Artikel Terbaru

Wabah Renhar Dari Dunia Maya

Jumpa Renhar: Romo Antara dalam acara jumpa pendengar renharnya, Minggu, 10/5.
[NN/Dok.Pribadi]
Wabah Renhar Dari Dunia Maya
Mohon Beri Bintang

HIDUPKATOLIK.com – Renungan Harian (Renhar) mewabah di dunia maya. Umat ramai-ramai mengunduh produk rohani yang mengulas firman Tuhan, ingin menemukan keseimbangan hidup.

Vincentia Warnati menjadi keranjingan renhar setelah menerima kiriman voice note dari temannya. Voice noteberisi rekaman suara Romo Antonius Suhardi Antara ini mengulas Sabda Tuhan sesuai Kalender Liturgi. Saat ditemui di acara “Jumpa Pendengar Renhar” bersama Romo Antara, 10/8, perempuan yang akrab disapa Vin itu bercerita, sejak pertama kali menerima kiriman renhar dari temannya pada awal 2010, ia tidak melewatkan satu hari pun tanpa mendengarkan renhar. Baginya mendengarkan Sabda Allah lewat renhar membantunya menjaga keseimbangan hidup. ”Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi juga dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah,” tutur Vin mengutip Injil Matius 4:4 yang menjadi dasar refleksinya.

Sumber Kekuatan
Vin hidup dalam keluarga Buddha dan Kong Hu Chu. Tidak ada anggota keluarga yang bisa diajak sharing soal iman. Ia lalu mengikuti Misa Harian dan aktif di kegiatan gereja. Vin belum puas. “Renhar menjadi sumber kekuatan, ini seperti nutrisi iman bagi saya,” ujar umat Paroki Maria Diangkat ke Surga Katedral, Jakarta ini.

Vin mengakui, renhar sangat membantu karena bisa didengar berulang kali. Apabila ia belum paham dengan maksud kotbah Misa harian, Vin bisa mendala mi. pesan firman hari itu dengan mendengarkan renhar.

Selain renhar dari Romo Antara, wanita single ini juga mendapat kiriman renhar dari pihak lain. Tetapi Vin lebih senang mendengar renhar Romo Antara. “Di renhar itu Romo seperti menyapa langsung dengan memberi berkat di setiap akhir renungan,” ujar lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Medan ini.

Vin mengirim renhar itu ke teman-temannya mulai dari teman separoki hingga ke luar negeri. “Dari cerita teman-teman saya di luar negeri, mereka senang mendengarkan renhar Romo Antara karena bisa mendengar khotbah dalam Bahasa Indonesia.”

Menumbuhkan Iman
Cecilia Kosasih, lahir di Belanda, lalu mengenyam pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi di Indonesia. Sejak 1998, Cecilia dan keluarga menetap di Arizona, Amerika Serikat.

Meskipun tinggal di Amerika Cecilia dan keluarga sering berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. Ia tetap membaca Alkitab berbahasa Indonesia dan selalu rindu mendengarkan khotbah dalam Bahasa Indonesia.

Pada tahun 2010, Lumanto, pamannya yang tinggal di Surabaya mengirimkan voice note renhar Romo Antara. Cecilia sangat senang menerimanya. Ia lantas rutin mendengarkan renhar tersebut. Seolah sudah tak bisa lepas dari renhar, Cecilia mejadi sangat kehilangan ketika tak mendapatkan kiriman lagi.

Singkat cerita, pamannya memperkenalkan dia dengan Marita, salah seorang pendengar setia renhar yang membantu Romo Antara menye barkan renhar. Sejak saat itu, Cecilia terus mendapatkan kiriman renhar dari Marita. “Saya bersyukur dapat terus mendengar renhar dalam Bahasa Indonesia,” ujar wanita kelahiran Amsterdam, 31 Mei 1956 itu bersyukur.

Cecilia mendengarkan renhar setiap pagi pukul 4:30 am. “Saya mendengarkan renhar sambil nyetir ke kantor. Malam harinya saya jadi terdorong untuk baca firman sesuai dengan renhar paginya,” jelas alumni Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia ini.

Selain karena isinya, umat paroki Holy Cross Arizona ini juga sangat menikmati lagu-lagu yang menyertai renhar yang dinyanyikan Romo Antara, lagu-lagu itu sangat menyentuh. “Kadang sampai merasa terharu dengan lagu-lagu yang dinyanyikan,” ungkapnya.

Sarana Efektif
Pengalaman mendengar renhar juga dialami Helena Dewi Justicia. Helena, demikian ia disapa bercerita pada awal 2013 menemukan renhar audiovisual yang diproduksi Komsos Paroki Maria Bunda Karmel (MBK), Jakarta.

“Bagi saya menarik, ada renungan yang dapat diakses dengan begitu praktis. Sebelumnya, saya menggunakan buku-buku renungan harian. Karena harus dibaca, saya perlu meluangkan waktu khusus,” ujar wanita kelahiran Malang, 3 Februari 1972 ini.

Helena menilai, dalam kehidupan keseharian yang penuh kesibukan, membaca susah untuk dilakukan. Seringkali tidak sempat untuk membaca renungan harian. Dengan adanya renhar versi voice note, ia dapat mendengarkan renungan sambil mengemudi atau melakukan pekerjaan lain tanpa perlu menyediakan waktu khusus.

Helena mengakui, renhar menjawab kebutuhan dirinya akan firman Allah, juga penerapannya dalam hidup sehari-hari. “Sudah menjadi kebiasaan bagi saya untuk bangun dini hari, dan mengakses renhar melalui tablet meski masih mengantuk.” Meski setia mendengar renhar, Helena tetap mencari waktu untuk membaca buku-buku rohani yang ada di perpustakaan paroki. Itu dia lakukan manakala ada materi renhar yang menimbulkan pertanyaan baginya.

Setelah menjadi penonton renhar, Helena menjadi lebih disiplin dalam menjalani hidup rohani. Ia menjadi sering melakukan Ibadat Harian, adorasi Sakramen Mahakudus dan berdoa Rosario. “Saya jadi tergerak untuk mencari kehendak Allah, menyatukan keinginan diri dengan kehendak Allah itu. Tak hanya dibantu, saya juga merasa ditemani dalam menjalani hidup keseharian,” jelas Dosen Luar Biasa Universitas Paramadina ini.

Berkah Teknologi
Penonton renhar Paroki MBK yang lain, Robert Ignatius Purnamabagya mengungkapkan, renhar merupakan cara pewartaan di era digital ini. “Ini bagus sebagai bentuk pewartaan untuk menghadapi tantangan zaman.”

Ia bersyukur renhar via audiovisual melalui Youtube yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja telah menambah wawasan dan pengeta huannya tentang Alkitab dan Gereja. Walau tidak menjawab penuh kebutuhan dirinya akan firman Allah, pria yang juga menjadi anggota pembuat renungan mingguan di Warta Paroki MBK ini menganggap renhar sangat penting untuk dijadikan sarana pewartaan. Senada dengan Robby, Adrianus Tommy Kurnia Gunawan juga melihat bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk sarana pewartaan kabar gembira. Pendengar setia renhar dari Romo Antara ini menegaskan, perkembangan teknologi, khususnya gadgetdapat memudahkan orang untuk mengakses renungan harian. “Pewartaan lewat media audiovisual merupakan langkah yang tepat.”

Tommy merupakan salah satu tangan kanan Romo Antara. Pria yang memiliki keahlian di bidang Teknologi Informasi ini membuatkan link renhar sehingga mudah disebarluaskan di jejaring sosial. “Renhar membawa banyak berkat bagi semua pendengar,” ujar umat Paroki St Lukas Sunter ini.

Edward Wirawan

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*