Artikel Terbaru

Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC: Boleh Keberatan Tetapi Tidak Boleh Menolak

Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.
Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC: Boleh Keberatan Tetapi Tidak Boleh Menolak
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Ia merasa tak pantas menjadi seorang Uskup. Namun, sebagai misionaris, ia “boleh keberatan tetapi tidak boleh menolak”. Dalam terang Ilahi, ia menerima perutusan sebagai gembala utama Keuskupan Manado.

“Tuhan, saya belum siap.” Sebuah doa singkat keluar dari mulut Pastor Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ketika membaca beberapa baris pesan singkat di layar handphone miliknya. Pesan itu berbunyi, “Saya ingin bertemu dengan Anda hari Sabtu, 8 April 2017.” Di bawah pesan itu tertera nama Nunsius Apostolik untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi. Sekujur tubuhnya lemas. Jantungnya berdegup kencang. Ia takut, kalau-kalau apa yang ia khawatirkan selama ini terjadi.

Pada medio Desember 2016, terkuak kabar tentang Uskup Manado yang baru. Nama Pastor Rolly kerap muncul dalam berita itu. Puncaknya pada perayaan Natal, 24 Desember 2016. Keluarga dan kenalan mengirim ucapan selamat kepadanya karena telah terpilih sebagai Uskup baru. Tapi Pastor Rolly selalu menepis kabar itu. “Saya merasa belum dipanggil Nunsius. Dan semoga tidak akan dipanggil,” cetus Pastor Rolly.

Maka, malam itu ketika pesan Nunsius masuk ke gawainya, ia tak banyak berbuat. Kekhawatiran itu membuatnya berniat menghapus “pesan keramat” itu. Malam itu, ia tak bisa terlelap. Dalam benaknya ada usaha mencari jawaban penolakan bila dirinya diminta menjadi Uskup.

Keesokan pagi, ia membalas pesan Nunsius, “Apakah ini keharusan?” Nunsius pun membalas singkat, “Please.” Akhirnya, mereka berdua sepakat bertemu di Nunsiatura, Jakarta, Sabtu, 8 April 2017. Sembari menanti hari yang telah disepakati, Pastor Rolly masih tidak tenang. Ia mencoba mengusir gundah di hati, agar orang-orang di sekitarnya tak curiga.

Demi Ketaatan
Sabtu, 8 April 2017. Hari itu pun datang. Tepat pukul 09:00 WIB, Pastor Rolly telah tiba di Nunsiatura. Staf Kedubes Vatikan menyambut kedatangan mantan Superior Provinsi Tarekat Misionaris Hati Kudus (Missionarii Sacratissimi Cordis Iesu/ MSC) Indonesia ini. Tak lama berselang, Mgr Filipazzi menemui dia. Pembicaraan diawali dengan basa-basi seputar perjalanan panggilannya. Kendati begitu, Pastor Rolly masih tidak tenang. Ia mengakui kerap tidak fokus dalam obrolan basa-basi itu.

Setelah ngobrol basa-basi cukup lama, Mgr Filipazzi membuka pembicaraan baru. Ia berkata, “Pastor Rolly, Anda ditunjuk Paus Fransiskus sebagai Uskup Manado.”

Sontak, wajah Pastor Rolly menjadi merah. Mulutnya pun tak bisa berujar. Lidahnya terasa kelu. Dengan suara pelan, Pastor Rolly mulai mengajukan keberatan-keberatan. “Saya merasa belum pantas menerima tugas ini. Masih banyak imam yang jauh lebih baik daripada saya,” ujarnya.

Namun, Mgr Filipazzi mengatakan bahwa Pastor Rolly harus siap menerima penunjukan Paus Fransiskus. Hari itu, Pastor Rolly tidak langsung menjawab penunjukannya sebagai Uskup Manado. Ia meminta waktu untuk berpikir. Mereka ber sepakat bertemu kembali pada Senin, 10 April 2017 pukul 12:00.

Pastor Rolly membawa segala kekalutan, kebingungan, dan kemarahan dalam doa. Dalam doa itu pula, ia menemukan jawab. Ketika bertemu kembali dengan Nunsius, Pastor Rolly telah mengenggam jawaban. “Sebagai misionaris dan pemimpin religius, saya biasa mengatakan ‘boleh keberatan tetapi tidak boleh menolak’. Maka, dalam ketakberdayaan dan dukungan daya Ilahi, saya menerima tugas itu.”

Pada akhir perjumpaan, Nunsius menyodorkan selembar kertas dan pena. Pastor Rolly diminta menulis ucapan terima kasih atas tugas perutusan ini dan menyatakan kesediaan menjadi Uskup Manado. “Entah yakin atau tidak, saya percaya itu karya Roh Kudus,” ujarnya saat ditemui di Manado, pertengahan Juni lalu.

Rabu, 12 April 2017 pukul 18:00 WIB, Vatikan mengumumkan penunjukan Pastor Rolly sebagai Uskup Manado. Pada hari yang sama, Paus juga telah mengabulkan pengunduran diri Mgr Joseph Theodorus Suwatan MSC sebagai Uskup Manado. Mgr Suwatan menjadi Uskup Manado sejak ditunjuk Paus Yohanes Paulus II pada 8 Februari 1990.

Mgr Rolly bercerita, orang pertama yang mengucapkan selamat atas penunjukan itu adalah Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo. “Saya kaget dengan ucapan itu,” ujarnya.

Kekuatan Hati
Keluarga Untu Lasut juga dibuat kaget dengan penunjukan Pastor Rolly sebagai Uskup Manado. Fransiskus Untu, kakak Mgr Rolly bercerita, tidak ada informasi apa pun dari sang adik terkait hal itu. Padahal, saat dipanggil Nunsius ke Jakarta, Pastor Rolly sedang berlibur bersama keluarga di Manado. Tetiba ia pamit mau ke Jakarta. “Dia ijin ke Jakarta dengan alasan ada urusan tarekat,” kisah Frans.

Ketika mendengar pengumuman bahwa Pastor Rolly ditunjuk Paus sebagai Uskup Manado, semua keluarga kaget bukan kepalang. Meski begitu, keluarga sangat mendukung tugas yang kini diemban Mgr Rolly. Bagi Frans, keluarga besar Mgr Rolly mesti bisa menjadi teladan hidup keluarga. “Kami harus menjadi role model bagi umat,” ujar Frans.

Menurut Frans, sejak kanak-kanak, Uskup yang lahir di Lembean, Minahasa, 4 Januari 1957 ini tak pernah merepotkan orang lain. Ia sudah terbiasa hidup mandiri. Sebagai anak kelima dari 12 bersaudara, Rolly kecil tak banyak bersungut kala mengerjakan tugas-tugasnya. Ia menjalani hidup dalam kesederhanaan. “Kadang dia lebih banyak mengalah demi saudara-saudaranya,” ceritas Frans.

Hal senada diungkapkan keponakan Mgr Rolly, Grace Fransiska Untu. Bagi dia, Mgr Rolly adalah pribadi yang rendah hati. Mgr Rolly, menurut Grace, selalu datang sebagai penolong saat ia dirundung persoalan. “Paman tak pernah mengeluh, kendati wajahnya nampak lelah. Setiap kami minta tolong, ia selalu menjawab iya,” ujar Grace.

Mgr Rolly lahir dari keluarga guru. Disiplin dalam hal rohani sudah menjadi menunya saban hari. Ia rajin menjadi misdinar dan anggota kor. Situasi ini mengantarkan Rolly kecil masuk Seminari St Fransiskus Xaverius Kakaskasen. Setelah melalui aneka tahap formasi calon imam, ia mendapat rahmat tahbisan imamat pada 29 Januari 1983.

Pastor Frederikus Stefanus Tawaluyan, seorang rekan satu angkatan dengan Mgr Rolly mengatakan, hidup rohani Mgr Rolly patut menjadi teladan. Ia tak pernah absen doa ofisi dan mengikuti perayaan Ekaristi. Pastor Fred juga tak pernah melihat Mgr Rolly marah. “Rolly itu pendiam. Dia lebih banyak bertindak daripada bicara,” ujarnya. Pastor Fred yakin, Mgr Rolly bisa menjadi gembala utama yang andal dalam iman dan perbuatan. “Saya sangat yakin, Rolly akan menjadi Uskup yang tulus, sebab setiap perkataan adalah perbuatannya,” tandas imam kelahiran Denpasar, Bali, 7 Mei 1951.

Bagi Mgr Rolly, kekuatan utamanya ada dalam doa dan spritualitas Hati Kudus Yesus. Hati, kata Mgr Rolly, dalam Kitab Suci berarti tanda yang menunjuk kepada seluruh kepribadian seseorang; meliputi cara berpikir, merencanakan, menghendaki, merasa, dan mencintai. Maka ketika berbicara tentang spiritualitas Hati Kudus Yesus berarti menunjuk kepada seluruh pribadi Yesus. Spiritualitas Hati Kudus Yesus bukan hanya cinta sebagai afeksi, melainkan cinta sebagai kekuatan, kesetiaan, dan ketaatan. “Lewat spiritualitas ini, saya yakin bisa menyelesaikan tugas ini sampai selesai,” ujar Mgr Rolly.

Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC
TLL: Lembean, 4 Januari 1957
Asal Paroki: Paroki St Paulus Lembean, Keuskupan Manado
Orangtua: Gerardus Untu dan Gertrida Lasut
Kaul kekal: 15 Januari 1983
Tahbisan imam: 29 Januari 1983 (oleh Uskup Manado Mgr Theodorus Hubertus Moors MSC)
Tahbisan uskup: 8 Juli 2017

Pendidikan:
• Studi diploma bidang spiritualitas di Adhyatma Vidya Pitha, Bangalore, India (1985-1986)
• Lisensiat Teologi Dogmatik di Catholic University of Louvain, Belgium (1991-1994)

Karya :
• Pastor rekan di Paroki Katedral Hati Tersuci Maria Manado (1983-1984)
• Pastor Paroki Ratu Rosario Suci Tuminting, Manado (1984-1985)
• Formator di Novisiat MSC di Karanganyar, Jawa Tengah (1986-1991)
• Magister Novisiat MSC Karanganyar (1989-1990)
• Pastor Paroki St Joseph Pekerja Karanganyar, Keuskupan Purwokerto (1987-1991)
• Formator di Skolastikat MSC Pineleng dan anggota konsultor Keuskupan Manado (1995-2005)
• Wakil Provinsial MSC Indonesia (1996-1997)
• Wakil Direktur STF Seminari Pineleng (1998-2002)
• Superior Skolastikat MSC di Pineleng (2003-2005)
• Asisten Provinsial MSC Indonesia (2005-2011)
• Provinsial MSC Indonesia (2011-2016)

Yusti H. Wuarmanuk

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*