Artikel Terbaru

Bukan Kamu yang Memilih Aku Tetapi Aku yang Memilih Kamu

Peserta Youth Camp Chosen.
Bukan Kamu yang Memilih Aku Tetapi Aku yang Memilih Kamu
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Bertempat di Santa Monica 1 Resort, Pancawati-Bogor, para peserta Youth Camp– Campus Based mengalami proses pendalaman rohani oleh para fasilitator muda dari kelompok CFC-Youth For Christ. Kegiatan rohani bertema “Chosen” yang diselenggarakan oleh kelompok CFC (Couple for Christ) ini diadakan tanggal 17-19 Juni 2017 yang lalu. Para peserta diperdalam dengan beberapa tema yakni: God’s love and His plan for us; Who is Jesus Christ for me; Repentance, Faith, Healing, and Forgiveness; Receiving God’s Gift-The Power of the Holy Spirit; dan Growing in The Spirit / Life and Mission of YFC. Selain itu berbagai dinamika rohani dan jasmani menghiasi rangkaian kegiatan camping tiga hari di bawah naungan cemara di bukit Pancawati ini.

Alasan yang mendasar mengapa camping ini diadakan adalah karena adanya keprihatinan akan pergulatan iman, harapan dan kasih di dalam diri orang muda Katolik baik di dalam hidup keluarga bersama orangtua, maupun juga dalam aktualisasi diri sebagai orang muda yang beriman. Selain sebagai motivasi mendasar untuk inisiasi ke dalam kelompok Youth For Christ, para peserta dibantu oleh teman-teman fasilitator muda, mengerti apa rencana Tuhan bagi mereka, siapa itu Yesus, apa itu Salib, pertobatan dan pengampunan dan bagaimana menjalani hidup dengan bantuan Roh Kudus. Kebersamaan mereka bagai bara yang saling menyalakan api satu sama lain; seperti Para Rasul yang siap mewartakan Yesus Kristus setelah Pentekosta. Luar biasa… mereka saling mendoakan dan saling meneguhkan satu sama lain. Citra jemaat kristiani perdana di masa para Rasul, dihadirkan kembali.

Dengan dukungan moril penuh dari Paroki St. Laurensius-Alam Sutera, untuk kegiatan kategorial mahasiswa Katolik se-dekenat Tangerang, para peserta dibantu juga oleh dua misionaris awam CFC asal Filipina, beberapa orangtua pendamping dari CFC, dan Romo Doni, CMF. Meski peserta semuanya empat puluhan orang, namun kaum muda Katolik ini berasal dari tempat yang berbeda: dari paroki St. Laurensius-Alam Sutera, St. Ambrosius-Melati Mas, Sta. Monica-BSD, Sta. Odilia-Citra Raya, St. Barnabas-Pamulang dan dari mahasiswa Unika Atmajaya Jakarta. Benar jika kegiatan ini diberi tema “Chosen”; sebab mereka dipilih dari sekian banyak orang muda Katolik.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah kontinuitas evangelisasi bagi kaum muda gereja. Sebab ada pula pendampingan rohani dan kegiatan kelompok kategorial anak-anak, remaja,dan putera-puteri altar-sakristi. Karena itu mereka perlu mendapat perhatian dan bimbingan yang berkelanjutan dalam usia mereka yang masih muda. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk inisiasi ke dalam kelompok kaum muda Kristus atau Youth For Christ yang akan selalu menjaga komitmen untuk mengadakan pertemuan rutin untuk pendalaman dan pertumbuhan iman, serta tindakan nyata. Mereka mengusung 4 point penting dalam proses pertumbuhan iman yakni prayer, fellowship, service, dan sacraments.

Beberapa dari peserta berkesempatan memberikan sharing pengalaman mereka tentang Youth Camp ini. Sean, peserta asal St. Laurensius-Alam Sutera mengatakan bahwa camp ini beda, sebab ia menemukan sebuah kesadaran bahwa Tuhan mempunyai sesuatu yang istimewa buat kita masing-masing. Sonya, perwakilan dari St. Barnabas, awalnya pesimis, karena sepertinya camp ini tidak sesuai harapan. Namun, ternyata buah-buah dari camp rohani ini melebihi ekspektasi, terutama dari materi dan kesaksian hidup yang dibawa oleh rekan-rekan seusia muda. Ia spontan berkata: “lebih riil…jadinya”. Ia menambahkan bahwa dengan pengalaman ini ia memiliki sebuah komitmen untuk memperbaiki hidup.

Dari perwakilan fasilitator, Yuan mengatakan bahwa rencana Tuhan dan rencana manusia itu beda. Ternyata Tuhan punya rencana tersendiri untuknya menjadi fasilitator bagi teman-teman peserta, lebih dari sekedar rencana liburan. Pembawa kesaksian di sesi tentang Who is Jesus Christ for me ini menambahkan bahwa melalui Youth Camp ini kita kaum muda akan semakin banyak memiliki teman bahkan saudara. Karena itu, meski kita memiliki masalah dan pergulatan batin yang berbeda-beda, kita bisa saling menguatkan satu sama lain. Inilah cara Tuhan mengajar kita bahwa hidup dan perhatian kita jangan tergerus kemajuan zaman dan pengaruh gadget atau game online yang bisa memisahkan kita dari kebersamaan dan kehidupan sosial. Kehadiran orang lain, akan menjadi bantuan Tuhan bagi kita dikala kita mengalami kesulitan hidup.

Nah, seperti tiga Rasul yang diajak Yesus turun dari gunung Tabor, untuk siap memikul salib di Yerusalem, bukan hanya menikmati kemuliaan (baca: kenikmatan) di puncak gunung, para peserta turun (baca: diutus) dari pengalaman rohaninya di bukit cemara Pancawati-Bogor dengan wajah-wajah penuh pembebasan dan kekuatan Roh untuk menghidupi komitmen kasih, terutama di dalam keluarganya masing-masing. Berbekal surat cinta dari teman-teman dan orangtua untuk masing-masing pribadi, para peserta diutus untuk menyatakan: “Bukan kamulah yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah…” (Yoh 15:16).

Eugenius Paul Madoni

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*