Artikel Terbaru

Jalan Menuju Kebahagiaan

Jalan Menuju Kebahagiaan
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Jalan Menuju Kebahagiaan
Data Buku:

Judul : Meditasi Kristiani, Menjadi Pribadi yang Bahagia
Penulis : Sr M Carolisa, FCh
Penerbit : PT Kanisius, Yogyakarta, 2016
Tebal : 64 hlm
ISBN : 1016001071

“Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya”, itulah yang didengungkan imam atau diakon seusai membacakan Injil dalam Perayaan Ekaristi atau ibadat lainnya. Pesannya jelas, antara lain, dengarkan Sabda Tuhan sesering mungkin, dan lakukan apa yang didengarkan itu, maka terbukalah pintu kebahagian sejati.

Siapa orang yang bahagia? Yesus secara eksplisit menyampaikan dalam Sabda Bahagia-Nya, antara lain, berbahagialah orang miskin di hadapan Allah, orang yang berduka cita, orang yang lemah lembut, orang yang lapar dan haus akan kebenaran, orang yang murah hatinya, orang yang suci hatinya (Mat 5:3-12).

Manusia memiliki tubuh, jiwa, dan roh. Ketiganya saling terkait, tak terpisahkan. Integral. Keintegralan tubuh-jiwa-roh itulah memungkinkan manusia bahagia. Sr M Carolisa FCh dalam buku yang berjudul “Meditasi Kristiani: Menjadi Pribadi yang Bahagia” menawarkan kepada pembaca bahwa salah satu cara atau sarana menuju kebahagiaan adalah melalui meditasi.

Buku tipis (tebal 64 hlm) namun sarat makna ini memuat 8 tema utama meditasi yakni siapa aku, untuk apa aku diciptakan, kemampuan-kemampuan yang ada padaku, menerima diri sendiri, terbuka terhadap relasi secara personal, kesadaran yang jelas akan makna tinggal di dunia, dinamis, dan relasi dengan sejarah.

Membangun relasi dengan Allah
Kedelapan tema meditasi itu, masing-masing tema diawali tulisan pengantar oleh Sr Carolisa, FCh, yang menamatkan studi Lisensiat Teologi dengan spesialisasi Spiritualitas Fransiskan dan master untuk formatio di Universitas Pontifical Antoniorum, Roma, Italia.

Dalam pengantarnya, Sr Carolisa menulis, menjadi pribadi yang bahagia adalah idaman setiap orang. Kebahagian merupakan rahmat cuma-cuma dari Allah, namun sekaligus merupakan usaha dari pihak manusia (hlm 5).

Meditasi Kristiani merupakan upaya membangun kesadaran untuk pengenalan diri yang tepat sebagai makhluk yang luhur di hadapan Allah, kemudian mengerti apa tujuan dan ke mana kehidupan kita terarah. Juga, disajikan tujuan pokok buku ini yakni mampu mengenal siapa diri kita (ciptaan tertinggi yang sangat dicintai Tuhan) dan mengerti apa tujuan dari kehidupan kita, hlm 6-7).

Setiap tema yang dibahas dalam buku ini, Sr Carolisa menjelaskan pokok pikiran masing-masing tema. Pokok pikiran tersebut sangat membantu pembaca, semacam panduan, untuk melanjutkan meditasinya secara terarah dan bermakna. Selain itu, dalam setiap tema juga ditemukan butir-butir refleksi yang mengajak para pemeditasi untuk mendalami secara pribadi topik-topik tersebut.

Akhirnya, “menjadi pribadi yang bahagia” dapat kita bangun dari sikap batin yag penuh syukur, mensyukuri apa yang ada melalui karunia sederhana setiap hari dan menyadari apa saja yang ada di sekeliling kita serta bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sedang kita lakukan. Dan selanjutnya, kita membangun relasi dengan Allah, dengan diri kita sendiri, sesama, alam serta segenap isinya, dengan melibatkan tubuh, jiwa, dan roh kita.**

Ignas Iwan Waning, Palembang

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*