Artikel Terbaru

Adakah Korelasi Antara Telapak Tangan dan Tulisan Tangan Dengan Kecerdasan dan Kepribadian Anak?

Adakah Korelasi Antara Telapak Tangan dan Tulisan Tangan Dengan Kecerdasan dan Kepribadian Anak?
2.3 (46.67%) 3 votes

HIDUPKATOLIK.com – Dear Pangasuh, saya pernah mendengar cerita dari teman bahwa orangtua bisa mengenal kecerdasan dan kepribadian anak lewat telapak tangan dan tulisan tangan. Apakah ada korelasi antara telapak tangan dan tulisan tangan dengan kecerdasan serta kepribadian anak? Mohon penjelasan. Terima kasih.

Marchella Rukmini, Bekasi

Ibu Marchella Rukmini terkasih, rajah tangan (palmistry) dan tulisan tangan (graphology) sudah ada lama dalam sejarah perkembangan ilmu manusia. Namun, ada masa di mana cara memahami manusia seperti ini ditinggalkan, karena dianggap kurang pembuktian ilmiah. Pada masa kini, kenyataannya ilmu grafis untuk mengungkap kepribadian manusia secara proyektif, melalui goresan tangan (tulisan, gambar, atau coretan) tetap dipelajari dan digunakan, namun umumnya tidak sebagai alat tunggal. Dengan kata lain, untuk mengetahui kepribadian seseorang, tak cukup hanya dengan melihat tulisan tangannya, melainkan harus dikombinasikan dengan data lain, seperti wawancara, observasi, dan penggunaan alat tes psikologis lain.

Akhir-akhir ini di Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya, merebak tren tes finger-print (sidik jari) untuk mengenal kecerdasan anak. Istilah finger-print dikemukakan pertama kali oleh Harold Cummins, ahli kedokteran genetik, pada 1943 (Journal of Medical Genetics, 1976,13, h.540).

Dasar finger-print test adalah dermatoglyphics, di dalamnya termasuk rajah telapak tangan dan sidik jari. Seiring perkembangan ilmu, pengembang finger-print test mengatakan bahwa landasan konseptualnya adalah perkembangan kulit pada minggu ke-13 sampai ke-19 masa kehamilan, yang bersamaan dengan perkembangan otak, di mana sidik jari dianggap mewakili proporsi sel dan distribusinya dalam perkembangan lobus (bagian) otak.

Sejauh ini kita tahu bahwa sidik jari manusia tak ada yang sama, bahkan pada individu kembar identik sekali pun. Karena itu, kita mengenal sidik jari sebagai alat identifikasi bagi seseorang yang sudah digunakan secara luas dalam ilmu kriminologi. Penelitian Cummins menunjukkan bahwa penyandang down’s syndrome yang mengalami keterbelakangan mental memiliki ciri yang bisa dideteksi melalui sidik jarinya. Inilah awal mula bukti ilmiah yang mengaitkan sidik jari dan kecerdasan.

Ilmu pengetahuan mengenai kelanjutan kaitan sidik jari dan kecerdasan manusia sejauh ini masih terus berkembang, dan belum menghasilkan kesimpulan pasti. Sejauh mana kecerdasan merupakan bawaan, atau pengaruh lingkungan, juga belum sepenuhnya diketahui. Belum didapatkan pula bukti ilmiah yang sahih dan meyakinkan untuk dapat menyimpulkan kecerdasan dan kepribadian anak berdasarkan sidik jarinya. Di sisi lain, belum dapat pula dikatakan bahwa sidik jari tidak berkaitan dengan kecerdasan, karena sudah pernah terbukti berhubungan dengan masalah kromosom atau genetik terkait keterbelakangan mental (kecerdasan).

Pada akhirnya, yang dapat saya sampaikan kepada Ibu adalah sebagai berikut. Ilmu pengetahuan masih belum cukup untuk secara meyakinkan membuat kesimpulan tentang kecerdasan seseorang melalui sidik jari. Namun kita percaya bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, sehingga mungkin saja suatu saat kita dapat melakukannya.

Di ranah ilmu psikologi, kami belum dapat menganjurkan sesuatu yang belum memiliki dasar ilmiah yang sahih. Jika ada umat yang tetap ingin melakukannya, kami anjurkan dikombinasikan dengan asesmen psikologis yang sudah terbukti, sehingga hasilnya pun lebih dapat dipercaya. Salam sukses untuk Ibu sekeluarga. Tuhan memberkati.

Agustina Hendriati

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*