Artikel Terbaru

OSF harus Menghayati Nasihat Injili

Mgr Aloysius Sudarso, SCJ dalam misa pembukaan Kapitel Nasional ke – 5 Ordo Fransiskan Sekular (OFS) di Palembang.
[Ignas Iwan Waning]
OSF harus Menghayati Nasihat Injili
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – St Fransiskus Asisi adalah tokoh iman yang luar biasa melalui cara hidupnya menurut Firman Allah. St Fransiskus Asisi memiliki kepekaan yang mendalam akan kehadiran Allah. Atas dasar itulah secara spesial, St Fransiskus Asisi mendapatkan kesucian hidup dan dihayati secara luar biasa, kata Mgr Aloysius Sudarso, SCJ dalam misa pembukaan Kapitel Nasional ke–5 Ordo Fransiskan Sekular (OFS) di Palembang, (Jumat, 7 Juli 2017).

Di hadapan 128 peserta kapitel dan 11 imam selebran, Mgr Aloysius menegaskan bahwa St Fransiskus mengikuti jejak Kristus secara sangat istimewa. Ia mengutamakan Kristus sebagai sentral dalam hidup nyata.

St Fransiskus menghayati dalam praksis hidupnya yakni Tuhan yang miskin, maka ia sangat terpesona akan kemiskinan. Ia sangat rendah hati serta ketaatan St Fransiskus pada penderitaan Kristus dan komit pada nilai-nilai Injili.

Dari Papua sampai Nias
Para peserta kapitel nasional OFS ini merupakan perwakilan dari berbagai regio yakni regio (Jawa Bagian Barat, Papua, Medan, Nias, Lampung, Palembang, Jawa Tengah, Bajawa, Sibolga, Manggarai, dan Kalimantan) serta para pendamping rohaninya baik imam (Fransiskan, Kapusin dan Conventual) serta suster diselenggarakan di Rumah Retret Giri Nugraha, Palembang 7-10 Juli 2017.

Kepada para peserta yang hadir, Mgr Aloysius mengharapkan agar para anggota OFS ini mampu menghayati nasihat-nasihat Injil yakni semangat hidup miskin dalam berbagai bentuk. Milik yang terbesar adalah Tuhan. Apa yang kita miliki juga dipergunakan untuk sesama saudara, dan yang terpenting adalah milik bukan berarti untuk menguasai.

Selain semangat kemiskinan, menjelaskan secara singkat berkaitan dengan semangat ketaatan. Ketaatan juga berlaku baik imam, suster, awam yakni ketaatan akan Tuhan yang memimpin kehidupan, serta ketaatan dalam mencari kehendak Tuhan. Sedangkan berkaitan dengan semangat kemurniaan (selibat) dalam konteks hidup berkeluarga yakni harus hanya mencintai sebagai suami-istri, tidak menyimpang.

Dalam misa yang meriahkan oleh kelompok koor mahasiswa-mahasiswi Universitas Musi Charitas Palembang, Mgr Aloysius juga menekankan bahwa St Fransiskus dalam hidupnya sangat mencintai akan ciptaan dan menyapa alam ciptaan ini dengan saudara atau saudari. St Fransiskus menghayati kesatuan yang indah itu justru karena berpusat pada Tuhan. Yang tidak kalah pentinnya St Fransiskus memiliki kemampuan untuk berdialog. Maka dalam konteks Indonesia kini, Mgr Aloysius mengharapkan agar para OFS pada khususnya serta Gereja pada umumnya untuk terus membangun dialog terutama dengan umat Muslim. Nilai-nilai itulah yang harus dikembangkan dan dilestarikan di tanah air.

Dalam sambutan Minister Nasional OFS Dr Hendro Setiawan mengatakan hendaknya para peserta kapitel perlu mendalami tema kapitel ke–5 ini yang dikutip dari pernyataan St Frasiskus Asisi yakni “Marilah kita mulai berbuat baik, sebab sampai sekarang kita berbuat sedikit”. Sekaligus bersyukur atas kehadiran Mgr Aloysius Sudarso dalam misa pembukaan ini untuk menguatkan dan mendorong beriman yang baik.

Kepada para peserta kapitel Bpk Hendro berharap semoga Roh Kudus menerangi hati kita sehingga kita memperoleh ketenangan batin, dengarkanlah suara Tuhan seperti yang dikehendaki-Nya. Kita terus bermimpi bagi Indonesia untuk hidup bersama dalam persaudaraan.

Ignas Iwan Waning

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*