Artikel Terbaru

ART Enggan Pulang, Kenapa?

ART Enggan Pulang, Kenapa?
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Pengasuh yang baik, kami mempunyai satu asisten rumah tangga (ART). Dia bekerja di rumah kami hampir setahun. Nah, menjelang Lebaran nanti, saya dan suami mulai khawatir, Mba-demikian kami memanggil ART kami-bakal mudik dan bisa-bisa takkan kembali lagi ke rumah kami. Kecemasan ini muncul lantaran kami pernah mengalami kejadian sebelumnya. Bagaimana cara untuk “mengikat” Mba, agar ia bisa dipastikan kembali ke rumah kami usai mudik Lebaran nanti?

Karina Lumentia, Bogor

Ibu Karina, kami memahami kekhawatiran Ibu dan suami, mengenai kemungkinan tidak kembalinya asisten rumah tangga setelah mudik Lebaran. Kecemasan Ibu dan suami kemungkinan besar juga dirasakan oleh keluarga-keluarga lain menjelang libur keagamaan, misalkan Lebaran, seperti yang Ibu utarakan.

Peran atau jasa ART memang cukup vital bagi keluarga saat ini. Sehinggga tak jarang, keluarga merasa amat kehilangan seandainya ART tak kembali ke rumah kita selepas mudik. Atau ia berhenti kerja tiba-tiba. Ketiadaan ART, bisa ikut mempengaruhi gerak atau aktivitas, serta situasi di rumah dan keluarga.

Apalagi jika Ibu sekeluarga sudah merasa cocok dan nyaman bekerjasama dengan Mba tersebut. Salah satu cara yang dapat Ibu lakukan adalah mengenali kebutuhan, dan alasan-alasan yang membuat ART tersebut merasa nyaman bekerja di keluarga Ibu. Sebagai contoh jika salah satu alasan utamanya adalah keuangan, maka Ibu perlu melihat apakah gaji yang Ibu tawarkan cukup kompetitif dibandingkan dengan lingkungan sekitar?

Memberikan kenaikan gaji rutin yang dilakukan setiap kali Mba kembali dari mudik Lebaran bila beragama Islam, atau Natal bila Mba beragama Kristen, adalah salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Cara lain adalah memberikan tips jika pada waktu-waktu tertentu Mba harus bekerja lebih banyak daripada
biasanya. Misalnya jika ada acara arisan, atau ada tamu yang menginap di rumah kita. Kita mengapresiasi tugas atau pekerjaan ekstra Mba dengan memberi uang tambahan untuknya.

Selain alasan keuangan, alasan lain yang cukup kuat untuk “mengikat” ART adalah relasi yang nyaman dengan majikan. Relasi yang nyaman salah satunya terlihat dalam bagaimana kita memperlakukan ART. ART akan merasa dihargai ketika diperlakukan sebagai salah satu anggota keluarga. Contoh sederhana misalnya menu makanan yang sama dengan anggota keluarga yang lain, perlakuan dan sikap yang tidak kasar, memberikan waktu libur, serta peka akan kebutuhannya untuk bekerja dan beristirahat.

Sebagai kesimpulan adalah penting untuk mengetahui kebutuhan dan alasan atau motivasi ART tersebut bekerja, sehingga kita dapat melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan tersebut di satu sisi. Di sisi lain kita akan mendapatkan seorang ART yang nyaman dan betah bekerja dengan kita. Salam hangat.

Wieka Dyah Partasari

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*