Artikel Terbaru

Pertapa Penyayang Binatang Yang Membuat Mukjizat Melalui Hewan Dan Tumbuhan

St Kevin dari Glendalough.
[dailyherald.com]
Pertapa Penyayang Binatang Yang Membuat Mukjizat Melalui Hewan Dan Tumbuhan
1 (20%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Sejak dalam kandungan, St Kevin sudah dinubuatkan akan menjadi besar dengan karunia mukjizat. Nyatanya, Santo Pelindung Keuskupan Agung Dublin, Irlandia ini banyak membuat mukjizat melalui hewan dan tumbuhan.

Seekor babi hutan menghampiri seorang pertapa. Babi hutan yang lari ketakutan dikejar anjing-anjing pemburu itu lalu berlindung di balik tubuh sang pertapa. Anjing-anjing itu lantas duduk, diam dan ketakutan.

Melihat anjing-anjingnya menjadi jinak, para pemburu segera membidikkan tombak ke arah babi hutan. Sejurus kemudian, gerombolan besar burung datang dan hinggap di pohon, tepat di atas sang pertapa. Konsentrasi pemburu-pemburu itu pun pudar karena ulah segerombolan burung itu. Seolah dikomando, burung-burung itu tiba-tiba menyerang para pemburu. Selamatlah nyawa si babi hutan. Keganjilan lain terjadi, suatu hari, buku ibadat harian sang pertapa terjatuh ke danau. Ia menjadi panik, namun tiba-tiba seekor berang-berang muncul dari dalam danau dan membawa kembali buku itu.

Di kesempatan lain, ketika sang pertapa sedang duduk bersila dan merentangkan tangan, seekor burung hitam hinggap di telapak tangannya. Ia sadar dan berusaha tetap tenang agar tidak mengganggu si burung hitam yang mulai membuat sarang di atas telapak tangannya. Relasinya dengan si burung pun bersemi. Sang pertapa kerap diberi makan biji-bijian dan buah beri oleh si burung hitam.

Itulah beberapa kisah St Kevin dari Glendalough. Ia bertapa di sebuah gua dengan lebar sekitar 1,5 meter dan tinggi satu meter di Gunung Glendalough. Selama bertapa, ia tidur di atas batu dan berpakaian kulit hewan.

Anak Terberkati
Kevin lahir di Leinster (kini West Wicklow), Irlandia, tahun 498 dari pasangan Coemlog dan Coemell. Orangtuanya adalah bangsawan terkenal yang berbudi luhur. Kehadiran Kevin merupakan penggenapan nubuat St Patrisius. Bayi laki-laki ini akan menjadi pewarta di daerah Selatan Dublin, Irlandia.

Kelahiran Kevin ditandai suatu keajaiban. Salju yang turun langsung mencair begitu jatuh di sekitar rumahnya. Ketika dibaptis, malaikat menampakkan diri dan berpesan pada orangtuanya agar memberi nama bayi laki-laki itu, Kevin. St Cronan dari Roscrea –imam yang membaptisnya–menyaksikan hal itu, lalu berujar, “Pastilah itu seorang malaikat Allah!” Seperti pesan malaikat, bayi itu pun dinamai Kevin, yang dalam Bahasa Irlandia, Coemgein, berarti “Kelahiran yang diberkati atau kelahiran yang baik”.

Kevin tumbuh menjadi anak penyayang binatang dan tumbuhan. Ia selalu bersemangat tiap kali diminta orang tuanya menjaga ternak domba. Konon, ada saja keajaiban yang ia alami. Tiap pagi dan menjelang malam, seekor sapi putih –entah darimana asalnya– selalu datang ke rumah Coemlog dan Coemell memasok susu untuk Kevin.

Suatu hari, ada sekelompok pengemis kelaparan. Melihat tubuh mereka yang kurus, tersentuhlah hati Kevin. Ia lalu memberikan empat domba kepada sekelompok pengemis itu. Tapi aneh, setiba di rumah dan kembali menghitung jumlah dombanya, ternyata tak berkurang jumlahnya.

Menginjak usia tujuh tahun, orangtuanya mengirim Kevin ke sebuah biara di Cornwall. Selama lima tahun, ia dibimbing Kepala Biara, St Petroc. Selang tiga tahun, sebelum menerima jubah kebiaraan, ia dibimbing murid-murid St Petroc; Dogain, Lochan, dan Enna untuk menekuni Kitab Suci.

Beranjak dewasa, Kevin belajar teologi di Cellna Manach (Killnamanagh) di Wicklow. Di sana, ia menjadi murid St Éogan dari Ardstraw, lalu ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr Lugidius. Imam muda ini memilih menjadi pertapa selama tujuh tahun dan mengasingkan diri di Gunung Glendalough.

Membuat Mukjizat
Kesucian hidupnya sebagai pertapa akhirnya diketahui orang lain. Suatu saat, Dima, seorang petani menemukan pertapaan Pastor Kevin. Ketika itu, Dima sedang mencari tahu penyebab sapi peliharaannya yang tiba-tiba menghasilkan susu dalam jumlah banyak setelah dilepas di padang rumput.

Suatu hari, diikutinya ke mana sapi itu pergi. Sapi itu menuju ke sebuah gua. Didapatinya sapi itu tengah menjilati pakaian dan kaki Pastor Kevin yang kusyuk berdoa. Dima takjub dan berlutut penuh keheranan.

Karena gembira dengan pengajaran orang kudus ini, Dima lalu meminta Pastor Kevin keluar dari pertapaan dan bersedia memperkenalkan Yesus pada keluarganya. Sang pastor pun mempertimbangkan usul Dima dengan berdoa selama satu hari penuh. Ia sadar, Allah menghendakinya kembali ke tengah masyarakat. Maka ia pun meninggalkan pertapaannya dan mulai mengajar keluarga Dima. Lambat laun, banyak keluarga lain datang mohon bimbingannya.

Melihat betapa pentingnya pewartaan ini, Pastor Kevin memutuskan untuk mendirikan biara pertapaan di Glendalough. Namun O’Toole, raja yang belum mengenal Kristus, tak mengizinkan rencana itu. Setelah mendengar dari masyarakat karunia yang dimiliki Pastor Kevin, Raja O’Toole mengutus prajurit membawa sang pastor padanya. Ia diperintahkan untuk mengubah angsa-angsa kesayangan Raja menjadi muda kembali. Ia mau melakukan perintah raja asalkan raja memberi sebidang tanah untuk mendirikan biara. Raja pun setuju karena ia tahu angsa-angsanya sudah tak dapat terbang lagi.

Saat Pastor Kevin menyentuh angsa-angsa itu, mereka langsung menjadi muda lagi dan terbang mengelilingi sebuah lembah di Gunung Glendalough. Di situ lah akhirnya Pastor Kevin mendirikan biaranya, di bantu para petani sekitar.

Tahun 544, Pastor Kevin pergi ke Bukit Uisneach di Co Westmeath mengunjungi St Columbanus, St Comgall, St Cannich dan St Cierandi Clonmacnoise untuk meminta masukan tentang statuta biara. Nasihat para sahabatnya itu menjadi bekal baginya untuk mendirikan biara di Glendalough, di mana ia menjadi abbasnya.

Pelindung Irlandia
Kevin menggembalakan biaranya hingga wafat pada usia 120 tahun, 3 Juni 618. Berbagai kisah mukjizat yang dibuatnya membuat Takhta Suci menggelari Abbas Glendalough ini sebagai Santo pada 1903.

Salah satu mukjizatnya adalah kesembuhan putra Raja Colman dari Faelan. Satu persatu putra Raja Colman meninggal tanpa sebab. Tinggal tersisa putra bungsunya yang masih bayi. Tak ingin kehilangan putranya lagi, Raja Colman lalu menitipkan bayi itu pada Kevin. Namun, Kevin tak punya persediaan air susu di biara.

Untunglah ada seekor rusa betina yang baru melahirkan. Kevin menggunakan susu si rusa untuk memberi minum bayi Raja Colman. Sayang, seekor serigala betina memangsa rusa betina itu. Sebagai gantinya, Kevin memerintahkan si serigala untuk menyusui bayi Raja Colman. Aneh, serigala betina itu pun mentaati perintahnya.

Selain itu, suatu hari, seorang pemuda penderita epilepsi masuk ke halaman biara Kevin. Ia mencari pohon apel tapi tak jua menemukannya, lantaran tak ada satu pun pohon apel di biara itu. Kevin menghampirinya, lalu si pemuda menceritakan mimpinya. Ia akan mengalami kesembuhan jika memakan buah apel dari pohon di biara. Merasa iba, Kevin lalu berdoa dan memerintahkan salah satu pohon untuk menghasilkan buah apel. Maka terjadi demikian. Satu pohon mengeluarkan dua puluh buah apel dan pemuda itu sembuh setelah memakannya.

Ketenaran Abbas Glendalough itu mengantarnya sebagai santo pelindung Irlandia, khususnya Keuskupan Agung Dublin dan Paroki Killnamanagh. Gereja Irlandia merayakan pestanya setiap 3 Juni. Namanya pun mashyur dan harum sebagai nama khas kristiani –terutama bagi nama laki-laki di Irlandia.

Takas Tua

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*