Artikel Terbaru

Martir Kei Yang Menjadi Inspirasi Iman

Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Amboina.
[Dok. HIDUP]
Martir Kei Yang Menjadi Inspirasi Iman
5 (100%) 1 vote

HIDUPKATOLIK.com – Keutamaan hidup, teladan iman, serta kontribusi Mgr Aerts terpatri dibenak para kolega serta anggota tarekat yang didirikannya.

Mgr Petrus Canisius Mandagi MSC, Uskup Amboina Sungguh, saya sangat bangga dengan Mgr Aerts, pendahulu saya. Warisan terbesarnya bagi umat Keuskupan Amboina ialah kepercayaan yang kokoh dan kuat kepada Yesus. Kata-kata Mgr Aerts yang sangat terkenal, sebelum ditembak oleh tentara Jepang, “Demi Kristus, jadilah”. Benarlah kata-kata St Yohanes Rasul, “Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita” (1Yoh. 5:4).”

Mgr Nicolaus Adi Seputra MSC, Uskup Agung Merauke
Berdasarkan data sejarah, diketahui bahwa Mgr Aerts ditunjuk sebagai Uskup Tituler pada 20 Juli 1920. Dia adalah Vikaris Apostolik Nuova Guinea Olandese, wilayah Gerejani ini kemudian menjadi Keuskupan Amboina. Wilayahnya begitu luas, meliputi seluruh Maluku dan seluruh Pulau Irian Barat (sekarang Provinsi Papua dan Papua Barat).

Hal yang patut dikagumi, Mgr Aerts berani menerima tanggung jawab memulai sebuah karya yang besar, dalam situasi serba terbatas dan menantang. Tujuh tahun setelah diangkat menjadi Uskup, Mgr Aerts mendirikan Tarekat Maria Mediatrix (TMM). Hal ini menunjukkan, pertama, kedekatan Mgr Aerts dengan Bunda Maria, yang telah melindungi dan menyertai pelayanannya.

Kedua, Mgr Aerts seorang visioner. Kehadiran para suster yang diinspirasikan keibuan dan kerendahan hati Bunda Maria, sungguh amat dibutuhkan dan dirindukan umat beriman. Ketiga, Mgr Aerts amat peduli pendidikan kaum perempuan agar mereka dapat berperan secara maksimal untuk membangun dan memajukan manusia.

Kemartiran Mgr Aerts bersama koleganya menunjukkan, mereka rela menyerahkan nyawa demi umat yang dipercayakan kepada mereka. Biji yang mati itu, ternyata menghasilkan buah berlimpah, dan telah menyelamatkan nyawa banyak orang dari pelbagai kalangan dan sepanjang masa.

Tanah Air Indonesia telah diberkati darah para pejuang iman, meskipun secara resmi belum diakui sebagai martir oleh Pemimpin Tertinggi Gereja. Pantaslah kepada mereka, kita menghaturkan banyak terima kasih atas jasa dan pengorbanan mereka. Semoga mereka menjadi saluran berkat bagi bangsa ini, serta bagi dunia.

Sr Margarethis Kelen TMM, Pemimpin Umum Tarekat Maria Mediatrix
Mgr Aerts adalah gembala yang baik dan ramah, tidak mengambil jarak dari “domba-domba”-nya, mengalami realitas umat, dan memberi hidup untuk mereka. Rasa cinta dan komitmen Mgr Aerts kepada umat dan masyarakat nyata ketika Perang Dunia II melanda Kei. Sebenarnya, Mgr Aerts punya kesempatan melarikan diri. Tapi di hadapan para misionaris, Mgr Aerts berkata, “Saya tidak akan pernah meninggalkan umatku.”

Mgr Aerts mewariskan kepada kita keberanian iman dan kesetiaan kepada Kristus. Semua demi Kerajaan Allah dan keselamatan umat. Visi rohani Mgr Aerts sebenarnya tampak pada moto kegembalaannya sebagai Vikaris Apostolik, “Oportet Illum Regnare” (Dialah yang berkuasa). Teladan hidup dan spirit iman Mgr Aerts itulah yang bisa kita implementasikan dalam mengemban tugas sebagai pewarta cinta kasih Allah di tengah yang penuh tantangan.”

Johanis Ohoitimur MSC, Guru Besar Filsafat STF Pineleng, Manado
Dalam interogasi tentara Jepang, Mgr Aerts mengatakan, “Kami datang di sini melulu demi kepentingan agama dan untuk mengajar penduduk di sini mengenal Tuhan…. Untuk mendidik anak-anak dan kaum muda, menolong yatim-piatu, dan orang sakit.”

Mgr Aerts melanjutkan, “Kami mau hidup dan mati bersama-sama orang-orang di sini. Itu sudah janji kami dengan Tuhan Allah, hingga kami tidak tinggalkan orang-orang di sini…. Kami tidak akan tinggalkan Kei.” Perkataan ini menyatakan komitmen total Mgr Aerts bagi masyarakat Kei.

Visi dan komitmen Mgr Aerts mengajarkan kepada kita bahwa menjadi misionaris berarti “menenggelamkan diri” ke dalam situasi orang lain, memahami kebutuhan, menjadi bagian dari kehidupan, dan menuntun mereka kepada kesejahteraan, serta hidup yang bermartabat. Masyarakat dan Gereja berkembang karena keyakinan itu.

Yohannes Herman Joseph Luntungan MSC, Provinsial MSC Indonesia Motivasi utama Mgr Aerts dalam menjalankan penggembalaannya ialah “Demi Allah dan kerajaan-Nya, demi Kristus dan pewartaan-Nya”. Dalam menjalankan tugas penggembalaan, Mgr Aerts selalu memandang Allah sebagai Bapa yang berbelas kasih. Pandangan iman ini membawa Mgr Aerts kepada kesadaran dan keyakinan bahwa Allah senantiasa menyelenggarakan yang terbaik bagi kehidupan manusia.

Kesadaran dan keyakinan iman yang sama pula yang telah mengantar MgrAerts untuk bekerja tanpa pamrih. Bagi Mgr Aerts, mengikuti Kristus berarti ikut mengalami pengalaman-Nya yang rela mempertaruhkan seluruh hidup demi “domba” yang digembalakan. Teladan keberanian iman dan kesetiaan kepada Kristus adalah inspirasi yang tetap aktual untuk umat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*