Artikel Terbaru

Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan

Kesetaraan Laki-laki dan Perempuan
Mohon Beri Bintang
Ketiga, Kej 3:16 sebenarnya menggambarkan keadaan sesudah manusia pertama jatuh ke dalam dosa, yaitu bahwa laki-laki maupun perempuan ingin saling menguasai tetapi pada kenyataannya seringkali laki-laki yang menguasai. Inilah akibat dari dosa dan bukan dikehendaki oleh Allah ketika mencipta.
Keempat, untuk menelaah pandangan St Paulus, pertama-tama kita perlu mendalami ajaran sentral Paulus pada Gal 3:26-38. Bagi Paulus, karena iman di dalam Yesus Kristus, perbedaan-perbedaan yang ada tidaklah penting lagi. Kontras ketiga ”tidak ada laki-laki atau perempuan” sebenarnya berbunyi ”tidak ada laki-laki dan perempuan” yang merujuk ke Kej 1:27. Di sini Paulus menegasi (menyangkal) pernyataan Kej 1:27, yaitu perbedaan gender. Paulus tidak menghapuskan perbedaan (ras, sosial, ekonomis, gender), tetapi mau mengajarkan bahwa ”dalam Kristus” semua perbedaan itu menjadi tidak penting dan tidak diperhitungkan.
Relasi kita dalam Kerajaan Allah tidak lagi didasarkan pada perbedaan-perbedaan itu. Hal ini senada dengan ajaran Yesus bahwa di akhirat orang tidak kawin dan dikawinkan (Mk 12:25). Keadaan eskatologis ini harus membimbing kita dalam praksis hidup kita sekarang di dunia ini untuk mewujudkannya.
Ajaran sentral Paulus ini membantu kita untuk menafsirkan teks-teks Paulus lainnya. Sebaiknya jangan hanya dilihat 1 Kor 11:8-9, tetapi juga ay 11 dan 12 yang menekankan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Setelah menguraikan kebiasaan yang ada (ay 6-7), pada ay 11 Paulus seolah hendak mencegah terjadinya penafsiran yang salah, yaitu bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki.
Paulus menekankan ketergantungan keberadaan timbal-balik antara laki-laki dan perempuan. Demikian pula setelah memberikan alasan etis pada ay 8-9, Paulus sekali lagi mencegah munculnya kesimpulan yang salah dengan menegaskan kesetaraan ke-berasalan (ay 12). Dengan semua ini, tidak bisa disimpulkan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Menurut beberapa ahli Kitab Suci, 1 Kor 14:34-35 tidak berasal dari Paulus. Redaksi dan gayanya mendukung kesimpulan ini..
Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM
(Sumber Majalah HIDUP, Edisi No. 10 Tanggal 11 Maret 2007)

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*