga Anda, tetapi Andalah orang satu-satunya yang paling tahu bahwa ini adalah jalan Tuhan untuk mengasihi Anda, dan memberi kesaksian baik kepada dunia sekitar Anda. Jangan takut, setiap anak mempunyai jalan dan “berkat” sendiri di hadapan Tuhan. Yakinlah Tuhan menolong dan menyertai.

Jika mau melakukan pengaturan kelahiran, pakailah pengaturan yang direstui Tuhan dan Gereja, yaitu yang alamiah, tanpa membunuh, tanpa menolak, tanpa merusak. Berusahalah menjadi seorang beriman yang baik, yang tahu siapa Pencipta, siapa Penguasa Hidup, dan siapa Perencana Agung Kehidupan ini. Jangan dikhawatirkan banyak hal yang belum tentu benar. Terbukti masih banyak orang yang mempunyai anak lebih dari jumlah yang Anda punyai. Semoga Tuhan meneguhkan Anda, pasangan, dan seluruh keluarga.

Filipi 4:6 mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

Alexander Erwin Santoso MSF

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*