Artikel Terbaru

Uskup: Electus Jadi Ordinatus

Uskup: Electus Jadi Ordinatus
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Keterpilihan seorang Uskup dikabarkan pertama kali di Roma. Dari sana pula, Sri Paus mengirimkan surat apostolik pengangkatan (bulla) untuk Uskup pilihannya. Dalam surat itu disebutkan hal-hal yang harus dilakukan Uskup terpilih: mengucapkan syahadat dan sumpah setia kepada Paus dan para penggantinya (KHK no. 380), menerima tahbisan/ konsekrasi episkopal (KHK no. 379), dan mengumumkan surat itu kepada umat yang dipercayakan kepadanya.

Disebutkan dalam bulla: “Hendaknya Anda menerima tahbisan sebagai Uskup di mana pun di luar Roma oleh seorang Uskup Katolik dengan mengindahkan norma-norma liturgis yang berlaku”. Konsekrasi episkopal itu digabungkan dalam Misa. Surat itu dibacakan utusan Paus pada saat Misa Tahbisan. Ini menyatakan bahwa seorang Uskup menghubungkan umatnya dalam kesatuan Gereja Universal.

Di dalam rubrik Misa Tahbisan, ada dua istilah yang digunakan untuk menunjuk Uskup yang dikonsekrasikan. Sebelum doa tahbisan, ia masih disebut Electus (yang terpilih). Sesudahnya berubah menjadi Ordinatus (yang tertahbis). Kedua istilah itu untuk menunjukkan transisi menuju penetapan status penuh. Dua istilah itu lazimnya hanya digunakan dalam rubrik teks liturgis.

Liturgi Tahbisan menyempurnakan Uskup terpilih menjadi Uskup tertahbis, yang menerima “hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang dibebankan oleh jabatan itu”, seperti dijanjikan juga dalam bulla. Pada saat ia berlutut dan kepalanya ditumpangi tangan, tugas yang dipercayakan oleh para Rasul kepada para Uskup diserahkan juga kepadanya. Ritus itu dimulai Uskup pentahbis utama dan dilanjutkan oleh para Uskup lainnya, tanpa kata, tanpa lagu. Suasana hening. Pada saat doa tahbisan, para Uskup pentahbis dan konselebran memohonkan baginya “Roh pangkal segala rahmat” (Spiritum Principalem) yang dulu juga dicurahkan kepada Yesus Kristus dan kemudian dianugerahkan-Nya kepada para Rasul. Saat doa itu, Kitab Injil pun ditumpangkan di atas kepalanya. Kristus, Sang Sabda, tengah menaunginya. Umat terlibat dalam saat epiklesis itu dengan diam, memandang, dan akhirnya menanggapinya dalam seruan “Amin” meriah.

Penumpangan tangan dan doa tahbisan merupakan kesatuan ritus utama yang esensial. Tak cukup hanya itu. Masih ada ritus pelengkap yang sarat simbolisme. Kepala Uskup baru diurapi dengan minyak Krisma, agar ia menerima bagian dalam imamat agung Kristus, menganugerahkan curahan rahmat berlimpah, dan hatinya dipenuhi berkat rohani berlimpah. Lalu ia menerima Kitab Injil untuk diwartakan dengan kesabaran, ketekunan, dan kebijaksanaan. Sebuah cincin dikenakan pada jari manis tangan kanannya sebagai lambang kesetiaan dan kesatuan dengan umat yang dipercayakan kepadanya, yakni mempelai Kristus, Gereja Kudus. Mitra dikenakan di kepalanya, sebagai mahkota kemuliaan abadi. Yang terakhir adalah tongkat, lambang tugas kegembalaan.

Sesudah diberi aneka atribut (insignia) dan dimaklumkan di depan umat, ia pun diantar Uskup pentahbis menuju takhta Uskup. Di situ ia menerima salam dari para Uskup. Ritus ini melambangkan bergabungnya Uskup baru ke dalam Kolegium Para Uskup. Dengan rangkaian liturgi tahbisan itu, status jabatan imamatnya dinaikkan dari tingkat kedua (secundum meritum) menjadi imam agung (sacerdos magnus).

Tampilan seorang Uskup yang berdandan lengkap dengan semua atributnya sebagai pemimpin liturgi mencitrakan diri dan tugasnya sebagai bapa, gembala, bentara, dan imam agung. Uskup adalah figur otoritas, yang berperan sebagai pengawas (moderator), penganjur (promotor), dan pelindung (custos) bagi seluruh kehidupan liturgi dalam Gereja yang dipercayakan kepadanya (Christus Dominus, no. 15). Tugas Uskup sekaligus sebagai pengajar, pengudus, dan pemimpin paling tampak dalam liturgi yang ia rayakan bersama umatnya. Liturgi episkopal mewujudkan keindahan Gereja partikular. Uskup memiliki otoritas liturgis yang besar. Semoga sungguh diabdikan demi kemuliaan Allah dan kesucian umatnya.

C.H. Suryanugraha OSC

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*