Artikel Terbaru

Siap Mendampingi Keluarga Menghadapi Masalah

Alexander Erwin Santoso MSF.
[Dok.HIDUP]
Siap Mendampingi Keluarga Menghadapi Masalah
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.comBagaimana peran pendampingan Komisi Kerasulan Keluarga?

Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta (Komkel KAJ) menginspirasi dan memperhatikan keluarga Katolik melalui pendampingan, baik di paroki (Seksi Kerasulan Keluarga, SKK), maupun Lingkungan (Seksi Kerasulan Keluarga Lingkungan, SKKL). Komkel juga membuka konseling pribadi, membuat pedoman, panduan, dan buku yang menginspirasi keluarga dalam menghadapi masalah hidup sehari-hari. Selain itu, melalui SKK dan SKKL, kami membuat program, seperti seminar, kursus, rekoleksi, dll. Program-program ini diperuntukkan bagi semua orang, termasuk anak-anak. Para penggiat pelayanan ini sebelumnya diberi pelatihan (Training of Trainer) dan buku pegangan praktis yang mempermudah pelayanan pastoral bersama.

Siapa saja yang terlibat?
Selain saya, di Komkel terdapat psikiater yang membantu memberi konseling pribadi untuk keluarga. Di paroki juga terdapat SKK. Karenaparoki dirasa terlalu besar, ada juga SKKL.

Apakah pendampingan yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi sekarang?
Tentu saja tetap berusaha untuk bisa terus berkembang dalam pendampingan. Karena masalah yang dihadapi keluarga berubah seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Selalu ada pembaruan, bagaimana memberikan keterampilan dalam menghadapi masalah hidup.

Apa tantangannya?
Kami makin sadar bahwa kemajuan teknologi tidak berbanding lurus dengan
perkembangan iman. Maka, kita terus bertumbuh dan menyesuaikan dengan kondisi zaman. Harus terus update, terbuka terhadap masalah yang dihadapi dalam keluarga. Masalah selalu berubah dan tidak sama untuk tiap individu dari berbagai macam faktor. Yang dilakukan salah satunya, Komkel mengeluarkan “Surat Keluarga” tiap bulan. Jangan buta dengan informasi dan komunikasi, sehingga mampu mengatasi masalah.

Bagaimana kerjasama dengan kelompok kategorial yang mendampingi keluarga?
Kami berjalan sendiri-sendiri, tapi kami terhubung dan bersinergi dengan
kelompok kategorial. Tiap pekerjaan yang kami diminta membantu, maka kami akan hadir untuk menginspirasi dan memberi bahan-bahan, juga menjadi pembicara di seminar yang mereka buat.

Pada 210 tahun KAJ, apa harapan Romo?
Harapannya, semoga kerasulan keluarga makin besar dan berpengaruh, terutama dalam perkembangan iman dan pendampingan keluarga, karena keluarga-keluarga kini makin butuh perhatian Gereja.

Marchella A. Vieba

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*