Artikel Terbaru

Hormati Ekaristi

Mgr Petrus Boddeng Timang.
[NN/Dok.HIDUP]
Hormati Ekaristi
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Hosti dan anggur dalam Ekaristi adalah sungguh Tubuh dan Darah Tuhan yang harus dihormati.

Sakramen Ekaristi, merupakan sakramen paling suci. Allah yang Mahakudus menyamarkan diri dalam rupa roti dan anggur. Menjelang Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan, Ketua Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Petrus Boddeng Timang memberikan pesan dan harapan kepada umat dan biara-biara penyedia hosti dan anggur. Berikut ini petikan wawancaranya:

Bagaimana Bapak Uskup melihat soal produksi hosti dan anggur untuk Misa di Indonesia?

Pengelolaan Gereja di keuskupan itu menjadi tanggung jawab keuskupan. Komisi Liturgi seperti halnya komisi lain di KWI memang melayani kepentingan Gereja. KWI memang memutuskan kebijakan bersama, tapi andaikata ada Uskup mempunyai kebijakan lain sesudah mempertimbangkan segala hal, itu sah. Begitu juga dengan penyediaan hosti dan anggur itu menjadi urusan Uskup setempat.

Mengenai ketetapan, itu diatur dalam KHK 924; Roti harus dibuat dari gandum murni, dan baru. Jadi tidak ada bahaya pembusukan. Anggur, harus alamiah, harus dari buah anggur dan tidak busuk. Tentu saja itu membutuhkan bahan, sebagaimana kita tahu anggur dan gandum adalah barang impor yang membutuhkan biaya. Hosti itu dibuat di Indonesia, tentu saja ada semacam mesin yang membuat, orang-orang yang membuat, pasti ada ongkos kerjanya.

Apakah awam boleh ikut ambil bagian dalam usaha membuat hosti?

Pada umumnya, selama ini memang ini menjadi home industry di kalangan biara-biara. Tujuannya memberikan kegiatan untuk biarawati atau pun bruder setempat dan membantu paroki-paroki terdekat untuk memperoleh hosti sesuai dengan ketentuan Gereja.

Jadi, bukan pertama-tama mencari untung. Pasti kegiatan mereka diketahui Uskup setempat. Tapi sekali lagi, kanonik tidak ada larangan, bahwa awam itu tidak boleh memproduksi. Kalau dia tetap mengikuti Hukum Gereja dan sesuai dengan keputusan Uskup setempat, saya kira tidak ada masalah. Hal lain, produksi itu membantu ketersediaan hosti untuk Misa. Tetapi jangan karena bermotif pasar, itu menjadi masalah.


Menjelang Hari Raya Tubuh dan Darah Tuhan, apa pesan Bapak Uskup?

Pertama, siapa pun yang terlibat dalam penyediaan bahan-bahan untuk perayaan Ekaristi, tentu sangat berjasa untuk Gereja. Sebagai pribadi dan mewakili Komisi Liturgi KWI, saya menyampaikan penghargaan, hormat, dan apresiasi kepada mereka.

Bagi saya, mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam senyap, dalam keheningan, tanpa publikasi yang luas di media massa, namun mereka sangat mulia melayani Gereja melalui penyediaan hosti, sehingga mudah-mudahan ini menjadi sumber kebahagian, sumber kebanggaan bahwa mereka sangat berperan dalam kehadiran Tubuh dan Darah Kristus di altar.

Kedua, umat mesti paham, adanya Tubuh dan Darah Kristus itu kan dengan proses yang panjang. Ekaristi adalah duplikat Kamis Putih, di mana Yesus memberikan tubuh dan darah-Nya untuk keselamatan kita. Dan itu berlaku sepanjang zaman.

Maka, Ekaristi adalah sakramen yang paling inti dan sakramen yang paling suci. Umat selayaknya memberikan penghormatan yang tinggi terhadap Ekaristi. Bayangkan, Tuhan hadir dalam bentuk sederhana, rupa roti dan anggur, memberikan hidup dengan cara mati di kayu salib. Orang Kristen harus merasa terhormat dan sangat tersanjung oleh Tuhan, karena diperkenankan menyambut Tuhan dalam rupa roti dan anggur.

Selain itu, para imam atau siapa pun yang ditugaskan untuk menangani Hosti Suci, terutama yang sudah dikonsekrasi, yang tidak habis saat dibagikan ke umat, perlu memperhatikan agar tidak dibiarkan di tabernakel selama berbulan-bulan sampai berjamur. Tubuh Tuhan dalam rupa roti itu harus dihormati setinggi-tingginya.

Edward Wirawan
Laporan: Karina Chrisyantia

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*