Artikel Terbaru

Ketika Anak Akan Menghadapi Ujian

[learnlanguages.maxupdates.tv]
Ketika Anak Akan Menghadapi Ujian
1 (20%) 1 vote
HIDUPKATOLIK.com – Ujian sebentar lagi tiba. Ujian akhir semester, ujian kenaikan kelas, ujian kenaikan tingkat atau ujian nasional, semua sama saja, karena semuanya ujian.
 
Kata-kata ujian adalah kata yang paling banyak menimbulkan stres pada anak-anak sekolah. Meski sebenarnya tidak hanya anak sekolah, namun justru tak jarang yang paling stres adalah orangtua. Terkadang anak malah santai-santai saja, terutama anak kecil karena belum paham benar tentang pengertian ujian. Orangtua yang biasanya paling senewen dan bertambah senewen karena anaknya justru santai dan masih saja asyik bermain.
 
Saat ini memang ada banyak pro kontra tentang perlu tidaknya atau tepat tidaknya ujian diterapkan di sekolah-sekolah. Terlepas dari hal itu, yang pasti ujian atau tepatnya evaluasi perlu dilakukan. Tujuannya, mestinya tidak semata-mata mengetahui seberapa banyak anak telah paham tentang materi yang diajarkan, namun yang lebih penting adalah apakah proses pembelajaran selama ini telah cukup efektif. Makna belajar dalam pengertian ini seharusnya tidak semata-mata belajar tentang pelajaran sekolah, semisal matematika, bahasa Indonesia, dan sejenisnya. Namun, yang lebih penting, belajar dalam rangka pengembangan diri. Inilah yang sulit dievaluasi.
 
Tentang ujian, karena saat ini merupakan proses evaluasi yang dianggap paling tepat untuk dijadikan tolok ukur evaluasi terhadap proses belajar siswa, memang perlu untuk dipersiapkan. Terutama jika ujian akan menjadi satu-satunya dasar bagi kenaikan atau kelulusan siswa.
 
Persiapan sebaiknya dilakukan, tidak semata-mata mempersiapkan anak tetapi termasuk di dalamnya mempersiapkan mental orangtua. Kesiapan orangtua pasti akan banyak mempengaruhi kesiapan anak, baik dalam memandang ujian maupun dalam menjalani proses ujian. Orangtua yang secara mental siap secara psikologis juga akan membuat anaknya tenang. Tak jarang, karena orangtua begitu khawatir, akibatnya menjadi uring-uringan. Dan, pada akhirnya anak justru akan menjadi stres.
 
Tulisan ini dibuat karena ternyata dalam realitasnya ujian menjadi momok bagi siapa saja. Dan, akhirnya yang paling menderita adalah anak. Persiapan perlu dilakukan baik oleh orangtua maupun anak.
 
Tips
Hal yang paling penting adalah mempersiapkan mental kita. Ujian adalah proses yang memang sudah sewajarnya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anak kita mendapat kemajuan dalam pendidikan. Tidak perlu panik karena ini hanya akan menambah beban mental kita. Sikap tenang akan membuat kita jadi yakin bahwa proses ini akan bisa dilalui dengan baik.
 
Ketenangan akan membuat anak kita juga akan tenang. Sikap panik akan membuat kita justru menjadi uring-uringan karena membuat kita jadi tertekan dan pada akhirnya yang kena getah adalah anak. Ketenangan juga akan membuat anak merasa nyaman dan memandang ujian tak ubahnya ulangan harian di sekolah yang harus dilalui sebagai sebuah rutinitas dan kewajaran tanpa harus menimbulkan beban berlebihan.
 
Pastikan anak dalam kondisi sehat secara fisik. Berikan vitamin atau suplemen jika perlu. Pastikan asupan makanan mereka cukup sehat. Cukup istirahat.
 
Buatlah aturan yang harus disepakati bersama antara orangtua dan anak. Peraturan tersebut setidak-tidaknya menjadi acuan bersama sekaligus juga mengajarkan anak bertanggung jawab, disiplin, dan menaati aturan yang dibuat. Aturan ditetapkan terutama bagi anak yang belum paham benar pentingnya ujian.
 

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*