Artikel Terbaru

Menyoal Cara Bicara Ahok

Menyoal Cara Bicara Ahok
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Dalam tempo.co disebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menantang warga Kampung Pulo yang mengadukan nasib kepada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Ahok menjawab, “Ngadu ke Tuhan juga boleh!” Ada apa dengan Kampung Pulo?

Kampung Pulo adalah satu kawasan di bantaran Sungai Ciliwung yang terkena proyek normalisasi sungai. Proyek normalisasi tersebut membawa implikasi penggusuran ratusan kepala keluarga di kawasan tersebut dan menimbulkan bentrokan. Pernyataan Ahok yang kontroversial bukan hanya itu saja. Dalam sebuah acara penghargaan jurnalis, Ahok mengatakan, “Sejak masih bupati, saya paling demen ribut sama WTS alias wartawan tanpa surat kabar.”

Budaya dan kita
Antropolog Amerika Serikat, Edward T. Hall menjelaskan bahwa setiap masyarakat membangun budaya secara berbeda dengan masyarakat yang lain. Hall menemukan, kerapkali terjadi benturan dalam komunikasi antara satu individu dengan individu lain atau kelompok tertentu dengan kelompok lain karena perbedaan budaya. Hall melanjutkan penjelasan dengan mengemukakan konsep mengenai low context culture dan high context culture.

Low context culture ditandai dengan kecenderungan cara berkomunikasi yang bersifat eksplisit dan langsung. Sementara, high context culture memiliki ciri sebaliknya yaitu cara berkomunikasi yang implisit dan tak langsung. Perbedaan dua cara ini dapat menimbulkan benturan atau bahkan konflik antara kedua belah pihak yang berbeda pendekatan. Low context dan high context culturesama sekali tidak dimaksudkan menunjukkan bahwa pola yang satu lebih unggul atau lebih rendah dibandingkan yang lain. Penggolongan ini hanya untuk membantu memahami perbedaan cara dan pendekatan yang digunakan setiap individu dalam masyarakat.

Dalam kasus Ahok, kita dapat menggolongkan pola komunikasi Ahok ke dalam pola low context culture yang cenderung berkomunikasi secara terbuka atau blak-blakan atau langsung ke inti masalah. Pernyataan yang dibuat selalu disusun secara eksplisit, tidak menggunakan metafora atau perumpamaan. Individu yang memiliki kecenderungan berkomunikasi high context culture, gaya Ahok menjadi sumber ketidaknyamanan, bahkan sumber konflik, apalagi dalam budaya masyarakat Indonesia yang sebagian berada dalam pola high context culture, yang menempatkan sikap menenggang rasa sebagai bagian dalam tata krama pergaulan.

Kemarahan sejumlah orang kepada Ahok mencuat. Kemarahan itu bersumber dari perbedaan cara berkomunikasi, low context dan high context culture. Tetapi tidak semua orang memahami bahwa yang berbeda adalah semata-mata cara berkomunikasi. Kebanyakan orang cenderung melihat bahwa cara berkomunikasi yang bersifat langsung dan menuding orang lain sebagai pihak yang salah, menunjukkan isi hati dan pikiran yang sembrono. Perbedaan cara berkomunikasi ternyata berpotensi menimbulkan konflik. Artinya bahwa baik low maupun high context culture sama-sama berpotensi menimbulkan masalah dalam penerimaan pesan komunikasi. Maka, tidak ada satupun yang lebih baik dari pada yang lain.

Kebersamaan
Jika cara berkomunikasi low context culture yang dipraktikkan Ahok mengundang ketidaknyamanan banyak orang dan membuat orang menaruh prasangka akibat generalisasi yang dibangun berdasarkan aspek etnisitas atau agama minoritas, maka sangat penting untuk mencegah jangan sampai hal ini menjadi semakin berlarut-larut dan bersikukuh dengan cara berkomunikasi yang ternyata mencederai yang lain. Bukan hanya mencederai individu- individu tertentu, tetapi juga mencederai kemampuan orang untuk bertenggang rasa kepada minoritas.

Dalam situasi seperti ini, dibutuhkan keterbukaan masing-masing pihak, baik mereka yang tidak berkenan dengan gaya Ahok ataupun dari sisi Ahok yang semestinya memahami bahwa persoalan kadang hanya karena cara, bukan substansi. Maka, jika substansi sama, mengapa tidak mencoba merajut pengertian yang menghasilkan mutual understanding?

Puspitasari

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*