Artikel Terbaru

Keunikan Retina Mata Bunda Maria Guadalupe

Keunikan Retina Mata Bunda Maria Guadalupe
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Romo, apakah kanonisasi Juan Diego dari Guadalupe itu sekaligus juga merupakan pengakuan akan historisitas penampakan Bunda Maria di Guadalupe? Apakah penemuan-penemuan terakhir dari bola mata gambar Maria dari Guadalupe itu sudah juga diakui keabsahannya oleh Gereja?

Herlanny Sunarjo, Jakarta

Pertama, baik kalau kita pertama-tama mengenal riwayat St Juan Diego. Ia adalah seorang Indian yang dilahirkan pada 1474 di Tlayacac, Cuautitlan, sebuah desa kecil sekitar 35 mil sebelah utara Tenochtitlan (kota Meksiko). Nama aslinya Cuauhtlatoatzin, artinya “Elang Berbicara”. Juan Diego
dibaptis pada usia 50 tahun oleh seorang imam Fransiskan. Pada saat penampakan, Juan Diego sudah berusia 57 tahun, dengan status duda cerai mati tanpa anak.

Ketika diminta oleh Uskup untuk menunjukkan identitasnya, Bunda Maria menyuruh Juan Diego mendaki sebuah bukit dan mengumpulkan bunga mawar yang sedang mekar di situ, padahal waktu itu musim dingin. Bunga-bunga mawar itu dikumpulkan dan dibungkus dalam mantolnya (Spanyol: Tilma). Ketika mantol itu dibuka di hadapan Uskup, ternyata di mantol itu sudah terlukis gambar Bunda Maria dari Guadalupe yang kita kenal sekarang. Dengan izin Uskup, Juan Diego menjalani sisa hidupnya sebagai layaknya seorang rahib di sebuah kamar mungil di samping kapel di mana lukisan suci Bunda Maria disimpan.

Juan Diego wafat pada 30 Mei 1548 saat berusia 74 tahun. Paus Yohanes Paulus II memuji dia karena imannya yang bersahaja dan menetapkannya sebagai teladan kerendahan hati bagi kita semua. Pada 9 Mei 1990, Juan Diego dibeatifikasi, dan pada 31 Juli 2002 dikanonisasi. Kedua peristiwa itu dilakukan di Basilika St Maria dari Guadalupe, kota Meksiko oleh Paus Yohanes Paulus II.

Kedua, pengakuan resmi Gereja atas penampakan Bunda Maria dari Guadalupe sudah diberikan jauh mendahului saat kanonisasi Juan Diego. Pendirian kapel oleh Uskup Juan de Zumarraga, setelah mendapatkan bukti dari Juan Diego tentang identitas Bunda Maria, sudah bisa dianggap sebagai awal pengakuan resmi atas penampakan Bunda Maria di Guadalupe. Kapel di bukit Tepeyac itu diresmikan 26 Desember 1531. Penampakan itu kemudian diakui oleh Uskup Agung Alonso de Montufar pada 1555. Paus Benediktus XIV menyatakan secara meriah Bunda Maria dari Guadalupe menjadi pelindung utama Meksiko. Paus Leo XIII pada 12 Oktober 1895 memberikan otorisasi untuk memahkotai Bunda Maria dari Guadalupe sebagai Ratu Meksiko, sedangkan 12 Oktober 1945 Bunda Maria dari Guadalupe dinyatakan sebagai “Ratu seluruh Amerika” oleh Paus Pius XII.

Ketiga, mulai 1979, Dr Jose Aste, seorang opthalmologist, melakukan penelitian atas pupil mata gambar Bunda Maria yang ada di mantol Juan Diego dengan menggunakan teknik modern. Pupil mata itu diperbesar hingga 2500 kali dari ukuran aslinya. Dalam retina mata ditemukan gambar dari berbagai pribadi, yaitu seorang Indian asli duduk, wajah Uskup (Juan de Zumarraga), wajah dari penerjemah (Juan Gonzalez), seorang Spanyol, Juan Diego, seorang wanita hitam, dan sekelompok orang: seperti yang ada dalam mata seseorang yang hidup seandainya bertemu pribadi-pribadi itu.

Ukuran gambar-gambar itu sedemikian kecil sehingga hanya bisa dipastikan apa sebenarnya bentuk gambar itu dengan menggunakan teknologi komputer yang sangat canggih. Bahkan dengan teknologi sekarang, tidak mungkin mewarnai gambar-gambar itu yang sedemikian kecil dan dalam ketepatan yang sangat tinggi, padahal gambar itu terlukis di atas bahan yang kasar. Tentang hasil terakhir ini, Gereja tidak mengambil sikap resmi. Tetapi hasil ini sangat meneguhkan iman umat bahwa Bunda Maria sungguh menampakkan diri. Cinta keibuan Maria ini sudah menunjukkan buahnya yang melimpah, yaitu pada iman umat di seluruh Amerika.

Petrus Maria Handoko CM

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*