Artikel Terbaru

Saling Menguatkan dan Meneguhkan

Romo Guido Suprapto.
[Dok.HIDUP]
Saling Menguatkan dan Meneguhkan
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Tiap tahun, Komisi Kerawam Konferensi Waligereja Indonesia mengundang umat Katolik yang merasul di ranah politik. Mereka berdialog untuk saling meneguhkan.

Gereja melalui perangkat pastoral Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) berusaha menyapa, meneguhkan, dan mendukung umat Katolik yang berkiprah dalam dinamika politik di negeri ini. Gereja terpanggil untuk terus meneguhkan umat Katolik yang berada di ranah politik agar memberikan kontribusi optimal bagi bangsa dan negara ini. Berikut petikan wawancara dengan Sekretaris Komisi Kerawam KWI Romo Guido Suprapto:

Romo, apa yang telah dibuat Gereja bagi umat yang berkarya di ranah politik?
Kami mengupayakan agar setiap tahun bisa bertemu dengan umat Katolik yang berkecimpung di politik, terutama mereka yang duduk di jabatan strategis dalam pemerintahan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Pertemuan ini difasilitasi Komisi Kerawam KWI.

Dalam pertemuan ini, biasanya ada perayaan Ekaristi, dialog interaktif, berbagi pengalaman. Biasanya ada Uskup yang hadir dalam pertemuan ini. Kami juga pernah mengadakan pertemuan untuk membahas kondisi sosial politik Indonesia terkini. Dalam kesempatan itu, umat Katolik yang bergerak di dunia politik, bisa saling membagikan ide atau keprihatinan.

Apa tujuan pertemuan?
Pertemuan ini bertujuan untuk saling memberi dukungan, mengingatkan, serta meneguhkan, sehingga tugas-tugas yang mereka emban di dalam bidang masing-masing bisa di jalankan dan dimaknai sebagai salah satu bentuk panggilan dan perutusan. Dengan pertemuan semacam ini, kami ingin memberikan pesan dan pengertian kepada mereka bahwa Gereja melalui KWI memberikan sapaan dan dukungan kepada umat yang berkiprah dalam ranah politik.

Pertemuan seperti ini sudah berlangsung lama. Memang awalnya, kami mesti meyakinkan mereka bahwa pertemuan ini difasilitasi Komisi Kerawam KWI, dan tidak ada unsur pamrih politik apa pun. Mulanya memang kurang mendapatkan respon. Namun, selama hampir dua periode saya di Komisi Kerawam ini, lama-kelamaan setelah dua tiga kali kegiatan ini berlangsung ada respon yang menggembirakan. Mereka bersedia dan mau dengan sadar datang ke KWI yang notabene sebagai institusi Gereja untuk bertemu bersama dan mengadakan kegiatan bersama.

Pada prinsipnya, kami dari Komisi Kerawam KWI seberapa pun dari mereka yang hadir, kami tetap dengan senang hati dan bersemangat untuk mengadakan pertemuan ini. Kami menganggap penting untuk memberikan sapaan dan peneguhan kepada mereka.

Apa hasil pertemuan itu?
Yang mau kami sasar adalah, tiap kali selesai pertemuan, ada hasil dari keputusan bersama yang bisa dikembangkan dalam pekerjaan yang mereka emban di lembaga mana pun. Setiap kali kami mengadakan pertemuan selalu ada tema yang berbeda. Tema yang dipilih biasanya disesuaikan dengan dinamika sosial politik yang sedang terjadi dalam masyarakat, misal membahas tentang semangat nasionalisme dan kebangsaan, korupsi, dan yang lain.

Pertemuan itu juga menjadi sarana kami untuk mensosialisasikan dan membahas bersama tema-tema yang sedang dikembangkan oleh KWI, yang biasa merupakan hasil Sidang KWI, misal tentang korupsi, lingkungan hidup, atau tema-tema yang lain, yang relevan untuk dibicarakan dan dititipkan pada mereka untuk ditindaklanjuti dalam bentuk buah-buah pemikiran saat mereka ikut menentukan kebijakan.

Apa pesan Romo bagi umat yang berkarya di pemerintahan dan ranah politik?
Bagi saya, pertemuan itu sudah memberikan pesan tersendiri. Dengan mendekatkan mereka satu sama lain di tengah kesibukan tugas yang diemban di ranah politik dan lembaga pemerintahan untuk berkumpul dan berdialog, saya pikir, ini adalah salah satu bentuk nyata perhatian Gereja terhadap mereka.

Selain itu, setidaknya ada dua pesan yang ingin disampaikan Komisi Kerawam KWI untuk mereka. Pertama, mereka yang duduk di lembaga pemerintahan yang strategis, semoga bisa menjalankan fungsi dan peran secara optimal dan maksimal, sehingga kehadiran mereka sungguh-sungguh memberikan kontribusi yang baik bagi bangsa dan negara.

Kedua, dalam tugas yang mereka kerjakan sehari-hari, ada nilai panggilan dan perutusan. Dengan berkarya melalui lembaga pemerintahan dan lembaga politik, mereka bisa memberikan kesaksian hidup yang jujur, baik, dan dedikasi yang tinggi, sehingga betul-betul mampu memberi warna pada lembaga tempat mereka bekerja.

Kita tahu bahwa lembaga-lembaga ini sekarang sedang banyak mendapatkan sorotan masayarakat karena kinerja yang kurang produktif dan kurang maksimal. Maka kami harap, kader Katolik yang ada di situ bisa berbuat maksimal dan optimal. Jangan mengecewakan masyarakat yang memberikan mandat pada mereka.

Christophorus Marimin

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*