Artikel Terbaru

Dimanakah Sesungguhnya Terjadinya Peristiwa Pantekosta?

Dimanakah Sesungguhnya Terjadinya Peristiwa Pantekosta?
1.5 (30%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Romo, di mana terjadinya Pentakosta? Banyak lukisan yang menunjukkan bahwa peristiwa Pentakosta terjadi di ruang Perjamuan Malam Terakhir, di Ruang Atas. Apakah ada dasar biblis pendapat itu? Terima kasih.

Petra Myrawati, Jakarta

Pertama, sesungguhnya kita tidak mempunyai keterangan yang cukup untuk mengetahui dengan pasti di mana terjadinya peristiwa Pentakosta. Kitab Kisah Para Rasul hanya menulis, “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat” (Kis 2:1). Kitab Kisah Para Rasul hanya melanjutkan, “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk” (Kis 2:2). Tidak dijelaskan tempat yang dimaksud itu di mana, rumah yang mana atau milik siapa.

Kedua, banyak orang mengandaikan bahwa para Rasul berada di Ruang Atas tempat Perjamuan Malam Terakhir, karena pada awal kitab Kisah Para Rasul dikatakan, “maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem” (Kis 1:12). Karena dikatakan bahwa sesudah Yesus terangkat ke surga, mereka “kembali ke Yerusalem” dan kemudian dikatakan, “setelah tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang”. Di ruang atas itulah “mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama . . .” (Kis 1:14).

Atas dasar inilah, banyak karya seni yang melukiskan bahwa peristiwa Pentakosta terjadi di Ruang Atas tempat mereka mengadakan perjamuan malam terakhir bersama dengan Yesus. Para Rasul ada di sana bersama dengan Bunda Maria dan orang-orang lain.

Ketiga, pengandaian keberadaan mereka di ruang atas menjadi dipertanyakan jika kita kemudian membaca Kis 1:15-26, karena dikatakan ada 120 orang berkumpul bersama. Bisa dipastikan bahwa Ruang Atas itu terlalu kecil dan tidak cukup untuk menampung 120 orang bersama-sama. Nampaknya pemilihan Matias untuk menggantikan Yudas Iskariot tidak terjadi di Ruang Atas tersebut, tetapi di sebuah rumah.

Keempat, tentang tempat Pentakosta, Kis 2:1 menyatakan bahwa mereka “berkumpul di satu tempat” dan kemudian diperjelas bahwa mereka berada di “rumah” (Kis 2:2; Yun: oikon). Perubahan keterangan tempat ini dengan menggunakan kata “rumah” mengindikasikan bahwa mereka sangat mungkin tidak berada lagi di Ruang Atas. Kata rumah (Yun: oikon; Ibr: beth) biasanya disertai dengan kata keterangan tentang siapa pemilik rumah.

Dalam hal ini kita tidak mempunyai keterangan apapun. Apakah mungkin rumah yang dimaksud adalah “rumah Allah” atau tempat ibadat? Pada ayat-ayat selanjutnya, Lukas menggunakan sebuah kata lain untuk merujuk ke tempat ibadat, yaitu “ieron” (Yun) dan kata ini digunakan sebanyak 23 kali dalam tulisan Lukas. Maka, “rumah” yang dimaksud pastilah bukan sebuah tempat ibadat.

Jadi, kita bisa berkata bahwa peristiwa Pentakosta terjadi di sebuah rumah, bukan sebuah tempat ibadat tertentu. Mengingat jumlah murid yang berkumpul sedemikian banyak, sangat mungkin rumah itu bukanlah Ruang Atas tempat para Rasul mengadakan Perjamuan Malam Terakhir bersama Yesus.

Apakah dalam berdoa Rosario selama masa Paskah, kita tetap boleh mendoakan Peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih, dan Peristiwa Cahaya? Ataukah harus selalu Misteri Mulia?

Theresia Lisieux Indrawati, Malang

Tidak ada ketetapan yang dikeluarkan oleh Magisterium tentang hal ini. Dalam liturgi Gereja, perayaan Paskah Kebangkitan Tuhan diperpanjang selama masa oktaf Paskah. Selama delapan hari, Gereja terus merayakan Hari Raya Kebangkitan itu. Dalam prefasi selama Oktaf Paskah digunakan kata “hari ini” dan bukan “masa ini”. Sesudah Oktaf Paskah, Gereja masuk ke dalam masa biasa. Bercermin dari praktik liturgis Gereja ini, saya berpendapat bahwa Peristiwa Mulia bisa didoakan terus-menerus selama Oktaf Paskah. Sesudah itu kembali ke siklus seperti biasa.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*