Artikel Terbaru

Menebar Amal Teknologi Komputer Bagi Kaum Muda Pelosok

Teknologi komputer: Timotius Theopelus mendampingi siswi merakit komputer.
[NN/Dok.Pribadi]
Menebar Amal Teknologi Komputer Bagi Kaum Muda Pelosok
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Mengenal komputer sejak kanak-kanak, kini ia membagi ilmunya kepada generasi muda, terutama di daerah pelosok. Lewat komputer, ia menjalin dialog antaragama.

Beberapa remaja usia belasan terlihat berkeliling. Di hadapan mereka teronggok sebuah kotak dengan aneka macam kabel. Mereka sedang merakit sebuah komputer. Setelah beberapa jam berlalu, sebuah komputer berhasil dirakit. Wajah girang nampak di raut muka remaja usia belasan itu. Timotius Theopelus, yang akrab disapa Timmy, pun terlihat kegirangan.

Sudah beberapa tahun ini, Timmy berkeliling Indonesia, menjadi pelatih dan mengenalkan teknologi komputer kepada remaja yang duduk di bangku sekolah menengah kejuruan. Ia bertandang mulai dari Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam hingga ke Negeri Nusa Bunga, Flores. “Saya takjub melihat keinginan siswa-siswi dari berbagai belahan bumi Indonesia yang notabene masih terbelakang, bahkan sangat memprihatinkan, karena belum ada listrik di daerah itu,” ucap pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 37 ini. Beberapa kali, Timmy dan para siswa mesti menghidupkan genset agar komputer yang mereka rakit bisa dipakai.

Selain mengenalkan teknologi komputer,Timmy juga mengenalkan para siswa dengan dunia industri. Ia memasukkan materi-materi pengenalan teknologi yang banyak digunakan dalam dunia industri. Harapannya setelah lulus, siswa-siswa tidak gagap ketika masuk dunia kerja.

Sebenarnya, masuk dunia pendidikan adalah hal baru bagi Timmy. Ia tak memiliki pengalaman apapun berhadapan dengan siswa di dalam kelas. Timmy mengaku, awalnya ia harus belajar banyak tentang dunia pendidikan, terutama istilah dan bahasa yang digunakan di sekolah. Ia mesti belajar menyesuaikan diri dengan dunia remaja. Namun lambat laun, Timmy merasa nyaman. Pemegang Microsoft Certified System Engineer Axioo Technology Specialist Intel Gold Partner ini pun mulai bisa bergaul dengan anak-anak baru gede ini.

Andil orangtua

Komputer bukanlah hal baru bagi Timmy. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah mengenal komputer. Ia sering bermain-main dengan komputer milik orangtuanya. “Saat itu, saya memang belum bisa menggunakan komputer. Tapi, saya senang bermain keyboard komputer. Saya membayangkan menjadi seorang ahli komputer,” ujar putra dari Samuel Theopelus dan Hanny Kosasih mengenang masa kanak-kanaknya.

Melihat kegemaran sang anak, orangtua Timmy membelikan aneka permainan berbasis komputer. Timmy semakin keranjingan dengan komputer. Apa lagi ketika komputer di depannya bisa mengeluarkan aneka suara. Ketika menginjak usia remaja, ia terbiasa mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan komputer. “Saya merasakan andil orangtua sangat besar alam karya saya sampai saat ini,” ujar pria yang kini telah dikarunia dua anak ini.

Teknologi kerukunan
Saat mendampingi para siswa belajar teknologi komputer, Timmy tak bisa mengelak bertemu siswa dengan beragam latar belakang. Hampir 95 persen siswa yang ia dampingi beragama Islam. Meski tak memiliki latar belakang pendidikan sebagai guru agama, namun suami Villianty Gowinata memberanikan diri menawarkan kepada sekolah-sekolah program pembelajaran agama berbasis teknologi komputer. Ia pun menggandeng pemilik piranti lunak Developer Islamic. Dengan piranti lunak ini, siswa bisa menghafal Al-Quran secara mandiri. “Meskipun saya seorang Katolik, tapi saya ingin membantu para siswa belajar agama Islam berbasis teknologi komputer,” ucapnya.

Melalui cara ini pula, Timmy ingin semakin mendekatkan generasi muda, terutama mereka yang berada di daerah-daerah pelosok untuk semakin akrab dengan teknologi komputer. Ia percaya, perkembangan teknologi yang makin canggih mesti membawa orang juga semakin peduli dengan sesama, meski ada perbedaan. “Lewat teknologi, saya mencoba membangun kerukunan antar umat beragama, sebab ini bisa menjadi kekuatan besar bagi Indonesia,” kata pembina Bina Iman Anak (BIA) di Paroki St Laurentius Sukajadi, Keuskupan Bandung ini.

Membantu guru
Meskipun telah bertahun-tahun bergelut dalam dunia teknologi komputer, Timmy masih memendam keprihatinan. Ia melihat kecenderungan orang Indonesia hanya menjadi konsumen produk-produk canggih, tanpa mengetahui fungsinya. Orang berlomba-lomba membeli beragam perkakas canggih dengan harga mahal, tapi tak bijak dalam pemakaian.

Maka ketika bergabung dengan Axioo, produsen perkakas canggih, Timmy bersama rekan-rekannya membidani Axioo Class Program dan Axioo Smart Campus. Melalui program ini, Timmy mendekatkan teknologi komputer dengan generasi muda dan memberikan pendidikan bijak menggunakan teknologi.

Melalui program ini, Timmy juga mengajak lembaga-lembaga pendidikan agar mengadopsi teknologi dalam dunia pendidikan. Untuk ini, guru-guru juga menjadi fokus perhatian. Guru dilatih menggunakan teknologi berbasis komputer secara bijak. Bahkan, Timmy mulai memperkenalkan program teknologi Classroom Management System. Lewat program ini, guru dapat mengawasi secara langsung layar komputer kerja siswa. Bahkan, program ini bisa membantu pelaksanaan ujian siswa berbasis teknologi komputer.

Selama menjalankan program ini berkeliling negeri ini, Timmy sadar bahwa setiap karya pastilah tak selalu berjalan mulus. Ia kerap menjumpai hambatan, entah kendala biaya operasional, waktu yang terbatas, ataupun sumber daya manusia yang kurang. Namun bagi Direktur PT Mabito Karya ini, segala hambatan dan rintangan adalah sebuah tantangan yang mesti dicarikan solusi, bukan untuk diratapi. “Jangan fokus kepada masalah, tapi fokuslah kepada solusi,” ucapnya.

Timotius Theopelus
TTL : Jakarta, 31 Juli 1978
Istri : Villianty Gowinata
Anak : Tobby dan Josie

Pendidikan:
• SD Don Bosco Jakarta Timur
• SMP Marsudirini Jakarta Timur
• SMA Fons Vitae Marsudirini
• Fakultas Teknik Sipil Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung

Pekerjaan:
• Direktur PT Mabito Karya
• Koordinator Axioo Class Program dan Axioo Smart Campus
• Komisaris Vaganza Publication

Fr Nicolaus Heru Andrianto

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*