Artikel Terbaru

Anda Tidak Sendiri

Pasutri Budiman-Yustin.
[NN/Dok.Pribadi]
Anda Tidak Sendiri
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Menginjak usia 210 tahun Gereja KAJ, banyak doa dan asa yang terungkap agar Gereja makin peduli pada umat yang merasa sendirian.

Alex Gosyanto
Direktur Couple For Christ (CFC)
“Semoga CFC dapat berkembang di seluruh Indonesia, di setiap keuskupan ada penggerak dan moderatornya, banyak keluarga yang ambil bagian dalam kerasulannya. Karena itu, Komisi Kerasulan Keluarga di tingkat keuskupan, maupun Seksi Kerasulan Keluarga Paroki dapat merangkul kelompok-kelompok kategorial pemerhati keluarga, sehingga makin dapat memberikan pendampingan yang maksimal.”

Johannes Pascal Wijaya
Anggota Couples For Christ (CFC)
“Usia perkawinan saya sudah 15 tahun dan dikarunia empat buah hati. Kami sekeluarga bergabung di CFC, karena di CFC terdapat program kegiatan, baik
untuk anak-anak, remaja, hingga dewasa. Sebagai penggiat, kami membawa pasutri untuk aktif dalam kegiatan keluarga yang ada di paroki. Semoga CFC, dalam perayaan 210 tahun KAJ, lebih banyak melayani keluarga. Pertemuan di keuskupan mestinya tidak hanya satu kali saat bulan keluarga saja, tapi lebih banyak event bisa dibuat, misal Rosario keluarga.”

Fanny Rahmasari
Pendiri Komunitas You Are Not Alone (YANA)
“Semakin banyak single mom Katolik di KAJ bergabung di YANA. Mereka dapat mengalami kasih Tuhan, bertumbuh dan berkembang dalam iman serta cinta pada Yesus dan Gereja, sehingga dapat memimpin anak-anaknya di dalam kasih Tuhan. Yang terpenting, kami mau reach out lebih luas lagi agar para single mom Katolik ini tidak mengurung diri, tapi keluar, aktif, dan mengalami sendiri bahwa you are not alone, Anda tidak sendirian!”

Romo Hibertus Hartono MSF
Romo Moderator Komunitas YANA, Sekretaris Komisi Kerasulan Keluarga KWI “Tak mudah menjadi single mom yang harus berperan sebagai ibu sekaligus ayah, terutama pada anak. Komunitas ini menjadi wadah untuk setidaknya secara emosi dan rohani, mereka merasa diperhatikan dan tetap diajak bertanggung jawab dalam koridor Gereja. Harapannya pada 210 tahun KAJ ini, Gereja sungguh makin hadir dengan semangat belas kasih dalam keluarga, terutama yang mengalami perpisahan seperti ini.”

Fransiskus Yoseph Harianto
Anggota Catholic Blessed Families
“Dulu, saya dan istri sempat menjalani proses perceraian. Kini, kami berdua
kembali ke pangkuan Gereja, dimana tangan Tuhan bekerja melalui program camp yang ada di Catholic Blessed Families. Besar harapan, banyak orang yang tersesat di luar sana, bisa terpanggil pulang ke Gereja. Salah satu cara adalah melalui wadah dan program yang ada untuk pendampingan keluarga. Semoga gerakan ini bisa menjaring banyak jiwa rusak dan mendapat dukungan keuskupan.”

Imaculata Kurniasari
Pembimbing Single Mother Community (SMC)
“Tak sedikit keluarga tidak utuh di masyarakat, yang masih jauh dari perhatian. SMC hadir sebagai komunitas untuk para perempuan yang menjadi ibu tunggal karena berbagai sebab, selain kematian. Saya berharap, dalam perayaan 210 tahun KAJ ini, para single mother dan anaknya makin dihargai dan didukung untuk hidup sebagai keluarga, sekalipun tidak utuh.”

Pasutri Budiman-Yustin
Komunitas Semakin Tua Semakin Manis (STSM)
“Dulu, keluarga kami nyaris hancur. Relasi kami kurang maksimal. Sejak itu,
kami memutuskan ikut retret. Tuhan lalu memakai kami sebagai perpanjangan tangan-Nya dengan mendirikan komunitas STSM. STSM menjadi wadah agar kami saling menyembuhkan.

Maria Florentina S.A. Warsono
Ketua Perhimpunan Warakawuri
“Seluruh anggota Warakawuri merupakan lansia dan janda. Kebanyakan tidak memiliki uang pensiun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat mengadakan retret atau pendalaman iman pun terbentur biaya. Karena sekarang semua mahal, uang pensiun hanya cukup untuk pegangan hidup. Karena sekarang semua mahal, uang pensiun hanya cukup untuk pegangan hidup. Pada 210 tahun KAJ ini, kiranya kami bisa dibantu dalam pembiayaan, 50 persen saja kami sudah sangat gembira.”

Paulus Widarko dan Maria Magdalena Sri Wulan
Orangtua Romo Alexander Erwin Santoso MSF
“Dalam keluarga, yang paling dibutuhkan adalah komunikasi dan kejujuran. Bila dua hal ini berjalan dengan baik, keluarga akan utuh. Dalam Gereja, banyak sekali komunitas dimana keluarga-keluarga Katolik bisa berkumpul dan saling menguatkan. Namun, bagi kami yang tahun ini merayakan HUT emas perkawinan, sekuat apapun komunitas, semua kembali pada pasangan masing-masing. Komunitas bisa membantu, tapi bukan segalanya. Semua kembali pada bagaimana keluarga mengelola hidup rumah tangganya.”

Marchella A. Vieba
Laporan: Stefanus P. Elu, Yusti H. Wuarmanuk, Christophorus Marimin, Karina Chrisantya

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*