Artikel Terbaru

Paus Penegak Ajaran Gereja yang Gemar Berderma

Paus Paulus I.
[listverse.com]
Paus Penegak Ajaran Gereja yang Gemar Berderma
3 (60%) 2 votes

HIDUPKATOLIK.com – Paus yang berjuang membela ajaran Gereja, menegakkan displin hidup religius, dan suka berderma.

Roma, tahun 758. Bapa Suci dan kekuasaan kepausan terancam. Raja Lombardia, Desiderius (†786) sudah merangsek dan menduduki Imola, Osimo, Ancona. Aksi pendudukan ini pun sudah terjadi di Spoleto dan Benevento, serta beberapa kota lainnya. Bahkan Raja Desiderius sudah berkompromi dengan Kekaisaran Binzantium di bawah Kaisar Konstantinus V Copronymus (718-775) di Italia Tengah. Gerak pasukan Lombardia ini sudah mengancam Roma.

Paus pun meminta bantuan Raja Frank Pepin (751-768) agar melindungi Roma dari ancaman Bangsa Lombardia. Selama masa bertakhta, Paus ini berjuang tak kenal lelah melawan ancaman Lombardia dan Kekaisaran Binzantium. Ia terus mengusahakan tegaknya ajaran Gereja, yurisdiksi gerejani, dan disiplin hidup religius. Dialah Paus Paulus I.

Saudara Paus
Paulus lahir di Roma, Italia, sekitar tahun 700. Ia masih berkerabat dengan Paus Stefanus II (752-757). Paus ini mestinya bergelar Paus Stefanus III karena setelah Paus Zakharias (741-752) wafat, terpilih Paus baru dan memakai nama Stefanus II. Namun, Paus baru ini wafat tiga hari setelah di pilih (23-26 Maret 752). Karena belum sempat ditahbiskan sebagai Uskup Roma dan belum menduduki Takhta St Petrus, namanya dihilangkan dari Liber Pontificalis. Namun, ada beberapa praktik yang menuliskan nama Paus Stefanus II (III) untuk menunjukkan bahwa ada yang hilang dalam urutan nama Stefanus. Jadi, Paus Stefanus II, saudara Paulus ini dianggap menggantikan Paus Zakharias setelah pen dahulunya Paus-terpilih Stefanus wafat.

Paulus dan saudaranya itu sempat bersama-sama mengenyam pendidikan sebagai calon imam di Istana Lateran. Paulus menerima tahbisan diakon dari Paus Zakharias. Ketika Stefanus terpilih menjadi Paus, ia mempercayakan banyak urusan penting gerejani pada Paulus, termasuk merestorasi kota-kota di bawah yurisdiksi kepausan yang telah direbut Bangsa Lombardia. Usaha menguasai kota-kota itu dapat berjalan lancar berkat bantuan Raja Pepin. Kota-kota yang telah direbut Pepin diserahkan pada Paus. Inilah cikal bakal teritorial Negara Kepausan zaman Abad Pertengahan, yang merupakan donasi Pepin.

Banyaknya urusan yang ditangani Paulus membuat namanya tak asing lagi di lingkungan Istana Kepausan –apalagi ia masih terhitung sebagai kerabat Bapa Suci. Di dalam Kuria Kepausan, ia tampil sebagai tokoh kunci karena besarnya kepercayaan Bapa Suci padanya.

Ancaman Lombardia
Ketika Paus Stefanus II wafat pada 26 April 757, Paulus dipilih sebagai penggantinya. Ia menerima tahbisan Uskup Roma dan menduduki takhta pada 29 Mei 757. Naik takhta menggantikan saudaranya, Paus Paulus I pun melanjutkan kebijakan yang telah digariskan Paus Stefanus II. Hubungan kepausan dengan Raja Frank begitu harmonis karena Pepin telah dimahkotai oleh Paus Stefanus II di St Denis tahun 754 sebagai raja yang akan selalu loyal pada Bapa Suci dan para penggantinya. Inilah pemahkotaan penguasa sipil oleh Paus yang boleh jadi pertama terekam sejarah.

Namun, ancaman datang dari Lombar dia. Merasa terancam, Paus Paulus I mengutus Uskup Ostia Mgr George menyampaikan dua surat pada Pepin. Surat pertama berisi kondisi hasil negosiasi Paus dengan Raja Lombardia. Paus menjelaskan, Desiderius minta tawanan perang Lombardia yang ditahan Pepin dikembalikan dan akan mengembalikan Imola pada Paus. Pepin diminta untuk membantu menyelesaikan sengketa antara Takhta Suci dengan Desiderius secara damai.

Di luar sepengetahuan Desiderius, dalam surat keduanya, Paus menginformasikan bahwa Raja Lombardia sudah berkongsi dengan Konstantinus V untuk menyerang Ravenna. Ia minta Pepin untuk mengirimkan bala bantuan, menghukum Desiderius, dan mengambil alih kota-kota kepausan yang telah di duduki.

Menanggapi surat Paus, Pepin mengutus saudaranya, Uskup Rouen Mgr Remidius dan Pangeran Antschar menyampaikan pesan pada Desiderius. Pepin mendesak Raja Lombardia segera mengembalikan kota-kota yang menjadi hak kepausan paling lambat April 760 dan mengakui yurisdiksi kekuasaan Paus. Desi derius justru kian mendesakkan kekuatan militernya ke dalam teritori kepausan. Paus kembali minta perlindungan Pepin.

Uskup Agung Ravenna, Mgr Sergius melaporkan telah menerima surat dari Kaisar Konstantinus V yang berisi ancaman agar Ravenna tunduk tanpa syarat di bawah kekuasaan Binzantium. Ancaman serupa juga terjadi di Venesia. Menerima laporan Mgr Sergius, Bapa Suci segera minta Pepin bertindak.

Pepin merangkul Raja Lombardia untuk membantu Paus. Alhasil, Desiderius pun mulai menaruh hormat pada Paus dan memberikan ruang bagi reksa penggembalaan Takhta Suci atas Lombardia. Bahkan tahun 765, Desiderius datang ke Roma dan menyelesaikan perselisihan batas-batas wilayah dengan Paus. Mulai saat itu, Pepin mampu mengarahkan Desiderius untuk membantu Paus mengembalikan yurisdiksi Takhta Suci di wilayah Italia Selatan. Desiderius juga ikut mengawal hak-hak Gereja dan mendukung Paus untuk menertibkan para uskup yang membangkang di wilayahnya.

Warisan Keutamaan
Meski lemah secara politik, Paus tetap mengusahakan tegaknya ajaran Gereja terutama dogma Trinitas dan penghormatan atas benda-benda suci. Hal ini bertujuan menangkal gerakan ikonoklasme dari Konstantinus V. Ikonoklasme adalah gerakan anti penghormatan pada lukisan, patung yang menggambarkan figur-figur suci dan seni religius lainnya.

Paus juga minta dukungan Pepin untuk menegakkan ajaran dan disiplin Gereja. Pepin lalu menginisiasi Sinode Frank yang digelar di Gentilly –dekat Paris– untuk menegaskan kembali ajaran Paus tentang Tri nitas dan penghormatan benda-benda suci.

Selama bertakhta, Paulus I begitu bersemangat mengembangkan hidup religius dalam Gereja. Ia menjadikan rumah warisan orangtuanya sebagai biara. Di sana juga dibangun Gereja San Silvestro in Capite. Selain itu, ia membangun gereja untuk menghormati para Rasul di Via Sacra, Roma. Dalam rangka pengembangan hidup religius, ia menggelar Sinode di Roma tahun 761. Ia juga menyelamatkan relikwi para martir di katakombe yang sempat diporak-porandakan Bangsa Lombardia tahun 756. Relikwi para martir itu disemayamkan kembali dalam gereja-gereja di Roma.

Karena hubungan baiknya dengan Pepin, Paus memindahkan relikwi St Petronilla dari Katakombe St Domitilla ke Kapel St Petrus yang dibangun oleh pendahulunya, Paus Stefanus II. St Petronilla di percaya sebagai putri St Petrus dan sangat dihormati di kalangan Bangsawan Frank.

Paus Paulus I bertakhta selama 10 tahun. Ia wafat di dekat Basilika St Paulus Luar Tembok, 28 Juni 767. Ia dimakamkan di luar tembok Basilika St Paulus. Tiga bulan kemudian jazadnya dipindahkan ke Basilika St Petrus. Selama masa kepausannya, ia dikenal sebagai Paus yang senang berderma untuk kaum miskin. Gereja menghormati keutamaan hidupnya yang suka berderma, menegakkan ajaran Gereja dan disiplin hidup religius. Gereja menghormatinya sebagai Santo dan memperingatinya tiap 28 Juni.

R.B.E. Agung Nugroho

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*